Tampilkan postingan dengan label Penyakit Kulit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Kulit. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Januari 2012

Selulitis

DEFINISI
Selulitis adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan didaerah jaringan bawah kulit  (Subkutis).
Jika penyakit ini tidak ditangani maka bakteri akan menyebar ke daerah tubuh lainnya, namun yang paling sering bakteri ini menyerang daerah wajah dan tungkai bagian bawah.

PENYEBAB
Selulitis ini disebabkan oleh bakteri S.Aureus atau paling sering terjadi adalah Streptococcus.

Dalam keadaan normal, kulit terdapat berbagai macam jenis bakteri. akan tetapi kulit yang utuh serta kebersihannya merupakan penghalang efektif, yang dapat mencegah proses atau masuk dan berkembangnya bakteri di dalam tubuh kita.

Jika kulit mengalami luka, maka bakteri dapat masuk dan berkembang biak didalam tubuh, yang dapat menyebabkan infeksi dan peradangan.


TANDA DAN GEJALA
Gejala awalnya berupa malaise, menggigil, dan demam yang mendadak sebelum terjadinya lesi, kemerahan di daerah wajah atau tungkai bawah. 
Penyakit Selulitis


Jika telah terjadi infeksi dapat ditemukan lepuhan kecil berisi cairan (vesikel) atau lepuhan besar berisi cairan (bula) akan terasa panas serta bengkak, dan tampak seperti kulit jeruk yang mengelupas (peau d'orange), lesi terasa nyeri jika terkena rabaan, pembengkakan kelenjar getah bening dan mungkin ada riwayat trauma atau penyakit kulit lain yang mendasari.  

DIAGNOSA
Pada pemeriksan fisik akan ditemukan daerah pembengkakan yang terlokalisir (edema), kadang ditemukan pembengkakan kelenjar getah bening.

Pada hasil pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih dan adanya infeksi bakteri.
Bila perlu, bisa dilakukan pembiakan darah.


PENANGANAN
  • Umum : Istirahatkan ekstremitas yang terkena infeksi
  • Simptomatik : Kompres dengan larutan antiseptik, atau untuk membersihkan nekrotik, irigasi dengan saline steril. Berikan Analgetik bia perlu.
  • Kausatif : Untuk pemberian antibiotik sebaiknya konsultasi dengan dokter.

PENCEGAHAN
Untuk menghindari iritasi kulit pada saat bekerja atau berolah raga, gunakanlah pelindung yang tepat.

Jaga kesehatan dan kebersihan diri. 


Dengan tubuh yang sehat akan lebih mudah melawan bakteri sebelum mereka berkembang biak dan menyebabkan infeksi, sedangkan tubuh yang lemah memiliki pertahanan infeksi yang jelek. 


Mungkin itu saja yang dapat saya sajikan tentang penyakit selulitis, semoga bermanfaat..



Rabu, 23 November 2011

Furunkel

Pengertian
Furunkel atau disebut juga Bisul, adalah peradangan pada folikel rambut dan jaringan yang biasanya mengalami nekrosis ini disebabkan oleh staphylococcus aureus.




Furunkel (Bisul)


Etiologi
Etiologinya kebanyakan oleh  Staphylococcus aureus, merupakan sel-sel berbentuk bola atau coccus Gram positif yang berpasangan berempat dan berkelompok. Staphylococcus aureus merupakan bentuk koagulase positif, ini yang membedakannya dari spesies lain, dan merupakan patogen utama bagi manusia. Pada Staphylococcus koagulase negatif merupakan flora normal manusia. Staphylococcus menghasilkan katalase yang membedakannya dengan streptococcus.

Gejala
  • Mula-mula nodul kecil yang mengalami peradangan pada folikel rambut, kemudian menjadi pustula dan mengalami nekrosis dan menyembuh setelah pus keluar. Proses nekrosis ini biasanya berlangsung selama 2 hari – 3 minggu.
  • Nyeri, pada daerah tersebut terutama pada yang akut.
  • Gejala konstitusional yang sedang (panas badan, malaise, mual).
  • Terdapat satu atau lebih dan dapat kambuh kembali.
  • Tempat predileksi : muka, leher, lengan, pergelangan tangan dan jari-jari tangan, pantat dan daerah anogenital. 

Cara Mendiagnosa
Diagnosis furunkel dapat ditegakkan secara klinis mengingat gambaran klinisnya yang khas yaitu lesi awal berupa infiltrat kecil, membesar membentuk nodul eritematosa berbentuk kerucut, nyeri, terdapat core (mata bisul), kemudian melunak menjadi abses, pecah, terbentuk ulkus. Tetapi untuk lebih menegakkan diagnosisnya yaitu dari segi :
  1. Anamnesis : timbul bisul atau benjolan yang nyeri dan ada matanya.
  2. Pemeriksaan fisik khususnya efloresensi nodul eritema berbentuk kerucut, dan ditengahnya terdapat core
  3. Pemeriksaan penunjang : pengecatan Gram, kultur dan tes sensitivitas

Diagnosis Banding
Diagnosis banding furunkolosis adalah folikulitis dan karbunkel. Antara furunkolosis dan folikulitis dapat dibedakan dari segi efloresensinya kalau pada folikulitis berupa macula eritematus, papula, pustula, tidak terdapat core dan jaringan disekitarnya tidak meradang. Antara furunkolosis dengan karbunkel, dapat dibedakan dari segi efloresensinya mirip dengan furunkel hanya saja ukurannya lebih besar dan mata bisulnya lebih dari satu, dan biasanya sering dijumpai pada penderita Diabetes Militus. 

Penatalaksanaan
Adapun penatalaksanaan untuk furunkel atau furunkolosisi adalah sebagai berikut :
  1. Umum : atasi faktor predisposisi
  2. Medikamentosa
  • Untuk mempercepat drainase, kompres dengan air hangat atau povidon 1% (encerkan 1:10) 2 kali sehari selama 10-15 menit, setelah itu baru dioleskan antibiotik
  • Simptomatik
  • Sistemik diberikan antibiotic, seperti : Koksasilin 3 x 500 mg per oral/ hari selama 5-7 hari atau Cefadroksil 2 x 500 mg peroral/ hari selama 10-14 hari bila alergi terhadap penisilin diberikan eritromisin, pada furunkel maligna diberikan sefotaksim 1 gram intramuskuler per 8 jam selama 10 hari.

Rabu, 16 November 2011

Dermatitis Atopik

Definisi
Dermatitis atopik (DA) adalah penyakit kulit reaksi inflamasi yang didasari oleh faktor herediter dan faktor lingkungan, bersifat kronik residif dengan gejala eritema, papula, vesikel, kusta, skuama dan pruritus yang hebat. Bila residif biasanya disertai infeksi, atau alergi, faktor psikologik, atau akibat bahan kimia atau iritan.


Dermatitis atopik atau eksema adalah peradangan kronik kulit yang kering dan gatal yang umumnya dimulai pada awal masa kanak-kanak. Eksema dapat menyebabkan gatal yang tidak tertahankan, peradangan, dan gangguan tidur.  Penyakit ini dialami sekitar 10-20% anak. Umumnya episode pertama terjadi sebelum usia 12 bulan dan episode-episode selanjutnya akan hilang timbul hingga anak melewati masa tertentu. Sebagian besar anak akan sembuh dari eksema sebelum usia 5 tahun. Sebagian kecil anak akan terus mengalami eksema hingga dewasa.

Penyakit ini dinamakan dermatitis atopik oleh karena kebanyakan penderitanya memberikan reaksi kulit yang didasari oleh IgE dan mempunyai kecenderungan untuk menderita asma, rinitis atau keduanya di kemudian hari yang dikenal sebagai allergic march. Walaupun demikian, istilah dermatitis atopik tidak selalu memberikan arti bahwa penyakit ini didasari oleh interaksi antigen dengan antibodi. Nama lain untuk dermatitis atopik adalah eksema atopik, eksema dermatitis, prurigo Besnier, dan neurodermatitis.

