Tampilkan postingan dengan label Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 November 2010

Urin Berdarah (Hematuria)

Urin Berdarah (Hematuria)DEFINISI
Urin berdarah atau hematuria adalah penyakit yang timbul karena adanya kebocoron ginjal sehingga sel-sel darah bercampur dengan urin.


PENYEBAB
Kebocoran pada ginjal dapat disebabkan oleh beberapa masalah diantaranya infeksi saluran kemih karena terlalu kuat pada saat buang air kecil, infeksi ginjal, menderita batu ginjal, pembesaran prostad, sakit ginjal atau bekerja yang terlalu keras.

Ada beberapa faktor lain yang menyebakan seseorang berpotensi memilki sel darah merah dalam urin. Tingkat usia mempengaruhi melebarnya prostad sehingga Orang dewasa diatas 50 tahun beresiko lebih besar. Faktor keturunan sejauh ini juga ditenggarai sebagai salah satu faktor penyebanya. Secara tidak sadar hubungan seks berpeluang menimbulkan infeksi saluran kemih, tidak terkecuali wanita ataupun laki-laki. Bekerja terlalu keras juga rentan terhadap penyakit urin berdarah.


GEJALA
Bercampurnya darah dalam urin ada yang bisa dilihat secara kasat mata, adapula yang membutuhkan mikroskopis hematuria (di bawah mikroskop). Tanda yang terlihat yaitu urin berwarna merah muda, merah ataupun berwarna cola. Ada sel-sel darah yang ikut keluar melalui urin dan berpotensi menimbulkan sakit.


PENGOBATAN
Pengobatan secara medis akan lebih efektif bila masalahnya cukup parah. Biasanya diberikan obat-obatan seperti aspirin dan non-steroid anti inflamasi yang dapat menghilangkan rasa sakit. Hindari obat antibiotik seperti penisilin yang berisiko meningkatkan pendarahan pada saluran kencing.

Pencegahan sesuai dengan masalah yang di derita dapat mmbantu proses penyembuhan. Namun ada baiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui lebih jelas apakah menderita kencing berdarah atau tidak dan apa saja penyebabnya.

Rabu, 01 September 2010

Batu Ginjal

batu ginjalDEFINISI
Batu ginjal yang seringkali menjadi momok menakutkan bagi tiap orang. Apalagi, batu ini dapat menyebabkan gagal ginjal jika terlambat ditangani.

Batu ginjal ini terbentuk dari berbagai macam zat. Umumnya batu ini terbentuk dari zat kalsium dan oksalat. Jumlahnya pun terkadang tidak hanya satu. Bisa beberapa batu dengan ukuran yang bervariasi. “Umumnya, batu-batu ini berukuran antara 7 hingga 10 cm. Tapi ada juga yang bisa mencapai ukuran 15 cm.


PENYEBAB
Apa yang menyebabkan terjadinya batu ini masih belum diketahui secara pasti. Ada anggapan jika pola makan berkaitan dengan meningkatnya risiko pembentukan batu. Misalnya asupan kalsium berlebihan dapat memperbesar risiko terkena batu ginjal. Tapi hal tersebut tidak benar.

Pada kenyataannya ada orang yang sudah menjaga asupan kalsium tapi tetap terkena batu ginjal. Sedangkan orang lain yang banyak mengasup kalsium malah tidak kena batu ginjal.

Para dokter menduga hal ini disebabkan oleh faktor genetik. Adanya kelainan genetik pada pasien yang membuat tubuhnya berlebihan mengeluarkan kalsium ataupun zat lain yang dapat membentuk batuan. Sehingga zat mineral tersebut mengendap di ginjal ataupun di saluran kemih dan menjadi batu.


PENANGANAN
Banyak minum air putih merupakan cara untuk membantu mengeluarkan batu-batu yang sudah pecah tersebut melalui urin.

Jika ukuran batu terlalu besar maka harus segera diangkat. Cara yang ditempuh pun tidak menggunakan pembedahan dengan sayatan besar. Saat ini pengangkatan batu bisa dilakukan dengan teknik laparaskopi, yaitu pembedahan dengan sayatan minimal. Atau bisa juga dengan teknik gelombang kejut (ESWL) yang akan menghancurkan batu hingga bisa dikeluarkan melalui urin.


PENCEGAHAN
Meski pola makan tidak terlalu berpengaruh pada pembentukan batu ginjal, pola hidup yang sehat tetap dianjurkan bagi tiap orang yang sudah terkena ataupun belum terkena batu ginjal. Pola hidup sehat tersebut antara lain mengatur pola makan, minum air putih yang banyak, dan beraktifitas secara rutin dapat memperlama proses pembentukan dan besarnya batu.

Sabtu, 03 April 2010

Penyakit Kista Meduler

DEFINISI
Penyakit Kista Meduler adalah suatu penyakit dimana gagal ginjal terjadi bersamaan dengan terbentuknya kista jauh di dalam ginjal.


PENYEBAB
Penyakit kista meduler bisa merupakan penyakit keturunan atau cacat bawaan.


GEJALA
Gejala biasanya mulai timbul sebelum usia 20 tahun, gejalanya bervariasi dan pada beberapa penderita gejalanya baru timbul di kemudian hari. Penderita mengeluarkan sejumlah besar air kemih karena ginjal tidak memberikan respon terhadap hormon antidiuretik, yang dalam keadaan normal mengirimkan sinyal ke ginjal untuk memekatkan air kemih. Hal ini bisa menyebabkan terbuangnya natrium dalam jumlah besar sehingga penderita memerlukan asupan cairan dan garam yang banyak.

Pada anak-anak sering ditemukan keterbelakangan mental dan penyakit tulang.Penyakit ini timbul secara perlahan selama bertahun-tahun dan tubuh mengkompensasinya dengan baik sehingga masalah ini seringkali tidak disadari sampai terjadinya gagal ginjal stadium lanjut.


DIAGNOSA
Pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa fungsi ginjal buruk. Foto rontgen menunjukkan ginjal yang berukuran kecil. Dengan USG dapat ditemukan adanya kista jauh di dalam ginjal, meskipun kistanya sangat kecil.


PENGOBATAN
Jika terjadi gagal ginjal, maka dilakukan dialisa atau pencangkokan ginjal.

Penyakit Ginjal Polikista

DEFINISI
Penyakit Ginjal Polikista adalah suatu penyakit keturunan diamana pada kedua ginjal ditemukan banyak kista, ginjal menjadi lebih besar tetapi memiliki lebih sedikit jaringan ginjal yang masih berfungsi. Kista adalah suatu kantung tertutup yang dilapisi oleh jaringan epitel dan berisi cairan atau bahan setengah padat.


