Katarak tidak pernah dan tidak dapat menyebabkan rasa nyeri. Katarak hanya memengaruhi kualitas penglihatan. Kondisi ini muncul nyaris tanpa diketahui dan hampir selalu berjalan dengan sangat lambat. Biasanya proses keopakan berjalan dengan stabil, tetapi kadang-kadang terjadi percepatan yang singkat yang diikuti dengan periode panjang dimana tidak terlihat perubahan yang nyata. Banyak katarak yang mengubah cara berbagai gelombang cahaya melewati lensa, sehingga cahaya merah dan kuning bisa lewat dengan lebih mudah daripada cahaya biru. Sekali lagi, efeknya bertahap dan tidak mudah dikenali, tetapi setelah pembedahan katarak pasien biasanya menyatakan kegembiraannya dengan menyebutkan betapa terangnya warna langit atau betapa terangnya benda-benda berwama biru.
Efek lain dari meningkatkan kepadatan di dalam lensa adalah meningkatnya daya untuk membelokkan sinar cahaya. Ini dikenal sebagai peningkatan indeks refraksi lensa mata. Efeknya membuat jarak pandang penderitanya semakin lama semakin pendek. Ini memungkinkan mereka, paling tidak untuk sementara waktu, dapat membaca tanpa kacamata baca dan bahkan mungkin menimbulkan ilusi bahwa penglihatan mereka membaik. Tetapi, kemampuan untuk melihat secara rinci hampir selalu disertai dengan mengabumya benda-benda yang jauh letaknya. Penderita yang berada dalam situasi ini sering membeli serentetan kacamata minus yang semakin lama semakin tinggi ukurannya dan membuang uang yang cukup besar dalam upaya untuk dapat melihat lebih jelas yang pada akhimya ternyata sia-sia. Tidak ada yang salah dalam hal ini kecuali bahwa hal ini membuat tabungan Anda menyusut.
Gejala katarak yang paling penting adalah hilangnya kejelasan penglihatan yang progresif di bagian tengah bidang penglihatan. Keadaan ini sangat mengganggu dan melumpuhkan, terutama jika keopakan (keputihan) lensa mata menyebabkan menyebarnya cahaya. Beberapa orang mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang salah pada matanya ketika mereka harus berhenti mengemudi di malam hari karena tidak dapat menahan silaunya kilauan lampu mobil yang menuju ke arahnya. Beberapa, sebaliknya, tidak menyadari efek ini dan hanya menganggap bahwa mereka tidak bisa melihat sebaik dulu. Begitu protein lensa mata mengalami pemadatan dan serat-serat menjadi tidak teratur, tidak ada cara untuk memperbaiki kebeningan lensa. Satu-satunya pengobatan adalah melepaskan lensa yang sudah buram dan menggantinya dengan lensa plastik kecil yang sampuma secara optik yang ditanamkan dengan penuh perhitungan untuk memfokuskan mata dengan benar.
Pustaka
Antioksidan Oleh Dr. Robert Youngson
Sumber: http://artikelkedokteran.net/gejala-katarak.html
Artikel Terkait:
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Mata. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 April 2011
Kamis, 17 Februari 2011
Infeksi Mata Konjungtivitis
Inflamasi konjungtiva mata yang disebabkan oleh proses infeksi, iritasi fisik, atau respons alergi dikenal sebagai konjungtivitis. Pada inflamasi, konjungtiva menjadi merah, bengkak, dan nyeri ditekan. Konjungtivitis akibat infeksi bakteri kadang-kadang disebut mata merah (pink eye). Mata merah dapat terjadi sendiri, atau dapat terjadi bersamaan dengan infeksi telinga. Konjungtivitis viral sering disebabkan oleh infeksi adenovirus. Konjungtivitis bakterial dan viral sangat menular. Konjungtivitis alergi terjadi sebagai bagian dari reaksi inflamasi terhadap alergen lingkungan. Stimulasi fisik oleh benda asing di mata juga akan mengiritasi dan menginflamasi konjungtiva sehingga menyebabkan inflamasi dan nyeri.