Diperkirakan angka kejadian di masyarakat adalah sekitar 1-3% dan pada anak < 5 tahun sebesar 3,1% dan prevalensi DA pada anak  meningkat 5-10% pada 20-30 tahun terakhir.
Sangat mungkin peningkatan prevalensi ini berasal dari faktor lingkungan, seperti  bahan kimia industri, makanan olahan, atau benda asing lainnya. Ada dugaan bahwa peningkatan ini juga disebabkan perbaikan prosedur diagnosis dan pengumpulan data.
Dermatitis

Patogenesis
Sampai saat ini etiologi maupun mekanisme yang pasti DA belum semuanya diketahui, demikian pula pruritus pada DA. Tanpa pruritus diagnosis DA tidak dapat ditegakkan. Rasa gatal dan rasa nyeri sama-sama memiliki reseptor di taut dermoepidermal, yang disalurkan lewat saraf C tidak bermielin ke saraf spinal sensorik yang selanjutnya diteruskan ke talamus kontralateral dan korteks untuk diartikan. Rangsangan yang ringan, superfisial dengan intensitas rendah menyebabkan rasa gatal, sedangkan yang dalam dan berintensitas tinggi menyebabkan rasa nyeri. Sebagian patogenesis DA  dapat dijelaskan secara imunologik dan nonimunologik.
  1. Multifaktor DA mempunyai penyebab multi faktorial antara lain faktor genetik, emosi, trauma, keringat, imunologik
  2. Respon Imun Sistemik Terdapat IFN-g yang menurun. Interleukin spesifik alergen yang diproduksi sel T pada darah perifer (interleukin IL-4, IL-5 dan IL-13) meningkat. Juga terjadi Eosinophilia dan peningkatan IgE.
  3. Imunopatologi Kulit  Pada DA, sel T yang infiltrasi ke kulit adalah CD45RO+. Sel T ini menggunakan CLA maupun reseptor lainnya untuk mengenali dan menyeberangi endotelium pembuluh darah. Di pembuluh darah perifer pasien DA, sel T subset CD4+ maupun subset CD8+ dari sel T dengan petanda CLA+CD45RO+ dalam status teraktivasi (CD25+, CD40L+, HLADR+). Sel yang teraktivasi ini mengekspresikan Fas dan Fas ligand yang menjadi penyebab apoptosis. Sel-sel itu sendiri tidak menunjukkan apoptosis karena mereka diproteksi oleh sitokin dan protein extracellular matrix (ECM). Sel-sel T tersebut mensekresi IFN g yang melakukan upregulation Fas pada keratinocytes dan menjadikannya peka terhadap proses apoptosis di kulit. Apoptosis keratinocyte diinduksi oleh Fas ligand yang diekspresi di permukaan sel-sel T atau yang berada di microenvironment
  4. Respon imun kulit Sel-sel T baik subset CD4+ maupun subset CD8+ yang diisolasi dari kulit (CLA+ CD45RO+ T cells) maupun dari darah perifer, terbukti mensekresi sejumlah besar IL-5 dan IL-13, sehingga dengan kondisi ini lifespan dari eosinofil memanjang dan terjadi induksi pada produksi IgE. Lesi akut didominasi oleh ekspresi IL-4 dan IL-13, sedangkan lesi kronik didominasi oleh ekspresi IL-5, GM-CSF, IL-12, dan IFN-g serta infiltrasi makrofag dan eosinofil
  5. Genetik Pengaruh gen maternal sangat kuat. Ada peran kromosom 5q31-33, kromosom 3q21, serta kromosom 1q21 and 17q25. Juga melibatkan gen yang independen dari mekanisme alergi. Ada peningkatan prevalensi HLA-A3 dan HLA-A9. Pada umumnya berjalan bersama penyakit atopi lainnya, seperti asma dan rhinitis. Resiko seorang kembar monosigotik yang saudara kembarnya menderita DA adalah 86%.
Reaksi imunologis DA
Sekitar 70% anak dengan DA mempunyai riwayat atopi dalam keluarganya seperti asma bronkial, rinitis alergi, atau dermatitis atopik. Sebagian besar anak dengan DA (sekitar 80%), terdapat peningkatan kadar IgE total dan eosinofil di dalam darah. Anak dengan DA terutama yang moderat dan berat akan berlanjut dengan asma dan/atau rinitis alergika di kemudian hari (allergic march), dan semuanya ini memberikan dugaan bahwa dasar DA adalah suatu penyakit atopi.

Ekspresi sitokin
Keseimbangan sitokin yang berasal dari Th1 dan Th2 sangat berperan pada reaksi inflamasi penderita Dermatitis Atopik (DA). Pada lesi yang akut ditandai dengan kadar Il-4, Il-5, dan Il-13 yang tinggi sedangkan pada DA yang kronis disertai kadar Il-4 dan Il-13 yang lebih rendah, tetapi kadar Il-5, GM-CSF (granulocyte-macrophage colony-stimulating factor), Il-12 dan INFg lebih tinggi dibandingkan pada DA akut.

Anak dengan bawaan atopi lebih mudah bereaksi terhadap antigen lingkungan  (makanan dan inhalan), dan menimbulkan sensitisasi terhadap reaksi hipersentivitas tipe I. Imunitas  seluler dan respons terhadap reaksi hipersensitivitas tipe lambat akan menurun pada 80% penderita dengan DA, akibat menurunnya jumlah limfosit T sitolitik (CD8+), sehingga rasio limfosit T sitolitik (CD 8+) terhadap limfosit T helper (CD4+) menurun dengan akibat kepekaan terhadap infeksi virus, bakteri,  dan jamur meningkat.

Di antara mediator yang dilepaskan oleh sel mast, yang berperan pada pruritus adalah vasoaktif amin, seperti histamin, kinin, bradikinin, leukotrien, prostaglandin dan sebagainya, sehingga dapat dipahami bahwa dalam penatalaksanaan DA, walaupun antihistamin sering digunakan, namun hasilnya tidak terlalu menggembirakan dan sampai saat ini masih banyak silang pendapat para ahli mengenai manfaat antihistamin pada DA. 
Trauma mekanik (garukan) akan melepaskan TNF-a dan sitokin pro inflammatory lainnya di epidermis, yang selanjutnya akan meningkatkan kronisitas DA dan bertambah beratnya eksema.

Antigen Presenting Cells
Kulit penderita DA mengandung sel Langerhans (LC) yang mempunyai afinitas tinggi untuk mengikat antigen asing (Ag) dan IgE lewat reseptor FceRI pada permukaannya, dan beperan untuk mempresentasikan alergen ke limfosit Th2, mengaktifkan sel memori Th2 di kulit dan yang juga berperan mengaktifkan Th0 menjadi Th2 di dalam sirkulasi.

Faktor non imunologis 
Faktor non imunologis yang menyebabkan rasa gatal pada DA antara lain adanya faktor genetik, yaitu kulit DA yang kering (xerosis). Kekeringan kulit diperberat oleh udara yang lembab dan panas, banyak berkeringat, dan bahan detergen yang berasal dari sabun. Kulit yang kering akan menyebabkan nilai ambang rasa gatal menurun, sehingga dengan rangsangan yang ringan seperti iritasi wol, rangsangan mekanik, dan termal akan mengakibatkan rasa gatal.

Faktor-faktor Pencetus
Makanan
Berdasarkan hasil Double Blind Placebo Controlled Food Challenge (DBPCFC), hampir 40% bayi dan anak dengan DA sedang dan berat mempunyai riwayat alergi terhadap makanan. Bayi dan anak dengan alergi makanan umumnya disertai uji kulit (skin prick test) dan kadar IgE spesifik positif terhadap pelbagai macam makanan. Walaupun demikian uji kulit positif terhadap suatu makanan tertentu, tidak berarti bahwa penderita tersebut alergi terhadap makanan tersebut, oleh karena itu masih diperlukan suatu uji eliminasi dan provokasi terhadap makanan tersebut untuk menentukan kepastiannya.

Alergen hirup
Alergen hirup sebagai penyebab DA dapat lewat kontak, yang dapat dibuktikan dengan uji tempel, positif pada 30-50% penderita DA, atau lewat inhalasi. Reaksi positif dapat terlihat pada alergi tungau debu rumah (TDR), dimana pada pemeriksaan in vitro (RAST), 95% penderita DA mengandung IgE spesifik positif terhadap TDR dibandingkan hanya 42% pada penderita asma di Amerika Serikat. Perlu juga diperhatikan bahwa DA juga bisa diakibatkan oleh alergen hirup lainnya seperti bulu binatang rumah tangga, jamur atau ragweed di negara-negara dengan 4 musim.

Infeksi kulit
Penderita dengan DA mempunyai tendensi untuk disertai infeksi kulit oleh kuman umumnya Staphylococcus aureus, virus dan jamur. Stafilokokus dapat ditemukan pada 90% lesi penderita DA dan jumlah koloni bisa mencapai 107 koloni/cm2 pada bagian lesi tersebut. Akibat infeksi kuman Stafilokokus akan dilepaskan sejumlah toksin yang bekerja sebagai superantigen, mengaktifkan makrofag dan limfosit T, yang selanjutnya melepaskan histamin. Oleh karena itu penderita DA dan disertai infeksi harus diberikan kombinasi antibiotika terhadap kuman stafilokokus dan steroid topikal.