PENYEBAB
Kelainan genetik yang menyebabkan panyakit ini bisa bersifat dominan maupun resesif. Artinya penderita bisa memiliki 1 gen dominan dari salah satu orangtuanya atau 2 gen resesif dari kedua orangtuanya. Penderita yang memiliki gen dominan biasanya baru menunjukkan gejala pada masa dewasa; penderita yang memiliki gen resesif biasanya menunjukkan penyakit yang berat pada masa kanak-kanak.


GEJALA
Pada anak-anak, penyakit ginjal polikista menyebabkan ginjal menjadi sangat besar dan perutnya membuncit. Bayi baru lahir yang menderita penyakit berat bisa meninggal segera setelah dilahirkan, karena gagal ginjal pada janin menyebabkan terganggunya perkembangan paru-paru. Penyakit ini juga menyerang hati. Pada usia 5-10 tahun, penderita cenderung mengalami tekanan darah tinggi di dalam pembuluh darah yang menghubungkan usus dengan hati (sistem portal). Pada akhirnya bisa terjadi gagal hati dan gagal ginjal.

Pada dewasa, penyakit ginjal polikista berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Gejala mulai muncul pada awal atau pertengahan masa dewasa, meskipun kadang penyakit ini tidak diketahui sampai saat penderitanya meninggal. Gejalanya berupa nyeri punggung, darah dalam air kemih (hematuria), infeksi dan nyeri kram hebat akibat batu ginjal (kolik renalis). Pada penderita lain yang memiliki lebih sedikit jaringan ginjal yang berfungsi bisa terjadi kelelahan, mual, berkurangnya pembentukan air kemih dan gejala lainnya akibat gagal ginjal.

Infeksi menahun akan memperburuk gagal ginjal. Separuh penderita memiliki tekanan darah tinggi. Sekitar sepertiga penderita juga memiliki kista di dalam hatinya, tetapi kista ini tidak mempengaruhi fungsi hati. Lebih dari 20% penderita memiliki pembuluh darah yang melebar di tengkoraknya dan 75% dari mereka pada akhirnya mengalami perdarahan otak (perdarahan subaraknoid).


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat keluarga dan gejala-gejalanya. Jikapenyakit telah mencapai stadium lanjut dan ginjal sangat membesar, maka diagnosisnya sudah pasti. USG dan CT scan menunjukkan gambaran ginjal dan hati yang sudah dimakan ngengat akbiat kista.


PENGOBATAN
Lebih dari separuh penderita akan mengalami gagal ginjal di kemudian hari. Mengobati infeksi dan tekanan darah tinggi bisa memperpanjang harapan hidup penderita. Untuk mengatasi gagal ginjal, dilakukan dialisa atau pencangkokan ginjal.

Sindroma Liddle

DEFINISI
Sindroma Liddle adalah suatu penyakit keturunan yang jarang terjadi, dimana ginjal membuang kalium tetapi menahan terlalu banyak natrium dan air, sehingga terjadi tekanan darah tinggi.


PENYEBAB
Penyebabnya adalah kelainan di dalam ginjal.


PENGOBATAN
Untuk meningkatkan pengeluaran natrium dan air serta menurunkan tekanan darah, diberikan triamteren atau amiloride (obat yang mencegah pengeluaran kalium).

Rakitis Yang Resisten Terhadap Vitamin D

DEFINISI
Rakitis Yang Resisten Terhadap Vitamin D adalah suatu penyakit dimana tulang menjadi lunak dan mudah bengkok disertai nyeri, karena darah mengandung sedikit fosfat dan mengandung vitamin D aktif dalam jumlah yang tidak mencukupi.


PENYEBAB
Penyakit ini hampir selalu merupakan penyakit keturunan, dengan gen yang dominan dan dibawa oleh kromosom X. Gen yang cacat ini menyebabkan kelainan ginjal yang memungkinkan dilepaskannya fosfat ke dalam air kemih sehingga kadar fosfat dalam darah adalah rendah. Pertumbuhan tulang memerlukan fosfat, karena kadar fosfat penderita rendah, maka terjadi kelainan tulang. Pada penderita wanita penyakit tulangnya tidak terlalu berat.

Pada kasus yang jarang, penyakit ini timbul sebagai akibat dari kanker tertentu:
  • Tumor sel raksasa pada tulang
  • Sarkoma
  • Kanker prostat
  • Kanker payudara.

Rakitis yg resisten terhadap vitamin D berbeda dengan rakitis akibat kekurangan vitamin D.


GEJALA
Gejala biasanya mulai timbul pada masa bayi. Sifatnya bisa sangat ringan sehingga tidak menimbulkan gejala atau sangat berat sehingga menyebabkan:
- pembengkokan tungkai dan kelainan tulang lainnya
- nyeri tulang
- postur tubuh yang pendek.

Pertumbuhan tulang berlebih di tempat melekatnya otot menyebabkan pergerakan sendi di tempat tersebut menjadi terbatas. Tulang tengkorak bayi terlalu cepat menutup sehingga terjadi kejang.


DIAGNOSA
Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar kalsium darah yang normal, tetapi kadar fosfatnya rendah.


PENGOBATAN
Tujuan pengobatan adalah untuk meningkatkan kadar fosfat dalam darah, yang akan mempermudah pertumbuhan tulang yang normal. Pemberian fosfat per-oral harus dibarengi dengan pemberian kalsitriol (vitamin D aktif). Pada penderita dewasa, jika penyebabnya adalah kanker, maka untuk mengatasi penyakit ini harus dilakukan pembedahan untuk mengangkat kanker.

Sindroma Barttner

DEFINISI
Sindroma Barttner adalah suatu kelainan dimana ginjal membuang elektrolit (kalium, natrium dan klorida) dalam jumlah berlebihan, sehingga kadar kalium dalam darah menjadi rendah (hipokalemia) dan kadar hormon aldosteron dan renin tinggi.


PENYEBAB
Sindroma Barttner biasanya merupakan penyakit keturunan dan disebabkan oleh gen resesif. Penderita mendapatkan 2 gen ini dari kedua orangtuanya.


GEJALA
Anak-anak tumbuh secara lambat dan tampak kekurangan gizi. Ototnya lemah, merasakan haus yang berlebihan, mengeluarkan sejumlah besar air kemih dan mengalami keterbelakangan mental.

Kadar natrium klorida dan air dalam darah menjadi rendah.
Tubuh berusaha mengkompensasinya dengan menghasilkan lebih banyak aldosteron dan renin. Kedua hormon ini menyebabkan berkurangnya kadar kalium dalam darah.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan adanya kelainan pada kadar kalium dan hormon dalam darah.


