Rabu, 24 Februari 2010

Leptospirosis

DEFINISI
Leptospirosis adalah sekelompok infeksi yang terdiri dari Sindroma Weil, Jaundice Spiroketal (sakit kuning) dan Demam Kanikola.


PENYEBAB
Bakteri Leptospira. Leptospirosis terjadi pada banyak binatang buas. Beberapa binatang bertindak sebagai pembawa dan mengeluarkan bakteri dalam air kemihnya (air kencing tikus), sedangkan yang lainnya bisa menjadi sakit dan mati. Manusia mendapatkan infeksi ini melalui kontak dengan binatang atau air kemihnya.

Meskipun leptospirosis merupakan penyakit karena pekerjaan pada petani, pekerja di tempat pemotongan hewan dan pekerja selokan (comberan), tetapi banyak orang-orang yang terinfeksi karena kegiatan tertentu seperti berenang di air yang terkontaminasi.


GEJALA
Gejala-gejala biasanya timbul dalam waktu 2-20 hari setelah terinfeksi bakteri. Biasanya penyakit dimulai secara tiba-tiba denagn adanya demam, sakit kepala, nyeri otot hebat dan menggigil. Gejala paru-paru (batuk darah) terjadi pada 10-15% penderita. Episode demam dan menggigil, yang sering mencapai 38,9?Celsius berlangsung selama 4-9 hari. Konjungtivitis (infeksi selaput bola mata dan kelopak mata) muncul pada hari ketiga atau keempat.

Demam akan menghilang selama beberapa hari, tetapi akan muncul lagi bersama-sama dengan gejala lainnya pada hari ke-6 atau ke-12. Pada saat ini, biasanya terjadi peradangan selaput otak (meningitis), menyebabkan kaku kuduk, sakit kepala dan kadang-kadang penurunan kesadaran (stupor atau koma).

Gejala-gejala ini bukan sebagai akibat dari infeksi pada selaput otak, tetapi merupakan akibat dari peradangan yang disebabkan oleh efek racun pada tubuh yang mencoba menghancurkan bakteri. Seorang wanita hamil yang terinfeksi leptospirosis bisa mengalami keguguran.


Sindroma Weil

Merupakan bentuk yang lebih berat dari leptospirosis yang menyebabkan demam yang terus menerus, penurunan kesadaran dan berkurangnya kemampuan darah untuk membeku sehingga terjadi perdarahan dalam jaringan. Gejala awal dari sindroma Weil lebih ringan dari leptospirosis.

Pemeriksaan darah menunjukkan adanya anemia. Pada kari ke-3 sampai hari ke-6, muncul tanda-tanda kerusakan ginjal dan hati. Penderita akan merasakan sakit saat berkemih atau air kemihnya berdarah. Kerusakan hati biasanya ringan dan akan sembuh total. Penderita yang tidak mengalami sakit kuning biasanya akan sembuh. Sakit kuning menunjukkan adanya gangguan hati dan akan meningkatkan resiko kematian sampai 10% pada penderita diatas 60 tahun.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan dengan ditemukannya bakteri pada biakan darah, air kemih atau cairan serebrospinal; atau dengan ditemukannya antibodi terhadap bakteri di dalam darah.


PENGOBATAN
Bila terjadi wabah, bisa diberikan antibiotik doksisiklin untuk pencegahan. Untuk mengobati penyakitnya, diberikan penisilin, ampisilin atau antibiotik lainnya yang serupa. Pada kasus yang berat antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah).


PENCEGAHAN
Penderita tidak perlu diisolasi, tetapi harus berhati-hati pada saat menangani dan membuang air kemihnya.

Penyakit Lyme

DEFINISI
Penyakit Lyme adalah penyakit peradangan akut yang ditandai oleh perubahan kulit, peradangan sendi dan gejala yang menyerupai flu. Penyakit ini mulai dikenal pada tahun 1975, ketika sekumpulan kasus terjadi di dalam sekelompok orang di Lyme, Connecticut. Sejak saat itu, penyakit Lyme muncul di 47 negara bagian, juga dikenal di Eropa, Uni Soviet, Cina, Jepang dan Australia.

Penyakit Lyme biasanya terjadi pada saat musim panas dan awal musim gugur, lebih sering menyerang anak-anak dan dewasa muda yang tinggal di daerah perhutanan.