Manifestasi Klinis
Umumnya gejala DA timbul sebelum bayi berumur 6 bulan, dan jarang terjadi di bawah usia 8 minggu. Dermatitis atopik dapat menyembuh dengan bertambahnya usia, tetapi dapat pula menetap bahkan meluas dan memberat sampai usia dewasa. Terdapat kesan bahwa makin lama dan makin berat dermatitis yang diderita semasa bayi makin besar kemungkinan dermatitis tersebut menetap sampai dewasa, sehingga perjalanan penyakit dermatitis atopik sukar diramalkan.
Terdapat tiga bentuk klinis dermatitis atopik, yaitu bentuk infantil, bentuk anak, dan bentuk dewasa.
  • Bentuk infantil Secara klinis berbentuk dermatitis akut eksudatif dengan predileksi daerah muka terutama pipi dan daerah ekstensor ekstremitas. Bentuk ini berlangsung sampai usia 2 tahun. Predileksi pada muka lebih sering pada bayi yang masih muda, sedangkan kelainan pada ekstensor timbul pada bayi sel sudah merangkak. Lesi yang paling menonjol pada tipe ini adalah vesikel dan papula, serta garukan yang menyebabkan krusta dan terkadang infeksi sekunder. Gatal merupakan gejala yang mencolok sel bayi gelisah dan rewel dengan tidur yang terganggu. Pada sebagian penderita dapat disertai infeksi bakteri maupun jamur.
  • Bentuk anak Seringkali bentuk anak merupakan lanjutan dari bentuk infantil, walaupun diantaranya terdapat suatu periode remisi. Gejala klinis ditandai oleh kulit kering (xerosis) yang lebih bersifat kronik dengan predileksi daerah fleksura antekubiti, poplitea, tangan, kaki dan periorbita.
  • Bentuk dewasa DA bentuk dewasa terjadi pada usia sekitar 20 tahun. Umumnya berlokasi di daerah lipatan, muka, leher, badan bagian atas dan ekstremitas. Lesi berbentuk dermatitis kronik dengan gejala utama likenifikasi dan skuamasi.
Stigmata pada dermatitis atopik Terdapat beberapa gambaran klinis dan stigmata yang terjadi pada DA, yaitu:  

  • ‘White dermatographism’ Goresan pada kulit penderita DA akan menyebabkan kemerahan dalam waktu 10-15 detik diikuti dengan vasokonstriksi yang menyebabkan garis berwarna putih dalam waktu 10-15 menit berikutnya.
  • Reaksi vaskular paradoksal  Merupakan adaptasi terhadap perubahan suhu pada penderita DA. Apabila ekstremitas penderita DA mendapat pajanan hawa dingin, akan terjadi percepatan pendinginan dan perlambatan pemanasan dibandingkan dengan orang normal.
  • Lipatan telapak tangan  Terdapat pertambahan mencolok lipatan pada telapak tangan meskipun hal tersebut bukan merupakan tanda khas untuk DA.
  • Garis Morgan atau Dennie  Terdapat lipatan ekstra di kulit bawah mata.
  • Sindrom ‘buffed-nail’  Kuku terlihat mengkilat karena selalu menggaruk akibat rasa sangal gatal.
  • ‘Allergic shiner’ Sering dijumpai pada penderita penyakit alergi karena gosokan dan garukan berulang jaringan di bawah mata dengan akibat perangsangan melanosit dan peningkatan timbunan melanin.
  • Hiperpigmentasi Terdapat daerah hiperpigmentasi akibat garukan terus menerus.
  • Kulit kering Kulit penderita DA umumnya kering, bersisik, pecah-pecah, dan berpapul folikular hiperkeratotik yang disebut keratosis pilaris. Jumlah kelenjar sebasea berkurang sehingga terjadi pengurangan pembentukan sebum, sel pengeluaran air dan xerosis, terutama pada musim panas.
  • ‘Delayed blanch’  Penyuntikan asetilkolin pada kulit normal menghasilkan keluarnya keringat dan eritema. Pada penderita atopi akan terjadi eritema ringan dengan delayed blanch. Hal ini disebabkan oleh vasokonstriksi atau peningkatan permeabilitas kapiler.
  • Keringat berlebihan  Penderita DA cenderung berkeringat banyak sehingga pruritus bertambah.
  • Gatal dan garukan berlebihan  Penyuntikan bahan pemacu rasa gatal (tripsin) pada orang normal menimbulkan gatal selama 5-10 menit, sedangkan pada penderita DA gatal dapat bertahan selama 45 menit.

Variasi musim
Mekanisme terjadinya eksaserbasi sesuai dengan perubahan musim belum difahami secara menyeluruh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelembaban nisbi tinggi musim baik pada kekeringan kulit penderita DA. Pada daerah dengan kelembaban nisbi tinggi musim panas berpengaruh buruk, sedangkan lingkungan sejuk dan kering akan berpengaruh baik pada kulit penderita DA.

Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala, hasil pemeriksaan fisik dan riwayat penyakit rinitis alergika atau asma pada keluarga penderita.

Pengobatan
Krim atau salep corticosteroid bisa mengurangi ruam dan mengendalikan rasa gatal Eksim.
Krim corticosteroid yang dioleskan pada daerah yang luas atau dipakai dalam jangka panjang bisa menyebakan masalah kesehatan yang serius, karena obat ini diserap ke dalam aliran darah.
Jika krim atau salep sudah tidak efektif lagi, maka digantikan oleh jeli minyak selama 1 minggu atau lebih. Mengoleskan jeli minyak atau minyak sayur bisa membantu menjaga kehalusan dan kelembaban kulit.
Jika digunakan kembali setelah pemakaiannya dihentikan sesaat, corticosteroid menjadi efektif kembali.

Pada beberapa penderita, ruam semakin memburuk setelah mereka mandi, bahkan sabun dan air menyebabkan kulit menjadi kering dan penggosokan dengan handuk bisa menyebabkan iritasi.
Karena itu dianjurkan untuk lebih jarang mandi, tidak terlau kuat mengusap-usap kulit dengan handuk dan mengoleskan minyak atau pelumas yang tidak berbau (misalnya krim pelembab kulit).

Antihistamin (difenhidramin, hydroxizini) bisa mengendalikan rasa gatal, terutama dengan efek sedatifnya.
Obat ini menyebabkan kantuk, jadi sebaiknya diminum menjelang tidur malam hari.

Kuku jari tangan sebaiknya tetap pendek untuk mengurangi kerusakan kulit akibat garukan dan mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi.
Penderita sebaiknya belajar mengenali tanda-tanda dari infeksi kulit pada dermatitis atopik (yaitu kulit bertambah merah, pembengkakan, terdapat gurat-gurat merah dan demam).
Jika terjadi infeksi, diberikan antibiotik.

Tablet dan kapsul corticosteroid bisa menimbulkan efek samping yang serius, karena itu hanya digunakan sebagai pilihan terakhir pada kasus yang membandel.
Obat ini bisa menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, kelemahan tulang, penekanan kelenjar adrenal dan masalah lainnya, terutama pada anak-anak. Selain itu, efeknya yang menguntungkan hanya bertahan sebentar.

Pada dewasa bisa dilakukan terapi dengan sinar ultraviolet ditambah psoralen dosis oral.
Terapi ini jarang dilakukan pada anak-anak karena efeks samping jangka panjang yang berbahaya, yaitu kanker kulit dan katarak.

Pencegahan
Menghindari kulit kering dapat menjadi salah satu faktor dalam membantu mencegah serangan di masa depan dermatitis. Tips ini dapat membantu Anda meminimalkan efek pengeringan mandi pada kulit Anda: 
  1. Frekwensi mandi. Kebanyakan orang yang rentan terhadap dermatitis atopik tidak perlu mandi setiap hari. Coba satu atau dua hari tanpa mandi. Ketika Anda melakukan mandi, batasi diri Anda hanya 15 sampai 20 menit, dan menggunakan air hangat, bukan panas. Menggunakan minyak mandi juga dapat membantu. 
  2. Gunakan hanya sabun tertentu atau deterjen sintetis. Pilih sabun ringan yang bersih tanpa berlebihan menghapus minyak alami. Deodoran dan sabun antibakteri mungkin membuatlebih kering kulit Anda. Gunakan sabun hanya pada wajah, ketiak, daerah genital, tangan dan kaki. Gunakan air bersih di tempat lain. 
  3. Keringkan diri Anda dengan cermat. Lap kulit Anda dengan cepat dengan telapak tangan Anda, atau tepuk dengan lembut kulit Anda dengan handuk kering lembut setelah mandi.
  4. Melembabkan kulit Anda. Pelembab menahan kulit Anda agar air tidak hilang. Pelembab tebal bekerja dengan baik. Anda mungkin juga ingin menggunakan kosmetik yang mengandung pelembab. Jika kulit Anda sangat kering, Anda mungkin ingin memakai minyak, seperti baby oil, sewaktu kulit Anda masih basah. Minyak memiliki daya tahan lebih daripada pelembab mencegah penguapan air dari permukaan kulit Anda. 

Minggu, 13 November 2011

Folikulitis

Definisi
Radang folikel rambut, terutama disebabkan oleh S.aureus. Terdapat dua jenis yaitu folikulitis superfisialis yaitu bila lesi hanya sampai di epidermis dan folikulitis profunda bila lesi mencapai dermis.