PENGOBATAN
Gejalanya bisa dicegah dengan mengkonsumsi kalium per-oral (ditelan) dan obat yang mengurangi pembuangan kalium ke dalam air kemih, seperti spironolakton (juga menghambat kerja aldosteron), triamteren, amiloride, propanolol atau indometacin. Untuk mengkompensasi hilangnya cairan yang berlebihan, penderita sebaiknya banyak minum air putih.

Sistinuria

DEFINISI
Sistinuria adalah suatu penyakit yang jarang terjadi, yang menyebabkan dikeluarkannya asam amino sistin ke dalam air kemih dan seringkali menyebabkan pembentukan batu sistin di dalam saluran kemih.


PENYEBAB
Penyebab sistinuria adalah kelainan pada tubulus renalis yang diturunkan. Gen penyebab sistinuria bersifat resesif, karena itu untuk terjadinya penyakit ini seseorang harus mendapatkan 2 gen yang abnormal, masing-masing dari kedua orangtuanya.

Seseorang yang membawa gen ini tetapi tidak menderita sistinuria, berarti dia memiliki 1 gen yang normal dan 1 gen yang abnormal. Dia bisa mengeluarkan sistin dalam jumlah yang lebih besar dari normal ke dalam air kemih, tetapi jarang sampai membentuk batu sistin.


GEJALA
Batu sistin bisa terbentuk di dalam kandung kemih, pelvis renalis (daerah tempat pengumpulan dan pengaliran air kemih di ginjal) atau ureter (saluran panjang yang mengalirkan air kemih dari ginjal ke dalam kandung kemih). Gejala biasanya mulai timbul pada usia 10-30 tahun. Gejala awal biasanya berupa nyeri hebat akibat kejang pada ureter karena batu tersangkut. Penyumbatan saluran kemih oleh batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih dan gagal ginjal.

batu sistin


DIAGNOSA
Urinalisis (analisa air kemih) menunjukkan adanya endapan dan kristal sistin. CT scan, MRI dan USG perut bisa menunjukkan adanya batu di dalam saluran kemih.


PENGOBATAN
Pengobatannya adalah mencegah pembentukan batu sistin dengan cara memperkecil konsentrasi sistin di dalam air kemih. Penderita diharuskan untuk minum banyak air putih. Membuat suasana basa dalam air kemih dengan mengkonsumsi natrium bikarbonat atau asetazolamide, karena sistin lebih mudah dilakurkan dalam suasana basa.

Jika tindakan diatas tidak efektif, maka diberikan obat penisilamin. Penisilamin bereaksi dengan sistin dan melarutkannya. Efek samping dari penisilamin adalah demam, ruam kulit atau nyeri sendi. Untuk mengatasi kolik ureter (nyeri akibat batu yang tersangkut di ureter) bisa diberikan obat pereda nyeri.

Biasanya batu akan keluar secara spontan. Jika hal ini tidak terjadi, maka dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan batu. Selain pembedahan bisa dilakukan litotripsi, yaitu pemecahan batu dengan gelombang ultrasonik atau gelombang kejut sehingga batu lebih mudah dibuang melalui air kemih atau diangkat melalui endoskopi.

Sindroma Fanconi

DEFINISI
Sindroma Fanconi adalah suatu kelainan fungsi tubulus renalis yang jarang terjadi, yang menyebabkan ditemukannya glukosa, bikarbonat, fosfat dan asam amino tertentu dalam air kemih, dalam jumlah yang berlebihan.


PENYEBAB
Sindroma Fanconi bisa merupakan penyakit keturunan atau bisa disebabkan oleh:
  • Pemakaian logam berat atau zat kimia lainnya
  • Kekurangan vitamin D
  • Pencangkokan ginjal
  • Mieloma multipel
  • Amiloidosis
  • Mengkonsumsi tetracyclin yang sudah kadaluarsa.

GEJALA
Pada sindroma Fanconi yang diturunkan, gejala biasanya mulai timbul pada masa bayi. Bayi mengeluarkan air kemih dalam jumlah yang sangat banyak. Gejala lainnya adalah kelemahan dan nyeri tulang.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan keasaman darah yang tinggi. Untuk memperkuat diagnosis dilakukan urinalisis (analisa air kemihi), yang hasilnya akan menunjukkan tingginya kadar glukosa, fosfat, bikarbonat, asam urat, kalium dan natrium dalam air kemih.


PENGOBATAN
Keasaman darah yang tinggi (asidosis) bisa dinetralkan dengan memberikan natrium bikarbonat. Untuk mengatasi rendahnya kadar kalium darah, diberikan kalium tambahan per-oral. Penyakit tulang diatasi dengan pemberian fosfat dan vitamin D per-oral (ditelan). Jika terjadi gagal ginjal mungkin perlu dilakukan pencangkokan ginjal.

Ginjal Bunga Karang Meduler

DEFINISI
Ginjal Bunga Karang Meduler (Medullary sponge kidney) adalah suatu penyakit keturunan, dimana tubulus renalis yang mengandung air kemih melebar, sehingga jaringan ginjal tampak seperti bunga karang.


PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.


GEJALA
Penderita ginjal bunga karang meduler cenderung memiliki:
- batu ginjal yang menimbulkan nyeri
- darah di dalam air kemih (hematuria)
- infeksi ginjal.

Pada lebih dari separuh penderita, di dalam ginjalnya ditemukan endapan kalsium.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Pemeriksaan rontgen bisa menunjukkan adanya endapan kalsium di dalam ginjal. Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pemeriksaan urografi intravena.


PENGOBATAN
Jika tidak ditemukan endapan kalsium, biasanya tidak diperlukan pengobatan khusus.

Untuk mencegah pembentukan batu, sebaiknya penderita:
- minum diuretik thiazid
- banyak minum air putih
- makan makanan rendah kalsium.

Jika terjadi penyumbatan saluran kemih, dilakukan pembedahan. Jika terjadi infeksi, diberikan antibiotik.

Sindroma Alport

DEFINISI
Sindroma Alport (Nefritis herediter) adalah suatu penyakit keturunan, dimana fungsi ginjalnya buruk dan terdapat hematuria (darah dalam air kemih), kadang disertai tuli dan kelainan pada mata.


PENYEBAB
Sindroma Alport disebabkan oleh kelainan gen pada kromosom X. Wanita yang memiliki gen ini pada salah satu kromosom Xnya biasanya tidak menunjukkan gejala, meskipun ginjalnya kurang efisien dibandingkan dengan ginjal yang normal. Meskipun tidak memiliki gejala, wanita ini bisa mewariskan gen ini kepada anaknya. Pria dengan gen ini biasanya mengalami gagal ginjal pada usia 20-30 tahun, karena pria hanya memiliki 1 kromosom X sehingga tidak dapat mengkompensasikan kelainan kromosom ini ke kromosom lainnya.