PENYEBAB
Bakteri Borrelia burgdorferi, yang biasanya ditularkan melalui kutu kecil pada rusa. Bakteri ini masuk ke kulit melalui gigitan kutu. Selelah 3-32 hari, bakteri keluar dari kulit dan menyebar melalui getah bening atau darah ke kulit lainnya atau ke organ lain.


GEJALA
Penyakit ini secara khas dimulai dengan adanya bintik merah yang lebar di kulit, biasanya di daerah paha, bokong, daerah yang tertutup celana pendek atau ketiak. Bintik ini akan melebar sampai diameter 15 cm. Sebanyak 75% penderita akan menunjukkan tanda awal ini. Hampir 50% penderita memiliki bintik yang lebih kecil setelah timbulnya bintik lebar ini.

Gejala lainnya berupa kelelahan, menggigil dan demam, sakit kepala, kaku kuduk dan sakit pada otot dan sendi. Gejala lainnya yang juga bisa timbul adalah nyeri punggung, mual dan muntah, nyeri tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening dan pembesaran limpa. Meskipun gejala-gejala tersebuti hilang timbul, tetapi rasa tidak enak badan dan kelelahan bisa menetap selama berminggu-minggu.

Beberapa minggu atau bulan setelah gejala pertama muncul, terjadi kelainan fungsi saraf pada sekitar 15% penderita, yang akan berlangsung beberapa bulan dan biasanya sembuh total. Masalah yang paling sering terjadi adalah infeksi selaput otak (meningitis), yang menyebabkan kaku kuduk, sakit kepala, peradangan saraf wajah dan kelumpuhan separuh wajah. Juga bisa terjadi kelumpuhan di tempat lain. Pada 8% penderita, terjadi kelainan jantung (aritmia dan perikarditis). Perikarditis bisa menyebabkan nyeri dada.

Selain itu, beberapa minggu sampai beberapa bulan setelah gejala dimulai, 50% penderita mengalami artritis. Pada beberapa kasus, artritis timbul setelah 2 tahun. Episode pembengkakan dan nyeri pada beberapa sendi yang besar, terutama sendi lutut, akan terjadi secara berulang selama beberapa tahun. Lutut yang terkena biasanya bengkak, terasa panas jika disentuh dan kadang-kadang tampak merah. Dibalik lutut bisa terbentuk kista dan bisa pecah, sehingga rasa sakit akan menghebat secara tiba-tiba. Sekitar 10% penderita artritis Lyme akan memiliki masalah lutut yang menetap.


DIAGNOSA
Bakteri Borrelia burgdorferi sangat sulit dibiakkan di laboratorium dan tidak ada pemeriksaan yang dapat diandalkan untuk mendiagnosis penyakit Lyme. Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang khas yang dialami seseorang yang telah terpapar oleh keadaan dimana infestasi kutu biasanya ditemukan, ditambah hasil dari beberapa pemeriksaan yang dilakukan.

Pemeriksaan yang paling sering dilakukan adalah pengukuran kadar antibodi terhadap bakteri di dalam darah.


PENGOBATAN
Meskipun semua stadium penyakit Lyme memberikan respon terhadap pemberian antibiotik, tetapi pengobatan pada stadium awal adalah yang terbaik untuk membantu mencegah berbagai komplikasi. Antibiotik seperti doksisiklin, amoksisilin, penisilin atau eritromisin bisa diberikan per-oral (melalui mulut) selama stadium awal penyakit. Pemberian secara intravena (melalui pembuluh darah) dilakukan terhadap penderita stadium lanjut, penyakit yang berat atau menetap.

Antibiotik juga membantu mengurangi artritis, meskipun diperlukan pengobatan selama lebih dari 3 minggu. Untuk mengurangi sakit pada persendian yang bengkak bisa diberikan aspirin atau obat-obat anti peradangan non-steroid. Cairan yang terkumpul di sendi bisa didrainase (dibuang) dan penderita bisa dibantu dengan tongkat penyangga.

Demam Kambuhan (Demam Kutu, Demam Berulang, Demam Kelaparan)

DEFINISI
Demam Kambuhan (Demam Kutu, Demam Berulang, Demam Kelaparan) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh beberapa spesies bakteri Borrelia.

