Tampilkan postingan dengan label Hematologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hematologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012

Anemia Hemolitik


Definisi 
Anemia Hemolitik adalah penyakit kurang darah atau anemia yang terjadi karena meningkatnya penghancuran sel darah merah. Pada keadaan normal, sel darah merah mempunyai waktu hidup 120 hari.
Pada anemia hemolitik ini terjadi penurunan usia sel darah merah, baik sementara atau terus-menerus. Anemia ini terjadi apabila sumsum tulang telah tidak mampu mengatasinya karena usia sel darah merah sangat pendek, atau bila kemampuannya terganggu oleh sebab lain. Salah satunya jika suatu penyakit menghancurkan sel darah merah sebelum waktunya (hemolisis), sumsum tulang berusaha menggantinya dengan mempercepat pembentukan sel darah merah yang baru, sampai 10 kali kecepatan normal. Jika penghancuran sel darah merah melebihi pembentukannya, maka akan terjadi anemia hemolitik. 
Etiologi
Etiologi anemia hemolitik dibedakan kedalam 2 bagian sebagai berikut : 
Intrinsik
  • Kelainan membran, seperti sferositosis herediter, hemoglobinuria nokturnal paroksismal.
  • Kelainan glikolisis, seperti defisiensi piruvat kinase.
  • Kelainan enzim, seperti defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD).
  • Hemoglobinopati, seperti anemia sel sabit, methemoglobinemia.
Ekstinsik
  • Gangguan sistem imun, seperti pada penyakit autoimun, penyakit limfoproliferatif, keracunan obat.
  • Mikroangiopati, seperti pada purpura trombotik trombositopenik, koagulasi intravaskular diseminata (KID).
  • Infeksi, seperti akibat plasmodium, klostridium, borrelia.
  • Hipersplenisme
  • Luka bakar
Manifestasi Klinis
Tanda-tanda hemolisis antara lain ikterus dan splenomegali.
Gejala dari anemia hemolitik mirip dengan anemia yang lainnya. Kadang-kadang hemolisis terjadi secara tiba-tiba dan berat, menyebabkan krisis hemolitik, yang ditandai dengan:
- demam
- menggigil
- nyeri punggung dan nyeri lambung
- perasaan melayang
- penurunan tekanan darah yang berarti.

Sakit kuning (jaundice) dan air kemih yang berwarna gelap bisa terjadi karena bagian dari sel darah merah yang hancur masuk ke dalam darah. Limpa membesar karena menyaring sejumlah besar sel darah merah yang hancur, kadang menyebabkan nyeri perut. Hemolisis yang berkelanjutan bisa menyebabkan batu empedu yang berpigmen, dimana batu empedu berwarna gelap yang berasal dari pecahan sel darah merah. 
Pemeriksaan Penunjang
Terjadi penurunan kadar Ht, retikulositosis, peninggian bilirubin indirek dalam darah dan peningkatan bilirubin total sampai dengan 4 mg/dl, peninggian urobilinogen urin.
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan anemia hemolitik disesuaikan dengan penyebabnya. Bila karena reaksi toksik-imunologik yang dapat diberikan adalah kortikosteroid (prednison, prednisolon), kalau perlu dilakukan splenektomi. Apabila keduanya tidak berhasil, dapat diberikan obat-obat sitostatik, seperti klorambusil dan siklofosfamid.

 

Jumat, 30 Desember 2011

Anemia (Kurang darah)

Anemia disebut juga penyakit kekurang darah. hal ini dikarenakan jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam darah berada dibawah batas normal, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh dengan jumlah yang sesuai.

Faktor Penyebab
Penyebab anemia sangat berfariasi namun secara umum sebagai berikut :
  1. Perdarahan hebat : Akut (Mendadak) seperti kasus kecelakaan, pembedahan, persalinan serta pecah pembuluh darah. Adapula yang sifatnya Kronik atau disebut juga menahun seperti pada perdarahan hidung, orang yang mengidap wasir (hemoroid), penyakit ulkus peptikum, kanker atau polip saluran pencernaan, tumor, ginjal dan perdarahan menstruasi yang sangat banyak.
  2. Berkurangnya pembentukan sel darah merah. Hal ini dikarenakan kekurangan zat besi, kekurangan vit-B12, kekurangan asam folat, kekurangan vit C, serta penyakit kronis.
  3. Meningkatnya penghancuran sel darah merah. disebabkan oleh pembesaran limpa, kerusakan mekanik pada sel darah merah, hemoglobinuria, dan thalasemia
Gejala Kurang Darah/ Anemia
Gejala yang ditimbulkan akibat pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhannya sangat berfariasi dari mulai sering merasa lelah, kurang tenaga, kepala terasa berputar atau pusing. Fase lanjutan, jika anemia tidak ditangani maka anemia semakin berat dan dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Diagnosa
Pada penentuan diagnosa anemia yang paling sederhana adalah dengan memeriksa tekanan darah sistol dan diastol, untuk lebih tepatnya kita sarankan cek darah lengkap karena kita dapat mengetahui persentase sel darah merah pada volume darah total (hematokrit) dan jumlah hemoglobinnya.