GEJALA
Banyak penderita yang tidak memiliki gejala selain hematuria, tetapi air kemih juga bisa mengandung sejumlah protein, sel darah putih dan cast (gumpalan-gumpalan kecil). Sindroma Alport bisa menyerang organ selain ginjal. Gangguan pendengaran yang sering terjadi biasanya berupa ketidakmampuan untuk mendengar suara dengan frekuensi yang lebih tinggi.

Bisa juga terjadi katarak, meskipun lebih jarang dibandingkan dengan gangguan pendengaran. Kelainan pada kornea, lensa atau retina kadang menyebabkan kebutaan. Gangguan lainnya terjadi pada beberapa persarafan (polineuropati) dan trombositopeni (jumlah trombosit yang sedikit di dalam darah). Bisa terjadi tekanan darah tinggi.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil urinalisis (analisa air kemih). Pemeriksaan audiometri menunjukkan adanya ketulian. Biopsi ginjal menunjukkan glomerulonefritis kronis dengan gambaran yang khas untuk sindroma Alport.


PENGOBATAN
Tujuan pengobatan adalah untuk memantau dan mengendalikan perkembangan penyakit serta mengobati gejala-gejalanya. Yang terpenting adalah mengendalikan tekanan darah tinggi. Untuk mengatasi gagal ginjal kronis bisa dilakukan perubahan pola makan dan pembatasan asupan cairan. Jika telah mencapai stadium lanjut, dilakukan dialisa atau pencangkokan ginjal.

Katarak diatasi dengan pembedahan untuk mengangkat katarak. Ketulian yang terjadi mungkin bisa menetap. Hal ini bisa dibantu dengan menggunakan alat bantu dengar.


PENCEGAHAN
Penyuluhan dan konsultasi genetik biasanya perlu dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kemungkinan terjadi hal yang sama pada keturunan mereka nantinya.

Diabetes Insipidus Nefrogenik

DEFINISI
Diabetes Insipidus Nefrogenik adalah suatu kelainan dimana ginjal menghasilkan sejumlah besar air kemih yang encer karena ginjal gagal memberikan respon terhadap hormon antidiuretik dan tidak mampu memekatkan air kemih.


PENYEBAB
Dalam keadaan normal, ginjal mengatur konsentrasi air kemih sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pengaturan ini merupakan respon terhadap kadar hormon antidiuretik di dalam darah. Hormon antidiuretik (yang dihasilkan dari kelenjar hipofisa), memberikan sinyal kepada ginjal untuk menahan air dan memekatkan air kemih. Terdapat 2 jenis diabetes insipidus. Pada diabetes insipidus nefrogenik, ginjal tidak memberikan respon terhadap hormon antidiuretik sehingga ginjal terus-menerus mengeluarkan sejumlah besar air kemih yang encer. Pada diabetes insipidus lainnya, kelenjar hipofisa gagal menghasilkan hormon antidiuretik.

Diabetes insipidus bisa merupakan penyakit keturunan.
Gen yang menyebabkan penyakit ini bersifat resesif dan dibawa oleh kromosom X, karena itu hanya pria yang terserang penyakit ini.
Wanita yang membawa gen ini bisa mewariskan penyakit ini kepada anak laki-lakinya.

Penyebab lain dari diabetes insipidus nefrogenik adalah obat-obat tertentu yang bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal:
- antibiotik aminoglikosid
- demeklosiklin dan antibiotik lainnya
- lithium (untuk mengobati penyakit manik-depresif).


GEJALA
Jika merupakan penyakit keturunan, maka gejala biasanya mulai timbul segera setelah lahir. Gejalanya berupa rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang encer (poliuri). Bayi tidak dapat menyatakan rasa hausnya, sehingga mereka bisa mengalami dehidrasi. Bayi bisa mengalami demam tinggi yang disertai dengan muntah dan kejang-kejang. Jika tidak segera terdiagnosis dan diobati, bisa terjadi kerusakan otak, sehingga bayi mengalami keterbelakangan mental. Dehidrasi yang sering berulang juga akan menghambat perkembangan fisik.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar natrium yang tinggi dalam darah dan air kemih yang sangat encer. Fungsi ginjal lainnya tampak normal. Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan penilaian dari respon ginjal terhadap hormon antidiuretik melalui tes deprivasi air.


PENGOBATAN
Untuk mencegah dehidrasi, penderita harus selalu minum cairan dalam jumlah yang cukup ketika mereka merasa haus. Penderita bayi dan anak-anak harus sering diberi minum. Jika asupan cairan mencukupi, jarang terjadi dehidrasi. Obat-obat tertentu dapat membantu, seperti diuretik tiazid (misalnya hidrochlorothiazid/HCT) dan obat-obat anti peradangan non-steroid (misalnya indometacin atau tolmetin).

Glikosuria Renalis

DEFINISI
Glikosuria Renalis (Glukosuria) adalah suatu keadaan dimana gula (glukosa dibuang ke dalam air kemih, meskipun kadar gula di dalam darah adalah normal atau rendah.


PENYEBAB
Ginjal berfungsi sebagai penyaring darah. Pada saat disaring oleh ginjal, glukosa dibuang bersamaan dengan zat-zat lainnya. Cairan yang telah disaring ini melewati jaringan tubulus di dalam ginjal, dimana zat-zat yang diperlukan (termasuk glukosa) diserap kembali dan zat-zat yang tidak diperlukan dibuang ke dalam air kemih. Pada orang yang sehat, glukosa diserap kembali seluruhnya ke dalam darah.

Dalam keadaan normal, tubuh membuang glukosa ke dalam air kemih hanya jika terlalu banyak glukosa dalam darah. Pada glikosuria renalis, glukosa dibuang ke dalam air kemih meskipun kadar glukosa dalam darah adalah normal. Hal ini terjadi karena adanya kelainan fungsi pada tubulus renalis. Glikosuria bisa merupakan penyakit keturunan.


GEJALA
Glikosuria tidak memberikan gejala atau efek yang serius.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan air kemih rutin, dimana di dalam air kemih ditemukan glukosa meskipun kadar glukosa dalam darah adalah normal.


PENGOBATAN
Glikosuria renalis tidak memerlukan pengobatan, meskipun kadang berkembang menjadi diabetes.

Sindroma Nail-Patella

DEFINISI
Sindroma Nail-Patella adalah suatu penyakit keturunan pada jaringan ikat yang jarang terjadi, yang menyebabkan kelainan pada ginjal, tulang, persendian dan kuku jari-jari tangan.