Gambar. Folikulitis


Gejala
  1. Ruam ( Kemerahan pada daerah kulit)
  2. Pustula yang terletak di sekitar folikel rambut
  3. Gatal di kulit 
Tatalaksana
* Umum : Atasi faktor predisposisi
* Medik : Antibiotik, terutama topikal yang efektif terhadap stafilokokus misalnya gentamisin atau neomisin sulfat 3-4 kali sehari selama 7-10 hari. Antibiotik sistemik digunakan bila lesi berjumlah banyak dan pada pasien immunocompromissed, digunakan dari golongan aminopenisilin (Amoksisilin dengan dosis dewasa 3x500 mg, anak kurang dari 10 tahun 3x125-250 mg, diminum sesudah makan, atau ampisilin 4x500 mg, anak kurang dari 10 tahun dosisnya setengah dari dosis dewasa diminum 30 menit sebelum makan) atau eritromisin dengan dosis dewasa 4x500 mg, anak kurang dari 10 tahun setengah dari dosis dewasa, sesudah makan. selain itu anjurkan pasien untuk membersihkan lesi dengan sabun antiseptik (Betadine) 2 kali sehari. Untuk mempercepat drainase, kompres dengan air hangat atau popidon iodion 1 % diencerkan (1:10) 2 kali sehari selama 15 menit, setelah itu baru dioleskan antibiotik. Simtomatik, bila terasa sangat gatal dapat diberikan antihistamin sedatif secara oral atau topikal yaitu hidrokortison cream 1 % dioleskan tipis kepermukaan kulit yang gatal diatas antibiotik 2 kali sehari.
* Pencegahan : Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada folikulitis superfisialis dan profunda tindakan yang perlu dilakkan adalah meminimalkan gesekan pakaian, dan menjaga kebersihan kulit.

Sabtu, 23 April 2011

Penyakit Kusta

Kusta adalah penyakit menular, menahun yang disebabkan oleh kuman kusta (mycobacterium leprae) yang menyerang kulit, saraf tepi, dan jaringan tubuh lainnya. Bila tidak terdiagnosis dan diobati secara dini, akan menimbulkan kecacatan menetap.

Jika sudah terjadi cacat, umumnya akan menyebabkan penderitanya dijauhi, dikucilkan, diabaikan oleh keluarga dan sulit mendapatkan pekerjaan.

Mereka menjadi sangat tergantung secara fisik dan finansial kepada orang lain yang pada akhirnya berujung pada 8akhirnya berujung pada kemiskinan.

Tingkat kecacatan kusta:
Tingkat 0, normal.
Tingkat I, mati rasa pada telapak tangan dan atau telapak kaki. Tingkat II, kelopak mata tidak menutup, jari tangan maupun jari kaki memendek, bengkok dan luka.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan regimen Multy Drug Therapy (MDT) sebagai pengobatan kusta. Sejumlah negara telah melaksanakan pengobatan MDT dan mencapai hasil memuaskan.

Obat MDT diberikan secara gratis di Puskesmas. Dosis pertama harus diminum di depan petugas Puskesmas dan untuk selanjutnya obat diminum sesuai petunjuk dalam blister.

Dalam Global Strategy for Further Reducing the Disease Burden Due To Leprosy 2011-2015 yang dicanangkan WHO, disebutkan target global yang hendak dicapai tahun 2015 yaitu penurunan 35% angka cacat yang kelihatan (tingkat II) pada tahun 2015 dari data tahun 2010. Hal ini relevan untuk dicapai dengan melihat besarnya beban akibat kecacatan kusta.

Pada 28 Januari 2011 lalu, bertepatan dengan peringatan Hari Kusta Sedunia ke 58, Menkes mencanangkan Tahun Pencegahan Cacat Kusta 2011. Kegiatan tahun pencegahan cacat mengarah pada petugas kesehatan untuk dapat mendeteksi dan menangani kusta dengan benar, agar tidak terjadi kecacatan lebih lanjut.

Sumber:
http://sehatnews.com/penyakit-a-z/k/6396-Kusta.html

Artikel Terkait:

Jumat, 17 Desember 2010

Penyakit Cacar Air (Chicken Pox)

Penyakit Cacar Air (Chicken Pox)DEFINISI
Penyakit cacar air atau chicken pox biasa menyerang anak-anak. Cacar air disebabkan oleh virus varisella zoster dan termasuk penyakit yang mudah menular. Terutama anak atau orang dewasa yang belum pernah diberi vaksin cacar air sehingga tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.

Pada tubuh penderita akan tumbuh bintil-bintil kecil berisi cairan. Bintil-bintil ini akan membuat si penderita merasa gatal di sekujur badan yang ditumbuhi bintil.


GEJALA
Gejala biasanya baru tampak setelah beberapa hari setelah terinfeksi. Biasanya penderita akan mengeluh sakit kepala, perut tidak enak, demam, dan meriang. Terdapat tanda berwarna merah seperti digigit serangga di kulit, serta tumbuh bintil berisi cairan.


PENANGANAN
Dokter biasanya akan memberikan obat antibiotik dan obat penurun demam pada penderita cacar air. Penyakit ini biasanya akan sembuh dalam jangka waktu lima hingga tujuh hari. Tujuan lain penanganan adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi seperti peradangan pada sendi, hati, ataupun jantung. Kebersihan lingkungan di sekitar pasien turut membantu proses penyembuhan dan mencegah terjadinya komplikasi lanjutan.

Penderita cacar air sebaiknya tidak menggaruk bintil kecil tersebut meski rasanya gatal. Jika bintil tersebut pecah, luka akibat garukan tersebut bisadimasuki oleh kuman lain hingga terjadi infeksi lanjutan dan memperlambat proses penyembuhan.

Rabu, 15 Desember 2010

Penyakit Bisul

BisulDEFINISI
Bisul adalah nanah yang terakumulasi di sebuah rongga pada jaringan tubuh.


GEJALA
Gejalanya sangat bervariasi. Mulai dari yang paling ringan berupa benjolan kecil berwarna merah hingga benjolan yang ukurannya sangat besar, berwarna merah, ada bintik putih yang kerap disebut “mata bisul”. Seringkali benjolan bisul tumbuh disertai dengan nyeri pada daerah pembengkakkan dan demam.


PENYEBAB
Bisul disebabkan oleh kuman Staphylococcus aureus. Infeksi kuman ini akan menimbulkan peradangan. Makin parah infeksi, makin parah pula peradangannya.

Banyak hal yang membuat kuman Staphylococcus aureus hinggap di tubuh. Diantaranya faktor kebersihan, kebersihan baik lingkungan maupun individu. Faktor lain adalah menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terserang infeksi kuman. Biasanya faktor penyebab merupakan kombinasi antara kebersihan yang kurang, daya tahan tubuh menurun, serta asupan makanan yang tidak seimbang.

Karena berkaitan dengan faktor makanan, banyak orang yang beranggapan jika bisul disebabkan akibat terlalu banyak makan telur. Sebagian lain menganggap bisul merupakan proses tubuh untuk mengeluarkan darah kotor. Semua anggapan tersebut tidaklah benar.


PENANGANAN
Bisul sebaiknya ditangangi sejak masih kecil. Jangan tunggu hingga bisul membesar atau "matang" karena bisa menimbulkan gejala yang lebih parah dan kerusakan jaringan yang bisa menimbulkan bekas di kulit.

Bisul kecil bisa diobati dengan dengan salep antibiotik. Jika terlanjur membesar dan bernanah, jangan dipencet sendiri. Sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan optimal. Biasanya dokter akan melakukan mengeluarkan nanah tersebut melalui proses pengirisan. Dengan demikian kulit bisa sembuh sempurna tanpa cacat berupa jaringan parut. Obat antibiotik, antidemam, dan antinyeri juga bisa diberikan sebagai penunjang.

Selasa, 28 September 2010

Lamellar Ichthyosis

Lamellar IchthyosisDEFINISI
Penyakit Lamellar Ichthyosis kadang-kadang disebut penyakit sisik ikan atau ichthyosis vulgaris merupakan kelainan kulit turunan yang menyebabkan sel-sel kulit mati menumpuk tebal, kering seperti sisik pada permukaan kulit.


PENYEBAB
Kulit terbarukan tanpa henti. Sel-sel kulit baru di dasar epidermis mendorong kulit lama ke permukaan kulit, di mana mereka akhirnya menyusut, rata dan mati.

Hal ini terjadi ketika produksi sel-sel kulit terlalu cepat atau kulit alami proses shedding terlalu lambat. Hal ini menyebabkan sel-sel kulit mati terkumpul menjadi serpih tebal yang menempel pada permukaan luar kulit. Serpih tebal inilah yang menyerupai sisik ikan.


GEJALA
Penyakit ini hadir pada saat lahir dan berlangsung sepanjang hidup. Bayi yang lahir terbungkus membran yang setelah 10 sampai 14 hari memperlihatkan kulit yang ditutupi sisik. Sisik ini berkisar dari halus dan putih ke tebal dan gelap dan umumnya terjadi di seluruh tubuh, dan lebih besar terkumpul di kaki. Lamellar ichthyosis dapat membuat cacat dan dapat menyebabkan penderitaan psikologis yang besar bagi penderita yang sebagian besar anak-anak.


PERAWATAN DAN PENCEGAHAN
Obat untuk penyembuhan penyakit ini belum ditemukan. Dokter biasanya hanya memberikan salep, krim atau gel yng berguna menghaluskan sisiknya. Namun bila kulit sudah terlalu keras dan parah, dokter akan menyuntikkan retinoid. Yang bisa memperlambat tumbuhnya sel kulit, tetapi obat ini memiliki efek samping
yang tidak kalah berbahaya seperti peradangan pada mata, dan bibir, lalu rambut rontok.