Tergantung dari lokasi geografisnya, demam kambuhan ditularkan melalui kutu badan atau kutu anjing. Demam kambuhan yang ditularkan oleh tuma hanya ditemukan di beberapa daerah di Afrika dan Amerika Selatan, sedangkan demam kambuhan yang ditularkan kutu anjing ditemukan di Amerika Utara dan Selatan, Afrika, Asia dan Eropa. Di Amerika, penyakit ini biasanya ditemukan di perbatasan bagian barat, terutama antara bulan Mei dan September.


PENYEBAB
Bakteri Borrelia. Kutu badan terinfeksi oleh bakteri ini pada saat mengisap darah penderita. Infeksi bisa menyebar kepada manusia yang lain jika kutu berpindah tempat tinggalnya. Jika kutu tergilas, bakteri dikeluarkan dan memasuki kulit yang sudah digaruk atau digigit. Kutu anjing terinfeksi karena mengisap darah dari hewan pengerat, yang merupakan rumah alaminya. Infeksi menular kepada manusia melalui gigitan kutu.


GEJALA
Gejala-gejala akan timbul dalam waktu 3-11 hari setelah terinfeksi. Gejala awal berupa menggigil yang muncul secara tiba-tiba, diikuti demam tinggi, denyut jantung yang cepat, nyeri kepala hebat, muntah-muntah, nyeri sendi dan otot dan sering terjadi penurunan kesadaran.

Pada stadium awal, bisa timbul kemerahan di daerah yang tertutup celana pendek, lengan dan tungkai. Dokter bisa melihat adanya pembuluh darah yang pecah pada lapisan yang menutupi bola mata dan pada kulit serta selaput lendir.

Sejalan dengan berkembangnya penyakit, bisa timbul demam, sakit kuning, pembesaran hati dan limpa, peradangan jantung dan gagal jantung; terutama pada infeksi yang ditularkan tuma. Demam tetap tinggi selama 3-5 hari, kemudian bersamaan gejala lainnya akan menghilang secara tiba-tiba.

Setelah 7-10 hari, demam dan gejala lainnya kembali muncul secara tiba-tiba, sering disertai dengan nyeri sendi. Sakit kuning sering timbul pada saat demam kambuh. Demam kambuhan yang ditularkan tuma biasanya disertai oleh kambuhan tunggal, sedangkan kambuhan yang multipel (2-10 kali dengan jarak 1-2 minggu) terjadi pada demam kambuhan yang ditularkan oleh kutu anjing. Periode demam secara bertahap akan berkurang, dan akhirnya penderita akan sembuh sejalan dengan terbentuknya kekebalan.

Adapun komplikasi dari penyakit ini adalah peradangan mata, asma dan eritema multiformis (erupsi kemerahan) di seluruh tubuh. Peradangan juga bisa mengenai otak, medulla spinalis dan iris mata. Wanita hamil bisa mengalami keguguran.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya pola demam yang berulang. Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan terhadap contoh darah selama periode demam dan akan ditemukan bakteri penyebabnya.


PENGOBATAN
Infeksi bisa disembuhkan dengan antibiotik tetrasiklin, eritromisin atau doksisiklin. Biasanya diberikan per-oral (melalui mulut), tetapi bisa juga diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) jika terjadi muntah-muntah yang berat yang membuat penderita sulit menelan.

Untuk mencapai hasil yang optimal, pengobatan harus dimulai pada stadium awal demam atau selama suatu interval yang tanpa gejala. Pengobatan yang dimulai pada akhir dari suatu periode demam, bisa memicu terjadinya reaksi Jarisch-Herxheimer, dimana demam yang sangat tinggi disertai tekanan darah yang turun-naik (kadang sampai tekanan rendah yang berbahaya). Reaksi ini sangat khas dan kadang berakibat fatal.

Dehidrasi diobati dengan cairan yang diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah). Nyeri kepala hebat diobati dengan obat pereda nyeri, seperti kodein. Untuk mual-mual bisa diberikan dimenhidrinat atau proklorperazin.


PENCEGAHAN
Membersihkan kotoran pada pakaian dalam dan bagian dalam baju dengan malation dan bedak lindan, akan memberikan perlindungan terhadap demam kambuhan yang disebabkan oleh kutu badan.

Gigitan kutu anjing lebih sulit dicegah karena kebanyakan insektisida dan repelen tidak efektif mengatasi kutu. Tetapi bahan kimia yang mengandung dietil-tolu-amid untuk kulit dan permetrin untuk baju, bisa membantu melindungi terhadap gigitan kutu anjing.