PENYEBAB
Gen yang menyebabkan sindroma ini adalah gen dominan, yang berarti anak-anak dari penderita memiliki peluang sebesar 50% untuk memiliki gen ini.


GEJALA
Salah satu atau kedua tempurung lutut penderita tidak ada, salah satu tulang lengan (tulang radius) mengalami dislokasi pada sikut dan terdapat kelainan bentuk tulang panggul. Penderita tidak memiliki kukuk jari tangan atau pertumbuhannya sangat jelek, yaitu berlubang-lubang dan berkerut. Iris mata penderita berwarna. Pada 30% penderita, akhirnya terjadi gagal ginjal.


DIAGNOSA
Air kemih penderita bisa mengandung protein (biasanya dalam jumlah kecil) dan kadang mengandung darah. Untuk memperkuat diagnosis dilakukan rontgen tulang dan biopsi jaringan ginjal.


PENGOBATAN
Air kemih penderita bisa mengandung protein (biasanya dalam jumlah kecil) dan kadang mengandung darah. Untuk memperkuat diagnosis dilakukan rontgen tulang dan biopsi jaringan ginjal.

Asidosis Tubulus Renalis

DEFINISI
Asidosis Tubulus Renalis adalah suatu penyakit dimana tubulus renalis tidak dapat membuang asam dari darah ke dalam air kemih secara adekuat.


PENYEBAB
Asidosis tubulus renalis bisa merupakan suatu penyakit keturunan atau bisa timbul akibat obat-obatan, keracunan logam berat atau penyakit autoimun (misalnya lupus eritematosus sistemik atau sindroma Sjögren).


GEJALA
Dalam keadaan normal, ginjal menyerap asam dari darah dan membuangnya ke dalam air kemih. Pada penyakit ini, tubulus renalis tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan hanya sedikit asam yang dibuang ke dalam air kemih.

Sebagai akibatnya terjadi penimbunan asam di dalam darah, keadaan ini disebut asidosis metabolik, yang bisa menimbulkan masalah berikut:
- rendahnya kadar kalium dalam darah
- pengendapan kalsium di dalam ginjal
- kecenderungan terjadinya dehidrasi
- perlunakan dan pembengkokan tulang yang menimbulkan rasa nyeri (osteomalasia atau rakitis).

Terdapat 3 jenis asidosis tubulus renalis, yang masing-masing memiliki gejala yang berbeda. Jika kadar kalium darah rendah, maka terjadi kelainan neurologis seperti kelemahan otot, penurunan refleks dan bahkan kelumpuhan. Pembentukan batu ginjal bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel ginjal dan gagal ginjal kronis.


Jenis-Jenis Asidosis Tubulus Renalis

Jenis Penyebab Kelainan yg mendasari Gejala & kelainan metabolik yg terjadi
1 Bisa merupakan penyakit keturunan, bisa dipicu oleh penyakit autoimun atau obat-obat tertentu
Penyebabnya biasanya tidak diketahui, terutama pada wanita
Ketidakmampuan untuk membuang asam ke dalam air kemih
  • Tingginya keasaman darah
  • Dehidrasi ringan
  • Rendahnya kadar kalium darah, menyebabkan kelemahan otot & kelumpuhan
  • Tulang yang rapuh
  • Nyeri tulang
  • Batu ginjal (endapan kalsium)
  • Gagal ginjal
2 Biasanya disebabkan oleh suatu penyakit keturunan seperti sindroma Fanconi, intoleransi fruktosa yang diturunkan, penyakit Wilson atau sindroma Lowe
Bisa juga disebabkan oleh keracunan logam berat atau obat tertentu
Ketidakmampuan untuk menyerap kembali bikarbonat dari air kemih, sehingga bikarbonat terbuang
  • Tingginya keasaman darah
  • Dehidrasi ringan
  • Kadar kalium darah yang rendah
4 Bukan merupakan penyakit keturunan
Penyebabnya adalah diabetes, penyakit autoimun, penyakit sel sabit atau suatu penyumbatan pada saluan kemih
Kekurangan atau ketidakmampuan untuk memberikan respon terhadap aldosterom (hormon yg membantu mengatur pengeluaran kalium & natrium di ginjal Tingginya keasaman darah & kadar kalium darah yg jarang menimbulkan gejala, kecuali jika kadar kalium sangat tinggi sehingga terjadi gangguan irama jantung & kelumpuhan


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya atau hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan tingginya keasaman darah dan rendahnya kadar kalium darah.


PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada jenis asidosis yang terjadi. Jenis 1 dan 2 diobati dengan meminum larutan bikarbonat (baking soda) setiap hari untuk menetralkan asam di dalam darah. Pengobatan ini akan meringankan gejala dan mencegah gagal ginjal serta penyakit tulang atau mencegah memburuknya penyakit. Juga diperlukan tambahan kalium. Pada jenis 4, asidosisnya bersifat ringan sehingga tidak diperlukan bikarbonat. Kadar kalium yang tinggi bisa diatasi dengan minum banyak air putih dan obat diuretik.

Jumat, 02 April 2010

Hypophosphatemic Rickets

DEFINISI
Hypophosphatemic rickets (dahulu dikenal vitamin D-resintan rickets) adalah gangguan dimana tulang menjadi terasa agak menyakitkan dan mudah bengkok karena darah mengandung kadar posfat rendah.


PENYEBAB
Gangguan yang sangat langka ini hampir selalu menurun, melalui gen dominan yang dibawa pada kromosom X, salah satu dari dua kromososm kelamin. Kelainan genetic menyebabkan ginjal abnormal yang membuat posfat dalam jumlah tinggi yang tidak sesuai dikeluarkan ke dalam kemih, menghasilkan kadar posfat di dalam darah rendah.

Karena tulang membutuhkan posfat untuk pertumbuhan dan kekuatan, kekurangan ini menyebabkan tulang tidak sempurna. Wanita dengan hypophosphatemic rickets mengalami penyakit tulang agak berat dibandingkan pria. Pada kasus langka, gangguan terjadi sebagai akibat kanker tertentu, seperti sel tumor raksasa pada tulang, sarcoma, kanker prostat, dan kanker payudara. Hypophosphatemic rickets tidak sama dengan rickets yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D.


GEJALA
Hypophosphatemic rickets biasanya mulai menyebabkan ketidaknormalan pada tahun pertama kehidupan. Kelainan kemungkinan ringan dimana mereka menghasilkan gejala yang tidak nyata atau berat dimana mereka menghasilkan pembengkokan pada lengan dan kelainan bentuk pada tulang lainnya, nyeri tulang, dan perawakan pendek. Tulang menjadi lebih besar ketika otot menempel menuju tulang bisa membatasi gerakan persendian mereka. Ruang di antara tulang tengkorak bayi bisa terlalu cepat dekat, menyebabkan kejang.