Selasa, 31 Agustus 2010

Alergi

alergiDEFINISI
Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi melawan zat asing seperti racun serangga serbuk tanaman, atau racun hewan.

Alergi ini bisa bereaksi pada berbagai hal. Tiap orang bisa berbeda faktor pencetus alergi. Alergi yang sering dijumpai dalam kehidupan adalah ketika sistem kekebalan tubuh salah mendeteksi. Zat yang seharusnya tidak berbahaya dianggap berbahaya oleh tubuh. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh memproduksi zat untuk mengusir zat asing tersebut.

Alergi juga tidak bisa disembuhkan. Meski demikian banyak terapi yang bisa dicoba untuk mengurangi gejala yang timbul akibat alergi.


GEJALA
Gejala yang paling mudah dan sering ditemui pada orang alergi adalah kulit yang berwarna merah dan gatal. Sebenarnya ada banyak gejala alergi, bergantung dari zat yang menjadi pencetusnya. Gejala bisa muncul pada saluran nafas, kulit, ataupun saluran pencernaan. Jadi tidak hanya berwujud pada kulit berupa bercak merah saja. Bahkan pada beberapa jenis alergi bisa membahayakan karena bereaksi terhadap organ vital seperti hati dan jantung.


PENYEBAB
Banyak hal yang bisa mencetuskan terjadinya alergi. Zat yang berasal dari udara, air, atau benda padat bisa menyebabkan alergi. Makanan, obat, dan bahan pakaian pun bisa menjadi penyebab terjadinya alergi. Bahkan beberapa wanita dilaporkan menderita alergi sperma pasangannya.


PENANGANAN
  • Hindari faktor pencetus alergi. Jika sudah mengetahui faktor yang menyebabkan kambuhnya alergi sebaiknya dihindari. Langkah ini merupakan cara pencegahan yang paling ampuh untuk mengatasi alergi
  • Terapi obat. Banyak obat yang bisa digunakan untuk mengatasi gejala akibat alergi. Tergantung dari apa penyebab alergi dan bagian tubuh mana yang merasakan gejala. Meski demikian, obat-obat tersebut sebaiknya digunakan dengan resep dokter.
  • Imunisasi. Beberapa jenis alergi yang tidak mempan ditangani dengan obat bisa diberi imunisasi.

Jumat, 05 Februari 2010

Paronychia Kronis

DEFINISI
Paronychia kronis adalah peradangan berulang atau berlangsung lama pada lapisan kuku, biasanya pada jari tangan.

Paronychia kronis terjadi hampir selalu pada orang yang tangannya basah sekali (misalnya, pencuci piring, bartender, dan pembantu), terutama sekali jika mereka menderita diabetes atau sistem kekebalan yang terganggu. Jamur candida seringkali hadir, tetapi peranan yang menyebabkan paronychia kronis tidak jelas karena menghilangkan jamur dengan sempurna tidak selalu menyembuhkan kondisi tersebut.

Paronychia kronis kemungkinan akibat pada peradangan peradangan kulit yang teriritasi (dermatitis) sebagai akibat lain koloni candida.


GEJALA
Lapisan kuku terasa sakit sekali dan merah pada paronychia akut, tetapi nanah biasanya tidak menumpuk. Seringkali terdapat kehilangan pada kutikula dan pelepasan lapisan kuku dari piring kuku. Ruang kemudian terbentuk yang membiarkan iritan dan mikroorganisme untuk masuk. Kuku menjadi menyimpang.


DIAGNOSA
Dokter membuat diagnosa dengan memeriksa jari yang terkena.


PENGOBATAN
Menjaga tangan tetap kering dan terlindungi bisa membantu terbentuk kutikula dan menutup ruang diantara lipatan kulit dan piring kuku. Sarung tangan atau krim pelindung digunakan jika bersentuhan dengan air diperlukan. Krim kortikosteroid dioleskan ke kuku kemungkinan sangat membantu, pengobatan anti jamur sangat menolong hanya untu mengurangi organisma jamur.

Mengoleskan larutan thymol pada ethanol beberapa kali sehari pada daerah yang terbentuk dengan menghilangkan kutikulamembantu menjaga daerah tersebut kering dan bebas dari mikroorganisme.

Tumor Pada Kuku

DEFINISI
Tumor jinak dan ganas bisa mempengaruhi kuku, menyebabkan kelainan bentuk. Tumor ini termasuk kista myxoid yang bukan kanker, pyogenic granulomas, tumor glomus, penyakit bowen (bentuk awal kanker kulit), squamos cell carcinoma, dan malignant melanoma. Ketika dokter menduga adanya kanker, mereka melakukan sebuah biopsi dan bisa merekomendasikan pengangkatan tuntas pada tumor secepatnya.

Tanda Hutchinson-hitam pucat pada daerah sekitar kuku, termasuk lunula (bentuk bulan sabit pada dasar kuku), kutikula, dan lipatan kuku (lipatan pada kuku keras yang tumpang tindih pada sisi kuku)-bisa berarti terdapat kanker di tempat kuku. Ketika tanda ini hadir, dokter melakukan biopsi dan pengobatan tumor jinak secepat mungkin.

Paronikia

DEFINISI
Paronikia adalah infeksi pada kulit di sekitar kuku jari tangan atau kuku jari kaki. Paronychia biasanya akut, tetapi kasus kronis bisa terjadi. Pada paronychia akut, bakteri (biasanya staphylococcus aureus atau streptococci) masuk melalui robekan pada kulit diakibatkan dari bintil kuku, trauma pada lapisan kuku (lapisan pada kulit keras yang tumpang tindih disisi kuku), hilangnya kutikula, atau iritasi kronis (seperti dari air dan detergent). Paronychia lebih umum pada orang yang menggigit atau menghisap jari-jari mereka. Pada kaki, infeksi seringkali mulai pada jari kaki yang tumbuh ke dalam.

Paronychia terjadi sepanjang garis tepi kuku (samping dan dasar lapisan kuku). Lebih dari berjalannya jam sampai hari, orang dengan paronychia mengalami rasa sakit, kehangatan, kemerahan, dan pembengkakan. Nanah biasanya terkumpul dibawah kulit sepanjang garis tepi kuku dan kadangkala di bawah kuku. Jarang, terutama pada orang yang memiliki diabetes atau gangguan lainnya yang menyebabkan minimnya sirkulasi, infeksi masuk kedalam jari tangan atau kaki dan bisa mengancam jari tangan atau, kasus ekstrem, tungkai dan lengan.


PENYEBAB
Biasanya penyebabnya adalah bakteri stafilokokus atau jamur.


GEJALA
Kulit tampak merah dan membengkak, bisa disertai lepuhan-lepuhan yang berisi nanah (terutama jika penyebabnya adalah bakteri). Kuku memiliki ruang yang terbatas, karena itu infeksi cenderung menimbulkan nyeri. Kuku bisa mengalami perubahan warna, bentuk atau terlepas dari bantalannya.




DIAGNOSA
Dokter membuat diagnosa dengan meneliti jari tangan atau kaki yang terinfeksi. Dalam tahap awal, paronychia kemungkinan diobati dengan antibiotik melauli mulut (seperti dicloxacillin, cephalexin, atau clindamycin) dan sering berendam air panas untuk meningkatkan aliran darah. jika nanah terkumpul, harus dikeringkan. Dokter memati rasakan jari tangan atau kaki dengan anestesi local (seperti lidocaine) dan mengangkat lapisan jari dengan alat. Memotong kulit yang biasanya tidak diperlukan. Kain kasa tipis dimasukkan untuk 24 sampai 487 jam untuk membiatkan daerah tersebut kering.


PENGOBATAN
Kompres hangat atau merendam kuku dalam air hangat, membantu meringankan nyeri dan pengeluaran nanah. Perendaman dalam air hangat juga meningkatkan peredaran darah sehingga membantu melawan infeksi. Kadang nanah harus dikeluarkan dengan membuat sayatan pisau bedah pada kantung nanah (abses). Jika terjadi penyebaran infeksi, diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut).

Jika penyebabnya adalah jamur, setelah nanah dikeluarkan, diberikan krim anti-jamur yang mengandung ketoconazole, ciclopirox atau miconazole dan direndam dalam air hangat. Jika infeksinya berat, diberikan obat anti-jamur per-oral.


PENCEGAHAN
Rawatlah dengan baik kuku dan kulit di sekitarnya. Jangan mengigit atau mencabut kuku. Lindungi kuku dari deterjen dan zat-zat kimia dengan mengenakan sarung tangan karet atau plastik.

Verruca Vulgaris Pada Kuku

DEFINISI
Verruca vulgaris adalah kutil umum. Verruca vulgaris disebabkan oleh infeksi dengan papillomavirus manusia dan sering menginfeksi kutikula dan kadangkala daerah di bawah kuku. Menggigit kuku (onychophagia) bisa menyebarkan infeksi ini. kutil pada daerah ini biasanya sulit untuk disembuhkan. Pembekuan (cryotherapy) dengan nitrogen cair kemungkinan efektif.