Gambaran Klinis
Diagnosis
Komplikasi
Penatalaksanaan
Daftar Pustaka Buku Saku Patofisiologi Corwin Oleh Elizabeth J. Corwin
Source: http://fkunhas.com/infeksi-mata-konjungtivitis-20110206985.html
Artikel Terkait:
Gambaran Klinis
- Konjungtiva merah dan bengkak. Pada konjungtivitis infeksi atau alergi, kedua mata biasanya terkena.
- Fotofobia (aversi terhadap cahaya).
- Rabas purulen adalah karakteristik konjungtivitis bakterial. Infeksi dan rabas sering dimulai di satu mata dan menyebar ke mata yang lain. Mata mungkin tertutup oleh selaput kehijauan.
- Rabas encer dan jernih adalah karakteristik konjungtivitis viral. Konjungtivitis viral sering menyertai infeksi saluran napas atas.
- Rasa panas dan gatal pada mata adalah karakteristik konjungtivitis alergi.
- Konjungtivitis akibat benda asing dikaitkan dengan ketidaknyamanan dan perasaan seperti ada pasir atau kerikil halus pada mata. Biasanya dengan benda asing, hanya satu mata yang terkena.
Diagnosis
- Diagnosis ditegakkan setelah riwayat dan pemeriksaan fisik. Kultur dapat diperlukan pada beberapa keadaan.
- Benda asing pada mata harus divisualisasi dengan menggunakan lampu khusus, yang disebut lampu Wood.
Komplikasi
- Infeksi bakteri tertentu (gonore, beberapa jenis konjungtivitas klamidia) dan infeksi virus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata jika tidak diobati.
- Benda asing di mata dapat menyebabkan abrasi kornea dan pem-bentukan jaringan parut.
- Konjungtivitas dapat menjadi gejala awal penyakit sistemik berat, yaitu penyakit Kawasaki. Penyakit ini adalah salah satu vaskulitis yang tersebar luas yang memengaruhi banyak organ tubuh, termasuk jantung, otak, sendi, Kati, dan rnata. Penyakit ini dimulai secara akut dengan demam tinggi, yang diikuti secara singkat dengan konjungtivitis bilateral yang signifikan karena tidak adanya rabas dan prosesnya yang lama. Ruam dan pembengkakan tangan dan kaki menyertai gejala awal ini. Diagnosis dini penting untuk mencegah kerusakan pada arteri koroner. Terapi untuk penyakit Kawasaki mencakup penggunaan aspirin dan globulin gama.
Penatalaksanaan
- Konjungtivitis bakterial biasanya diobati dengan tetes mata atau krim antibiotik, tetapi sering sembuh dalam waktu sekitar dua minggu walaupun tanpa pengobatan. Karena konjungtivitis bakterial sangat menular di antara anggota keluarga dan teman sekolah, diperlukan teknik mencuci tangan yang baik dan pemisahan handuk bagi individu yang terinfeksi. Anggota keluarga tidak boleh bertukar bantal atau seprai.
- Konjungtivitas yang juga berhubungan dengan otitis media diobati dengan antibiotik sistemik. Kompres hangat pada mata dapat mengeluarkan rabas.
- Konjungtivitis viral biasanya diobati dengan kompres hangat. Teknik mencuci tangan yang baik diperlukan untuk mencegah penularan.
- Konjungtivitis alergi diobati dengan menghindari alergen apabila mungkin. Antihistamin atau tetes mata yang mengandung steroid dapat digunakan untuk mengurangi gatal dan inflamasi.
- Konjungtivitis yang disebabkan iritan diobati dengan mengeluarkan benda asing, diikuti dengan penggunaan obat antibakteri.
Daftar Pustaka Buku Saku Patofisiologi Corwin Oleh Elizabeth J. Corwin
Source: http://fkunhas.com/infeksi-mata-konjungtivitis-20110206985.html
Artikel Terkait:
Langganan:
Postingan (Atom)