DIAGNOSA
Tes laboratorium menunjukkan bahwa kadar kalsium di dalam darah adalah normal tetapi kadar posfat adalah rendah.


PENGOBATAN
Tujuan pengobatan Hypophosphatemic rickets adalah meningkatkan kadar posfat di dalam darah, dimana akan meningkatkan bentuk tulang normal. Posfat bisa digunakan melalui mulut dan harus dikombinasikan dengan calcitriol, bentuk aktif dari vitamin D. Menggunakan Vitamin D tunggal tidak mencukupi. Jumlah posfat dan calcitriol harus disesuaikan dengan hati-hati karena pengobatan ini seringkali menyebabkan kalsium kadar tinggi di dalam darah, penumpukan kalsium pada jaringan ginjal, atau batu ginjal. Efek ini bisa membahayakan ginjal dan jaringan lain. Pada beberapa orang dewasa, Hypophosphatemic rickets dihasilkan dari perbaikan kanker secara dramatik setelah kanker diangkat.

Tidak Mampu Menahan Berkemih/Incontinence Pada Anak

DEFINISI
  • Pola incontinence (tidak mampu menahan berkemih) membantu dokter memastikan penyebab yang mungkin.
  • Riwayat anak tersebut dan hasil penelitian fisik, tes laboratorium, dan tes imaging membantu dokter memastikan penyebab spesifik.
  • Pengobatan termasuk perubahan tingkah laku, perubahan makanan, dan kadangkala obat-obatan.
Incontinence pada anak memiliki penyebab yang berbeda dan pengobatan dibandingkan pada orang dewasa. Incontinence bisa terjadi pada malam hari (mengompol, juga disebut nocturnal enuresis). Noctural enuresis lebih umum pada anak laki-laki, dan anak biasanya mengatasi jenis incontinence ini di usia 9 tahun. Incontinence selama siang hari disebut diurnal enuresis. Diurnal enuresis cenderung lebih umum pada anak perempuan dan memiliki jumlah penyebab berbeda.


PENYEBAB
Pola incontinence membantu dokter memastikan penyebab yang mungkin. Jika anak tersebut tidak pernah mengalami celana kering terus-menerus selama seharian, dokter mempertimbangkan kemungkinan cacat lahir, kelainan anatomi, atau tingkah laku tertentu yang bisa menyebabkan incontinence. Cacat tulang belakang seperti spina bifida bisa menyebabkan gangguan syaraf menuju kandung kemih dan menyebabkan incontinence, tetapi beberapa kerusakan biasanya nyata.

Beberapa bayi mengalami cacat lahir yang mencegah kandung kemih atau urethra terbentuk sempurna, menyebabkan kehilangan urin hampir konstan (total incontinence). Jenis cacat lahir lainnya menyebabkan ureter ke ujung bagian luar kandung kemih, menyebabkan incontinence. Beberapa anak mengalami kandung kemih yang terlalu aktif yang mudah kejang, atau mereka mengalami kesulitan mengosongkan kandung kemih mereka.

Tingkah laku tertentu bisa menyebabkan incontinence siang hari, khususnya pada anak perempuan. Beberapa tingkah laku termasuk sering berkemih dan berkemih menggunakan posisi yang tidak benar, yang bisa menyebabkan kebocoran urin ke dalam vagina, kemudian menetes keluar setelah berdiri. Beberapa anak perempuan mengalami kejang kandung kemih ketika tertawa, menghasilkan ‘giggle incontinence’.

Jika anak tersebut tidak mengompol untuk jangka waktu yang lama dan incontinence adalah baru, dokter mempertimbangkan keadaan sementara yang menyebabkan kesulitan. Hal ini termasuk sembelit, makanan, stress emosi, infeksi, dan kekerasan seks. Infeksi saluran kemih karena bakteri dan infeksi virus yang menyebabkan iritasi kandung kemih (viral cystitis) penyebab infeksi umum.

Untuk mencegah urin bocor, banyak anak dengan incontinence melintangi kaki mereka atau menggunakan sikap badan lain, yang bisa meningkatkan kesempatan terjadinya infeksi saluran kemih. Remaja yang aktif secara seksual bisa mengalami kesulitan berkemih dari penyakit kelamin menular tertentu.

Kafein dan jus asam, seperti jeruk dan jus tomat, bisa melukai kandung kemih dan menyebabkan kebocoran urin. Anak dengan diabetes mellitus atau diabetes insipidus (gangguan yang mengakibatkan urin encer dalam jumlah berlebihan) bisa terjadi incontinence karena gangguan ini menghasilkan produksi urin dalam jumlah berlebihan.


DIAGNOSA
Kadangkala dokter bisa mendiagnosa penyebab dengan gejala anak tersebut dan hasil penelitian. Untuk memeriksa infeksi, analisa urin dan kadangkala kultur urin dilakukan. Untuk memeriksa diabetes mellitus dan diabetes insipidus, dokter menggunakan tes darah dan urin untuk memeriksa gula dan kadar elektrolit.

Jika cacat lahir diduga, penelitian ultrasonik pada ginjal dan saluran kemih dan sinar X pada usus kemungkinan diperlukan. Sinar X khusus pada kandung kemih dan ginjal, disebut voiding cystourethrogram, bisa juga diperlukan. Dengan tes ini, pewarna disuntikkan ke dalam kandung kemih menggunakan kateter, yang memperlihatkan anatomi saluran kemih, seperti perintah pada aliran urin.


PENGOBATAN
Pengobatan tergantung pada penyebab incontinence. Infeksi biasanya diobati dengan antibiotik. membebaskan dan mencegah sembelit, berkemih dengan jangka waktu 2-3 jam, menggunakan cara disebut biofeedback untuk kandung kemih yang terlalu aktif, dan merubah tingkah laku lain kemungkinan efektif tergantung pada penyebab.

Mengubah makanan bisa membantu mengurangi iritan kandung kemih. Jika intervensi tingkah laku tidak efektif, obat-obatan tertentu (seperti oxybutynin) bisa membantu jika penyebab tersebut adalah kejang kandung kemih. Anak dengan cacat lahir atau kelainan anatomi bisa memerlukan operasi, obat-obatan, atau kateter sementara.

Inkontinensia Uri

DEFINISI
Inkontinensia Uri adalah ketidakmampuan untuk mengendalikan pengeluaran air kemih. Inkontinensia uri bisa terjadi pada usia berapapun dan masing-masing memiliki penyebab yang berbeda. Sekitar 1 dari 3 orang usia lanjut memiliki masalah dengan kandung kemihnya dan wanita 2 kali lebih sering terkena.