Kuku Jari Kaki yang Tumbuh ke Dalam

DEFINISI
Kuku jari kaki yang tumbuh ke dalam adalah keadaan dimana pinggiran kuku tumbuh ke dalam kulit di sekitarnya.


PENYEBAB
Kuku yang tumbuh ke dalam bisa terjadi ketika kelainan bentuk kuku jari kaki bertumbuh tidak semestinya ke dalam kulit atau ketika kulit di sekitar kuku cepat tumbuh dengan tidak normal dan menelan bagian kuku. Menggunakan sepatu yang sempit, dan tidak pas dan memotong kuku tersebut menjadi melengkung dengan pinggiran pendek daripada lurus melintang bisa menjadi penyebab atau memperburuk kuku jari kaki yang tumbuh ke dalam.


GEJALA
Kuku yang tumbuh ke dalam bisa tidak menghasilkan gejala-gejala pada awalnya tetapi dengan segera bisa menjadi menyakitkan, khusunya ketika tekanan mengenai daerah yang tumbuh ke dalam. Daerah tersebut biasanya merah dan menjadi hangat. Jika tidak diobati, daerah tersebut mudah menjadi infeksi. Ketika terinfeksi, daerah tersebut menjadi lebih menyakitkan, merah, dan bengkak. Nanah bisa menumpuk di bawah kulit di samping kuku (infeksi pada kutikula disebut paronychia) atau cantengen dan dikeringkan.


PENGOBATAN
Untuk kuku jari kaki yang tumbuh ke dalam ringan, dokter bisa dengan lembut mengangkat pinggiran kuku keluar dari bawah kulit disekitarnya dan menempatkan kapas steril di bawah kuku sampai bengkak tersebut hilang. Jika kuku yang tumbuh ke dalam memerlukan perhatian lebih, dokter biasanya memati rasakan daerah tersebut dengan bius lokal (seperti licodaine), kemudian memotong dan mengangkat bagian kuku yang tumbuh ke dalam. Peradangan bisa kemudian reda, dan kuku yang tumbuh ke dalam biasanya tidak terjadi lagi.

Sindrom Kuku Hijau

DEFINISI
Sindrom kuku hijau (Green Nail Syndrome)adalah infeksi dengan pseudomonas, salah satu jenis bakteri.

PENYEBAB
Sindrom kuku hijau disebabkan oleh infeksi spesies Pseudomonas. Yang biasanya berkembang di dalam orang yang mengalami onycholysis dan mereka yang tangannya sering di dalam air. Kuku di daerah onycholysis menjadi berwarna hijau. Daerah tersebut bisa diobati dengan berendam dalam cairan asam acetic 1% dua kali sehari atau dengan menghias kembali kuku tersebut dan mengobati daerah tersebut dengan cairan antibiotik.

Onikomikosis

GEJALA
Kuku yang terinfeksi memiliki bentuk yang tidak normal tetapi tidak gatal atau terasa sakit sekali. Infeksi ringan hanya memberikan sedikit gejala atau bahkan tidak menimbulkan gejala. Pada infeksi yang lebih berat, kuku tampak keputihan, menebal dan terlepas dari dasar kuku. Biasanya sisa-sisa peradangan terkumpul dibawah ujung kuku.


PENYEBAB
Sekitar 10% orang yang mengalami onychomycosis, yang mana sering sekali mempengaruhi jari kaki dibandingakn dengan jari tangan. Jamur bisa diperoleh melaui hubungan dengan orang yang terinfeksi atau berhubungan dengan permukaan seperti lantai kamar mandi dimana jamur tersebut ada. Jamur biasanya terjadi sebagai bagian pada infeksi yang disebut kaki atlet. Orang yang lebih tua, orang yang menderita diabetes, dan orang yang sedikit sirkulasi pada kakinya yang terutama mudah terinfeksi janur.


DIAGNOSA
Seorang dokter biasanya membuat diagnosa berdasarkan penampakan pada kuku. Untuk memastikan diagnosa, dokter bisa memerlukan untuk meneliti contoh potongan kuku dibawah mikroskop dan dipelajari untuk memastikan yang mana jamur yang menyebabkan infeksi.


PENGOBATAN
Infeksi fungus sulit untuk disembuhkan, sehingga pengobatan bergantung pada seberapa parah atau mengganggunya gejala-gejalanya. Jika pengobatan dibutuhkan, dokter bisa meresepkan itraconazole atau terbinafine digunakan dengan mulut. Meskipun obat-obatan ini digunakan untuk jangka waktu yang lama (sekitar 3 bulan), mereka tetap dibatasi untuk lapisan kuku dan dilanjutkan untuk efektif setelah penggunaan obat dihentikan.

Ciclopirox, sebuah obat anti jamur yang dioleskan di pernis kuku, tidak efektif sekali ketika digunakan sendirian tetapi bisa memperbaiki tingkat kesembuhan ketika digunakan sebagai tambahan obat-obatan yang diminum. Terutama sejali infeksi yang membandel. Ciclopirox bisa jadi membantu untuk orang yang tidak bisa memakai onat-obatan secara oral untuk alasan kesehatan lainnya.

Untuk membatasi kemungkinan kambuh, kuku harus tetap pendek, kaki harus dikeringkan setelah mandi, kaus kaki yang menyerap keringat harus dipakai, dan bedak kaki anti jamur kemungkinan digunakan. Sepatu yang lama bisa dilindungi dari kepadatan tinggi pda spora jamur, jika mungkin, harus tidak dipakai.

Trauma

DEFINISI
Bahkan luka kecil pada jari sekalipun bisa menyebabkan perubahan pada kuku. Kuku bisa mengalami bercak kecil berwarna putih yang dimulai pada letak luka dan bertambah besar dengan kuku.

Kerusakan berat pada bantalan kuku, terutaman yang berasal dari luka yang pecah, sering mengakibatkan perubahan bentuk kuku permanen. Untuk mengurangi resiko perubahan bentuk kuku permanen, luka tersebut harus diperbaiki segera (yang memerlukan pengangkatan pada kuku).

Subungual hematoma : darah sering menumpuk dibawah kuku (subungual hematoma) segera setelah luka (biasanya karena sebuah pukulan langsung, seperti oleh sebuah palu). Darah tampak seperti bercak ungu kehitaman dibawah sebagian atau seluruh kuku dan menyebabkan nyeri yang sangat hebat. Dokter bisa mengeluarkan darah tersebut dan meringankan nyeri dengan membuat lubang kecil pada piringan kuku. Biasanya dokter menggunakan kawat yang dipanaskan (alat electrocautery) untuk membakar lubang tersebut. prosedur ini tidak menyakitkan dan memerlukan waktu hanya beberapa detik.

karena darah telah memisahkan kuku dari tempatnya, kuku biasanya jatuh setelah beberapa minggu, sampai hematoma kecil. Kuku baru yang tumbuh dibawah kuku yang ada dan menggantinya ketika benar-benar tumbuh.

Tumor di bawah kuku bisa menyebabkan bercak ungu kehitaman serupa meskipun beberapa bercak muncul dengan lambat dan tidak dalam hitungan menit pada luka. Meskipun begitu, setiap hematoma kecil harus diperhatikan untuk memastikan bahwa mereka tumbuh bersama kuku. Tumbuh bersama kuku memebedakan hematoma dari tumor karena tumor tetap pada bercak yang sama dibawah kuku.

Kerusakan Kulit akibat Sinar Matahari

DEFINISI
Sinar ultraviolet : sinar ultraviolet, meskipun tidak dapat dilihat oleh mata manusia, merupakan bagian dari sinar matahari yang sangat berpengaruh pada kulit. Sinar UV dikelompokkan ke dalam 3 jenis, ultraviolet A (UVA), Ultraviolet B (UVB), dan ultraviolet C (UVC), tergantung pada panjang gelombang.

Sinar UV dalam jumlah kecil bermanfaat karena membantu tubuh menghasilkan Vitamin D. Meskipun begitu, sinar UV dalam jumlah besar merusak asam deoxyribonucleid (DNA-bahan genetika tubuh) dan merubah jumlah dan jenis kimia yang membuat sel kulit. Perubahan ini bertanggungjawab untuk mempengaruhi kerusakan pada sinar UV, termasuk pembakaran, penuaan kulit premature, berkerut, dan kanker kulit. Meskipun UVA menembus ke dalam kulit, UVB bertanggungjawab lebih untuk mempengaruhi kerusakan sinar UV.

Jumlah sinar UV yang mencapai permukaan bumi menjadi meningkat, khusunya pada geografis bagian utara. Peningkatan tersebut disebabkan penipisan pada lapisan teratas pelindung ozon pada atmosfer. Ozon, secara alami terjadi secara kimia, menghalangi sinar UV dalam jumlah besar mencapai permukaan bumi. Reaksi kimia antara ozon dan chlorofluprocarbon (bahan kimia pada pendingin dan spray dapat terbakar) menghabiskan jumlah ozon pada lapisan pelindung ozon. Jumlah sinar UV yang mencapai permukaan bumi juga bermacam-macan tergantung pada faktor yang lain.

Sinar UV lebih keras antara jam 10 pagi dan 3 siang, pada musim panas, dan pada geografis yang tinggi. Asap dan kabut menyaring keluar sinar UV dalam jumlah banyak, namun sinar UV bisa melalui cahaya awan, kabut, dan sekitar 1 kaki dari air bersih.

Actinic Keratoses: Pertumbuhan prakanker
Actinic keratoses (solar keratoses) adalah pertumbuhan sebelum kanker yang disebabkan terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama. Pertumbuhan ini biasanya berwarna kemerahan atau merah dan tampak kering, daerah bersisik. Bisa berwarna abu-abu terang atau kecoklatan dan terasa tebal, kasar atau berpasir. Kulit di sekitarnya seringkali tampak tipis.

Actinic keratoses biasanya bisa diangkat dengan membekukan mereka dengan cairan nitrogen (cryotherapy) ; meskipun begitu, jika seseorang memiliki terlalu banyak pertumbuhan, krim cair mengandung fluoroucacil bisa dioleskan. Seringkali, selama pengobatan, kulit sementara waktu terlihat buruk karena fluoroucacil menyebabkan kemerahan, scaling, dan pembakaran keratoses dan pada sekitar kulit rusak karena matahri.

Obat yang relatif baru, imiquimod, sangat berguna dalam pengobatan actinic keratoses karena hal itu membantu sistem kekebalan untuk mengenali dan menghancurkan pertumbuhan kanker kulit.
Perlindungan alami : kulit mengalami perubahan tertentu ketika terkena sinar matahari langsung untuk menghindari kerusakan. Epidermis menebal (lapisan kulit paling atas), menghalangi sinar matahari. Melanocytes (pigmen-menghasilkan sel kulit) meningkatkan jumlah melanin, yang menghitamkan kulit, menghasilkan warna coklat. Melanin menyerap energi sinar UV dan membantu mencegah sinar merusak sel kulit dan menembus ke dalam jaringan.

Kepekaan terhadap berbagai sinar matahri tergantung pada jumlah melanin pada kulit. Orang berkulit lebih hitam memiliki lebih banyak melanin dan oleh karena itu memiliki perlindungan yang lebih besar melawan efek sinar matahari yang sangat berbahaya, meskipun mereka masih mudah diserang pada beberapa tempat lainnya. Jumlah melanin yang terdapat pada kulit seseorang tergantung pada keturunan seperti jumlah terpapar matahari langsung baru-baru ini. Beberapa orang bisa menghasilkan melamin dalam jumlah besar dalam merespon sinar UV, yang lainnya bisa dalam jumlah yang sangat sedikit Orang dengan albino dilahirkan tanpa atau sedikit melamin.

Sinar matahari dan kerusakan kulit : terkena langsung sinar matahari membuat kulit menua premature. Terkena sinar matahari langsung bertanggungjawab terhadap kerutan, halus dan kasar, pigmentasi yang tak teratur, kemerahan, dan bertekstur kasar pada kulit yang terekspos. Meskipun orang dengan kulit kuning langsat lebih aman, kulit siapapun akan berubah dengan paparan yang cukup.

Kena sinar matahari langsung berlebihan yang dialami orang, berisiko tinggi pada kanker kulit, termasuk sel carcinoma squamous, sel carcinoma basal, dan melanoma malignant.


PENGOBATAN
Kunci untuk meminimalisasi kerusakan yang dipengaruhi matahari adalah menghindari terkena sinar matahari langsung yang lama. Kerusakan yang telah terjadi sulit untuk dikembalikan. Krim pelembab dan makeup membantu menyembunyikan kerutan. Chemical peels, asam alpha-hydroxy, krim tretinoin, dan pelapisan kembali dengan laser kulit Bisa mempengaruhi terlihatnya kerutan halus dan irregular pigmentation. Kerut dalam dan kerusakan substantial kulit, meskipun begitu, membutuhkan pengobatan yang signifikan untuk perbaikan.

Reaksi Fotosensitivitas

DEFINISI
Photosensitivity, kadangkala menunjuk kepada alergi matahari, adalah reaksi sistem kekebalan yang dipicu oleh sinar matahari. Reaksi photosensitivity termasuk solar urticaria, photosensitization kimia, dan erupsi sinar polymorphous dan biasanya ditandai dengan erupsi gatal pada bercak kulit yang terkena sinar matahari. Orang bisa mewarisi kecendrungan terhadap reaksi ini.

Penyakit tertentu, seperti systemic lupus erythematosus dan beberapa porphyries, juga bisa menyebabkan kulit tersebut pecah dalam reaksi terhadap sinar matahari.

Beberapa bahan yang membuat peka terhadap sinar matahari
  • Obat antiansietas

    • Alprazolam
    • Chlordiazepoxide
  • Antibiotik

    • Kuinolon
    • Sulfonamida
    • Tetrasiklin
    • Trimetroprim
  • Antidepresan

    • antidepresan trisiklik
  • Obat antijamur (yang diminum)

    • Griseofulvin
  • Antihiperglikemik

    • Sulfonilurea
  • Obat antimalaria

    • Kloroquin
    • Kuinin
  • Antipsikotik

    • Fenotiazin
  • Diuretik

    • Furosemid
    • Tiazid
  • Obat Kemoterapi

    • Dacarbazin
    • Fluorouracil
    • Methotrexate
    • Vinblastin
  • Obat untuk mengobati jerawat (yangdiminum)
  • Obat jantung

    • Amiodarone
    • Kuinidin
  • Obat kulit

    • Antibakteri (chlorhexidine, hexachlorophene)
    • Obat antijamur
    • Ter
    • Pewangi
    • Tabir surya
Solar urticaria: hives (besar, bengkak gatal dan merah) yang terbentuk setelah hanya beberapa menit terkena sinar matahari disebut solar urticaria. Hives muncul dalam 10 menit terkena sinar matahari dan biasanya berlangsung hanya beberapa jam, orang bisa mudah terkena solar urticaria untuk waktu yang sangat panjang, kadangkala dengan tidak terbatas. Orang dengan daerah terkena yang besar kadangkala mengalami sakit kepala dan merasa pusing, lemah, dan mual.

Photosensitivity kimia : pada photosensitivity kimia, orang mengalami kemerahan, peradangan, dan kadangkala perubahan warna coklat atau biru pada daerah kulit yang telah terkena sinar matahari untuk periode singkat. Reaksi ini berbeda dari terbakar sinar matahari dimana terjadi hanya setelah orang tersebut memakai obat-obatan tertentu (seperti tetrasiklin) atau kimia atau telah diusapkan ke kulit (seperti parfum atau setelah bercukur). Bahan-bahan ini membuat beberapa kulit orang lebih peka terhadap efek sinar ultraviolet (UV). Beberapa orang mengalami hives disertai gatal, dimana mengindikasi jenis obat alergi yang dipicu oleh sinar matahari.

Polymorphous light eruption : erupsi ini adalah reaksi yang tidak umum terhadap sinar matahari, penyebab yang tidak dimengerti. Hal ini salah satu masalah kulit yang berhubungan dengan matahari yang paling sering terjadi pada para wanita dan diantara orang dari iklim utara yang tidak secara teratur terkena matahari. Erupsi tersebut muncul sebagai benjolan merah yang banyak dan bercak merah yang tidak biasa pada kulit yang terkena matahari. Bercak ini, yang gatal, umumnya muncul antara 30 menit dan beberapa jam setelah terkena matahari; meskipun begitu, bercak baru bisa terbentuk beberapa jam atau beberapa hari kemudian.

Benjolan dan bercak tersebut biasanya hilang dalam beberapa hari sampai seminggu. Biasanya, orang dengan keadaan ini yang terus pergi keluar di bawah matahari secara berangsur-angsur menjadi sedikit peka terhadap akibat sinar matahari.


DIAGNOSA
Tidak terdapat tes khusus untuk reaksi photosensitivity. Seorang dokter menduga reaksi photosensitivity ketika ruam muncul hanya pada daerah yang terkena sinar matahari. Tinjauan akhir pada berbagai penyakit, obat-obatan yang digunakan melalui mulut, atau bahan-bahan yang dioleskan di kulit (seperti obat-obatan atau kosmetika) bisa membantu dokter menunjuk dengan tepat penyebab reaksi photosensitivity.

Dokter bisa melakukan tes untuk pengendalian luar penyakit, seperti systemic lupus erythematosus, yang diketahui untuk membuat seseorang rentan terhadap berbagai reaksi.


PENGOBATAN
Orang dengan erupsi sinar polymorphous atau lupus photosensitivity kadangkala menerima manfaat dari pengobatan dengan mengoleskan kortikosteroid pada kulit atau hydroxychloroquine atau kortikosteroid melalui mulut. Kadangkala, orang bisa didesentralisasi terhadap akibat sinar matahari dengan secara berangsur-angsur meningkatkan sentuhan mereka terhadap sinar ultra violet.