Ginjal secara teratur menghasilkan air kemih, yang mengalir melalui dua tabung panjang yang disebut ureter ke kandung kemih (tempat penyimpanan air kemih). Bagian terendah dari kandung kemih dilingkari oleh otot (sfingter) yang terus menerus berkontraksi agar saluran pembuangan air kemih (uretra) tetap tertutup, sehingga air kemih tetap berada dalam kandung kemih sampai kandung kemih terisi penuh.

Jika kandung kemih telah penuh, maka akan disampaikan pesan dari kandung kemih ke medula spinalis, yang diteruskan ke otak sehingga seseorang merasa ingin berkemih. Kemudian secara sadar dia akan memutuskan apakah akan segera membuang kemihnya atau menahannya sebentar.

Jika diputuskan akan berkemih, maka otot sfingter akan mengendur sehingga air kemih mengalir melalui uretra dan otot dinding kandung kemih berkontrakasi untuk mendorong air kemih keluar. Dorongan ini bisa ditingkatkan oleh kontraksi dinding perut dan dasar panggul yang akan meningkatkan tekanan pada kandung kemih.

Keseluruhan proses menahan dan mengeluarkan air kemih ini sangat kompleks dan kemampuan untuk mengendalikan pengeluaran air kemih bisa mengalami gangguan pada setiap tingkatan proses tersebut dan oleh berbagai kelainan. Akibat dari gangguan ini adalah hilangnya pengendalian terhadap pengeluaran air kemih.


PENYEBAB
Jenis inkontinensia dibedakan berdasarkan awal mula timbulnya inkontinensia, apakah baru terjadi dan secara tiba-tiba atau timbul secara bertahap dan menetap.

Penyebab yang paling sering ditemukan adalah infeksi kandung kemih (sistitis). Penyebab lainnya adalah:
- efek samping obat
- penyakit yang mempengaruhi pergerakan atau menyebabkan linglung
- asupan minuman yang mengandung kafein atau alkohol berlebihan
- keadaan yang menyebabkan iritasi kandung kemih atau uretra (misalnya vaginitis atropik atau sembelit yang berat).

Inkontinensia menahun bisa terjadi akibat:
- perubahan di dalam otak
- perubahan di dalam kandung kemih atau uretra
- kelainan saraf yang menuju atau berasal dari kandung kemih.

Perubahan-perubahan ini terutama sering ditemui pada usia lanjut dan wanita pasca menopause.


GEJALA
Pembagian inkontinensia uri berdasarkan pola gejalanya

Jenis Definisi Penyebab
Inkontinensia desakan Ketidakmampuan untuk menunda pengeluaran air kemih lebih dari beberapa menit setelah penderita merasakan kandung kemihnya penuh
  • Infeksi saluran kemih
  • Kandung kemih yang terlalu aktif
  • Penyumbatan aliran kemih
  • Batu & tumor kandung empedu
  • Obat, terutama diuretik
Inkontinensia karena stres Kebocoran air kemih, biasanya berupa pancaran kecil, yg disebabkan oleh meningkatnya tekanan di dalam perut, yg terjadi pada saat penderita batuk, tertawa, mengedan, bersin atau mengangkat benda berat
  • Kelemahan pada sfingter (otot yg mengendalikan aliran kemih dari kandung kemih)
  • Pada wanita, berkurangnya tahanan terhadap aliran kemih melalui uretra, biasanya karena kekurangan estrogen
  • Perubahan anatomis yg disebabkan oleh melahirkan banyak anak atau pembedahan panggul
  • Pada pria, pengangkatan prostat atau cedera pada bagian atas uretra atau leher kandung kemih
Inkontinensia aliran berlebih Penimbunan air kemih dalam kandung kemih yg terlalu banyak sehingga sfingter tidak mampu menahannya dan terjadi kebocoran yg hilang-timbul, seringkali tanpa sensasi kandung kemih
  • Penyumbatan aliran air kemih, biasanya disebabkan oleh pembesaran atau kanker prostat (pada pria) & karena penyempitan uretra (pada anak-anak)
  • Kelemahan otot kandung kemih
  • Kelainan fungsi saraf
  • Obat-obatan
Inkontinensia total Kebocoran berkesinambungan karena sfingter tidak menutup
  • Cacat bawaan
  • Cedera pada leher kandung kemih (misalnya karena pembedahan)
Inkontinensia psikogenik Hilangnya pengendalian karena kelainan psikis Gangguan emosional (misalnya depresi)
Inkontinensia campuran Gabungan dari berbagai keadaan diatas
Banyak wanita yg mengalami inkontinensia campuran antara stress & desakan
Gabungan dari berbagai penyebab diatas


DIAGNOSA
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis inkontinensia:
  1. Analisa air kemih, untuk menentukan apakah terdapat infeksi atau tidak.
  2. Pengukuran jumlah air kemih yang tersisa di dalam kandung kemih melalui pemeriksaan USG atau kateterisasi. Sisa air kemih yang banyak menunjukkan adanya penyumbatan atau kelainan pada saraf atau otot kandung kemih.
  3. Penilaian urodinamik dilakukan untuk mengukur tekanan kandung kemih pada saat kosong dan pada saat terisi. Pemeriksaan ini terutama efektif dilakukan pada inkontinensia menahun.
  4. Pengukuran laju aliran kemih dilakukan untuk mengetahui adanya penyumbatan aliran kemih dan kekuatan kontraksi otot kandung kemih.
Pada inkontinensia karena stres dilakukan pemeriksaan vagina dan pemeriksaan panggul (untuk mengetahui apakah lapisan uretra atau vagina mengalami penipisan akibat kekurangan estrogen).