PENCEGAHAN
Seseorang dengan kepekaan terhadap sinar matahari dari berbagai penyebab harus menggunakan pakaian pelindung, menghindari sinar matahari sebanyak mungkin, dan menggunakan pelindung matahari. Jika mungkin berbagai obat-obatan atau bahan kimia yang bisa menyebabkan photosensitivity harus dihentikan setelah berkonsultasi dengan seorang dokter.

Luka Bakar Matahari (Sunburn)

DEFINISI
Luka bakar diakibatkan dari terlalu terkena sinar ultraviolet (UV) yang singkat (akut). Jumlah cahaya matahari yang diperlukan untuk menghasilkan sengatan berbeda-beda dengan pigmentasi dan kemampuan tiap-tiap orang untuk menghasilkan lebih banyak melamin.

Sengatan sinar matahari mengakibatkan kulit kemerahan yang menyakitkan. Sengatan sinar matahari yang berat bisa menghasilkan bengkak dan lepuhan. Gejala-gejala bisa terjadi secepatnya 1 jam setelah terkena dan biasanya mencapai puncaknya dalam 3 hari. Beberapa orang yang mengalami sengatan sinar matahari berat mengalami demam, panas-dingin, dan kelemahan dan bahkan pada saat yang langka bisa menjadi syok (ditandai dengan tekanan darah yang sangat rendah, pusing, dan sangat lemah).

Beberapa hari setelah sengatan sinar matahari, orang dengan kulit cukup normal bisa mengalami pengelupasan pada daerah yang tersengat, biasanya disertai dengan rasa gatal. Daerah mengelupas ini bahkan lebih peka terhadap sengatan sinar matahari untuk beberapa minggu. Orang yang telah mengalami sengatan sinar matahari ketika muda berada pada resiko yang besar pada kanker kulit pada tahun-tahun kemudian bahkan jika mereka tidak terkena sinar matahari dalam jangka waktu yang lama.


PENGOBATAN
Kompres air dingin bisa menyejukkan kulit yang terbakar, daerah yang panas, seperti yang pelembab bisa lakukan tanpa anestesi atau parfum yang kemungkinan bisa mengiritasi atau membuat kulit sensitive. Salep atau lotion mengandung anestesi local (misalnya, benzocaine) sementara meringankan nyeri tetapi harus dihindari karena kadangkala memicu reaksi alergi. Tablet kortikosteroid juga bisa membantu meringankan peradangan tetapi digunakan hanya untuk luka bakar yang sangat serius.

Krim antibiotik untuk luka bakar khusus diperlukan hanya untuk lepuhan berat. Kebanyakan lepuhan karena sengatan sinar matahari pecah dengan sendirinya tidak perlu dipecahkan atau dikeringkan. Kulit yang terbakar sinar matahari jarang menjadi terinfeksi, tetapi jika infeksi terbentuk, penyembuhan kemungkinan tertunda. Seorang dokter bisa memastikan tingkat keparahan pada infeksi dan meresepkan antibiotik jika diperlukan.

Kulit yang terbakar sinar matahari sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari, tetapi penyembuhan sempurna bisa memerlukan waktu mingguan. Setelah kulit yang terbakar mengelupas, lapisan yang baru terkena tipis dan sangat peka terhadap sinar matahari dan harus dilindungi untuk beberapa minggu.


PENCEGAHAN
Apakah Berjemur Matahari Sehat?
Dengan satu kata - tidak. Meskipun warna cokelat karena berjemur seringkali dipertimbangkan sebagai lambang kesehatan yang baik dan sebuah keaktifan, kehidupan atlet, berjemur untuk kepentingan itu sendiri tidak ada manfaat kesehatan dan benar-benar bahaya kesehatan. Setiap sentuhan dengan ultraviolet (UV)atau sinar UVB bisa mengubah atau merusak kulit. Bersentuhan terhadap sinar matahari alami dalam jangka panjang menyebabkan kulit rusak dan meningkatkan resiko kanker kulit. Bersentuhan dengan sinar matahari buatan digunakan pada penyamakan salon sangat membahayakan. Sinar UVA digunakan pada pembentukan ini menyebabkan efek jangka panjang yang sama sebagaimana bersentuhan dengan sinar UVB, seperti keriput, pigment berbintik-bintik (photoaging) dan kanker kulit. Sangat sederhana, tidak ada ‘penjemuran yang aman’

Penjemuran sendiri, atau tanpa matahari, lotion tidak benar-benar mencoklatkan kulit, lebih menodainya. Mereka oleh karena itu menghasilkan cara yang aman untuk mencapai penampilan kulit berwarna coklat tanpa beresiko bersentuhan dengan sinar UV yang berbahaya. Meskipun begitu, karena tidak meningkatkan produksi melamin. Lotion penyamakan sendiri tidak menyediakan perlindungan dari sinar matahari. Oleh karena itu, pelindung sinar matahari harus tetap digunakan selama bersentuhan dengan sinar matahari. Hasil dengan menggunakan lotion tanning sendiri bisa bervariasi, tergantung pada jenis kulit seseorang, formula yang digunakan, dan cara dimana lotion tersebut digunakan.
Penghindaran : yang terbaik-dan yang paling jelas-cara untuk mencegah sinar matahari yang merusak adalah menghindari sinar matahari yang kuat dan langsung. Jika kontak dengan matahari tidak bisa dihindari, orang tersebut harus mencari tempat berteduh secepat mungkin, menutupi dengan pakain pelindung ulta violet, menggunakan tabir surya, topi, dan kacamata pelindung-UV. Kebanyakan benda bisa menyaring atau menghambat radiasi UV tetapi kebanyakan tidak.

Pakaian, jendela kaca biasa, asap, dan saringan kabut kebanyakan sinar yang merusakkan. Meskipun begitu, air buka saringan yang baik. Sinar UVA dan UVB bisa menembus kaki (sekitar 30 cm) pada air jernih. Awan dan kabut juga bukan saringan sinar UV yang baik-seseorang bisa tersengat sinar matahari pada hari yang berawan dan berkabut. Salju, air, dan pasir memantulkan sinar matahari, memperbesar jumlah sinar UV yang mencapai kulit. Orang juga tersengat lebih cepat pada permukaan yang tinggi, dimana udara yang tipis membuat sinar UV yang menyengat mencapai kulit.

Pelindung sinar matahari : sebelum terkena sinar matahari yang kuat secara langsung, seseorang harus menggunakan pelindung sinar matahari, salep atau krim yang mengandung bahan yang melindungi kulit dengan menyaring sinar Ultra Violet. Penyaring sinar matahari yang lebih lama cenderung menyaring hanya sinar UVB, tetapi kebanyakan pelindung sinar matahari yang lebih baru sekarang ‘full spectrum’ dan secara efektif menyaring sinar UVA dengan baik.

Pelindung sinar matahari mengandung zat-zat, seperti asam para-aminobenzoic (PABA) dan benzophenone, yang menyerap sinar UV. Karena PABA tidak segera mengikat kulit dengan kuat, pelindung sinar matahari mengandung PABA harus digunakan 30 menit sebelum pergi keluar dibawah matahari atau menuju air. PABA bisa melukai kulit atau menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Kebanyakan pelindung sinar matahari mengandung keduanya baik PABA dan benzophenone atau bahan kimia lain.

Kombinasi pelindung sinar matahari ini menyediakan perlindungan dari jarak cakupan luas sinar UV. Kebanyakan pelindung sinar matahari diakui baik tahan air atau resistan air, tetapi kebanyakan hal ini meskipun demikian lebih sering diperlukan untuk digunakan diantara orang yang berenang atau berkeringat.

Pelindung sinar matahari lainnya, disebut penghambat sinar matahari, mengandung penghalang fisik seperti zinc oxide atau titanium dioxide. Salep tebal dan putih ini kebanyakan menghambat semua sinar matahari dari kulit dan bisa digunakan pada daerah yang kecil dan sensitive, seperti hidung dan bibir. Beberapa kosmetik mengandung zinc oxide atau titanium dioxide.

Sunblock formula terbaru memiliki lebih banyak ketebalan dan warna yang memuaskan, yang membuat mereka dapat dikombinasikan dengan penghambat kimia tradisional lainnya dengan demikian menghasilkan bahkan lebih banyak pelindung sinar matahari untuk formulasi yang diberikan.

Pelindung sinar matahari dinilai dengan faktor angka pelindung sinar matahari (SPF)-semakin tinggi angka SPF, semakin tinggi perlindungannya. Pelindung sinar matahari dinilai antara 2 dan 12 menghadirkan beberapa perlindungan; mereka yang dinilai antara 13 dan 298 menghadirkan perlindungan yang baik; mereka yang dinilai 30 dan diatasnya menghadirkan perlindungan maksimal. SPF tersebut, meskipun demikian, hanya mengukur perlindungan melawan terkena UVB; tidak terdapat skala untuk perlindungan UVA.