PENGOBATAN
Beberapa langkah sederhana bisa dilakukan untuk merubah perilaku penderita:
  1. Teknik perubahan perilaku, misalnya membiasakan diri untuk berkemih setiap 2-3 jam untuk menjaga agar kandung kemih relatif kosong.
  2. Menghindari minuman yang bisa menyebabkan iritasi kandung kemih, misalnya minuman yang mengandung kafein.
  3. Minum sebanyak 6-8 gelas/hari untuk mencegah pemekatan air kemih, karena air kemih yang terlalu pekat bisa mengiritasi kandung kemih.
  4. Menghentikan pemakaian obat-obatan yang bisa menimbulkan efek samping pada kandung kemih.
Pengobatan untuk inkontinensia desakan.
  1. Membiasakan diri untuk berkemih secara teratur.
  2. Teknik pelatihan kandung kemih yang berupa latihan otot panggul dan biofeedback.
  3. Obat-obatan yang mengendurkan kandung kemih, misalnya propantelin, imipramine, hisiamin, oksibutinin dan disiklomin.
Pengobatan untuk inkontinensia karena stres.
  1. Pada wanita yang menderita inkontinensia karena stres bisa diberikan tablet estrogen atau krim estrogen yang dioleskan langsung ke vagina.
  2. Obat yang membantu memperkuat sfingter (misalnya fenilpropanolamin atau pseudoefedrin) harus diberikan bersamaan dengan estrogen.
  3. Jika terdapat kelemahan otot panggul, maka dilakukan latihan Kegel dan biofeedback.
  4. Penderita bisa menggunakan pembalut untuk menyerap sejumlah kecil air kemih yang biasanya keluar pada saat mengalami stres.
  5. Pada kasus yang lebih berat, yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan diatas, bisa dilakukan pembedahan untuk mengangkat kandung kemih dan memperkuat uretra. Atau bisa diberikan suntikan kolagen di sekeliling uretra.
Pengobatan untuk inkontinensia aliran berlebih.

Jika penyebabnya adalah pembesaran prostat atau penyumbatan lainnya, maka dilakukan:
- pembedahan untuk mengangkat sebagian atau seluruh prostat
- pemberian obat finasterid seringkali bisa memperkecil ukuran prostat atau menghentikan pertumbuhannya, sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan atau pembedahan bisa ditunda
- pemberian obat untuk mengendurkan sfingter (misalnya terazosin).

Jika penyebabnya adalah kelemahan kontraksi otot kandung kemih, maka dilakukan:
- pemberian obat yang meningkatkan kontraksi kandung kemih (misalnya betanekol)
- menekan perut bagian bawah (tepat diatas kandung kemih) bisa membantu mengosongkan kandung kemih
- kateterisasi (pemasangan selang kecil melalui uretra) untuk mengosongkan kandung kemih dan mencegah komplikasi (misalnya infeksi berulang dan kerusakan ginjal).

Inkontinensia total diatasi dengan berbagai prosedur pembedahan. Salah satunya adalah mengganti sfingter yang tidak menutup sebagaimana mestinya dengan sfingter buatan. Pengobatan untuk inkontinensia psikogenik adalah psikoterapi yang biasanya dilakukan bersamaan dengan perubahan perilaku dan pemakaian alat yang bisa membangunkan anak ketika mulai mengompol atau obat untuk mencegah kontraksi kandung kemih. Kepada penderita yang mengalami depresi bisa diberikan obat anti-depresi.

Jika inkontinensia tidak dapat sepenuhnya dikendalikan oleh berbagai pengobatan spesifik di atas, maka untuk melindungi kulit serta memungkinkan penderita tetap merasa kering, nyaman dan bisa melakukan kegiatan sosial, maka penderita bisa menggunakan pembalut dan pakaian dalam khusus.

Nefritis Tubulointerstisialis Kronis

DEFINISI
Nefritis Tubulointerstisialis Kronis adalah setiap penyakit ginjal menahun, dimana kerusakan tubulus renalis atau jaringan di sekitarnya lebih penting dibandingkan kerusakan glomeruli atau pembuluh darah. Sepertiga dari kasus gagal ginjal merupakan akibat dari nefritis tubulointerstisialis kronis.


PENYEBAB
20% kasus nefritis tubulointerstisialis kronis terjadi akibat pemakaian obat atau keracunan jangka panjang. Sisanya timbul bersamaan dengan penyakit lainnya.


GEJALA
Biasanya tidak ditemukan edema (pembengkakan jaringan) akibat penimbunan cairan. Jumlah protein yang hilang melalui air kemih hanya sedikit dan dalam air kemih tidak ditemukan darah. Pada stadium awal penyakit, tekanan darah normal atau sedikit meningkat. Jika ditemukan sejumlah besar protein atau darah dalam urin, maka biasanya terdapat penyakit glomeruler.

Jika tubulus renalis tidak berfungsi secara normal, maka gejalanya menyerupai nefritis tubulointerstisialis akut. Pada beberapa jenis nefritis tubulointerstisialis kronis bisa terbentuk batu ginjal.

Nefritis Tubulointerstisialis Akut

DEFINISI
Nefritis Tubulointerstisialis Akut adalah gagal ginjal yang timbul secara tiba-tiba, yang disebabkan oleh kerusakan pada tubulus renalis dan jaringan di sekitarnya.


PENYEBAB
Penyebab yang utama adalah obat-obatan, dimana penderita mengalami alergi atau keracunan obat. Keracunan bisa terjadi akibat obat-obat tertentu, misalnya amfotericin B dan aminoglikosida. Reaksi alergi bisa terjadi pada pemakaian penicillin, golongan sulfa, diuretik dan obat anti peradangan non-steroid (termasuk Aspirin).

Penyebab lainnya adalah:
- infeksi bakteri pada ginjal (pielonefritis)
- kanker (misalnya leukemia dan limfoma)
- keturunan.


GEJALA
Gejalanya sangat bervariasi.
Beberapa penderita mengalami gejala-gejala infeksi saluran kemih:
- demam
- nyeri ketika berkemih
- nanah di dalam air kemih
- nyeri di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggul.

Penderita lainnya menunjukkan sedikit gejala, tetapi pemeriksaan laboratorium menunjukkan tanda-tanda dari gagal ginjal. Pembentukan air kemih bisa normal atau berkurang. Jika penyebabnya adalah reaksi alergi, maka biasanya ginjal membesar karena telah terjadi peradangan akibat alergi. Jarak antara pemaparan alergen (zat yang menimbulkan alergi) dan timbulnya kelainan ginjal bervariasi, mulai dari 5 hari sampai 5 minggu. Gejala lainnya dari reaksi alergi adalah demam, ruam kulit dan peningkatan jumlah eosinofil dalam darah.


DIAGNOSA
Urinalisis (analisa air kemih) menunjukkan adanya sedikit protein, kadang ditemukan sel darah merah, nanah atau sel-sel tubulus renalis. Eosinofil (sejenis sel darah putih) jarang ditemukan dalam air kemih, tetapi jika terdapat eosinofil, maka hampir bisa dipastikan bahwa penyebabnya adalah reaksi alergi. Untuk memperkuat diagnosis dilakukan biopsi ginjal.


PENGOBATAN
Meskipun terbentuk jaringan parut, fungsi ginjal biasanya kembali normal setelah pemakaian obat penyebabnya dihentikan. Jika penyebabnya adalah reaksi alergi, maka pemberian kortikosteroid bisa mempercepat pemulihan fungsi ginjal.