Tampilkan postingan dengan label Penyakit Otak dan Saraf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Otak dan Saraf. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Desember 2010

Migrain

DEFINISI
Sakit kepala kronis yang dapat menyebabkan rasa sakit yang berarti selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari.

Gejala bisa parah sehingga Anda mungkin merasa baikan setelah berbaring di ruangan yang gelap. Beberapa migrain ditandai gejala seperti kilatan cahaya, blind spot atau kesemutan di lengan atau kaki. Bahkan ada migrain yang disertai mual, muntah, dan yang lebih ekstrim merasa tergangu pada cahaya dan suara.


GEJALA
Migrain biasanya dimulai pada masa kanak-kanak, remaja atau awal dewasa dengan gejala sebagai berikut:
  • Nyeri yang parah, yang mungkin terjadi pada satu sisi kepala atau keduanya
  • Kepala nyeri dengan rasa berdenyut-denyut
  • Rasa sakit yang memburuk bila beraktivitas fisik
  • Rasa sakit yang mengganggu aktivitas Anda
  • Mual dengan atau tanpa muntah
  • Sensitivitas terhadap cahaya dan suara
Bila tidak diobati, migrain biasanya berlangsung dari empat sampai 72 jam, namun frekuensi sakit kepala yang terjadi berbeda dari orang ke orang. Anda mungkin telah migrain beberapa kali sebulan atau lebih jarang.


PENYEBAB
Penyebab umum migrain banyak sekali diantaranya adalah, makanan, stress, perubahan pola tidur, perubahan hormon pada wanita.


PERAWATAN DAN PENCEGAHAN
Obat-obatan ringan seperti aspirin dapat membantu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan migrain. Namun jika perawatan ringan tidak memberikan perubahan pada rasa sakit. Anda dapat menghubungi dokter anda. Karena obat-boat racikan dan perubahan gaya hidup dapat mempengaruhi berkurangnya rasa sakit.

Sedangkan pencegahan yang dapt dilakukan adalah dengan mengubah pola hidup Anda, dengan berolahraga secara teratur misalnya, selain itu cobalah hindari makanan-makanan yang memang menjadi pemicu rasa sakit Anda.

Selasa, 21 September 2010

Penyakit Krabbe

penyakit krabbeDEFINISI
Krabbe merupakan penyakit turunan yang memengaruhi sistem saraf pusat. Penyakit ini termasuk penyakit otot yang mempengaruhi gerakan, dan bisa menyebabkan kehilangan penglihatan dan pendengaran. Dalam kebanyakan kasus, penyakit Krabbe berkembang pada bayi sebelum usia 6 bulan, meskipun dapat saja menyerang anak yang lebih tua dan orang dewasa. Umumnya, makin muda usia penderita, penyakit makin cepat berkembang.


PENYEBAB
Cacat genetik yang menyebabkan kekurangan enzim yang disebut galactocerebrosidase (GALC). Enzim ini sangat penting untuk pemeliharaan myelin - zat lemak yang ada di serabut saraf Anda.


GEJALA
  • Kesulitan makan
  • Menangis tanpa alasan
  • Kehilangan kontrol kepala
  • Demam
  • Muntah
  • Mudah marah
  • Perubahan pada otot (tungkai dan otot kaku, miskin koordinasi gerakan)
  • Kejang
  • Progresif kehilangan pendengaran dan penglihatan
  • Spasticity (adanya kejang atau otot meningkat secara konsisten)
  • Kehilangan tahap perkembangan
Bila semakin parah, penyakit ini akan menimbulkan gejala:
  • Visual impairment berkembang menjadi kebutaan
  • Kesulitan berjalan (disebut ataksia atau gaya berjalan gangguan)
  • Kehilangan ketangkasan manual

PERAWATAN DAN PENCEGAHAN
Belum ada obat yang pasti untuk menyembuhkan penyakit ini. Beberapa obat biasanya diberikan untuk meredakan gejala, seperti obat untuk meredakan kejang atau obat untuk mengurangi mual.

Sedangkan untuk pencegahan, Anda bisa melakukan tes genetik sebelum hamil. Anda juga bisa memindai bayi untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda terkena penyakit ini.

Minggu, 19 September 2010

Cerebral Palsy

Cerebral PalsyDEFINISI
Disebut juga kelumpuhan otak besar, merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan buruknya pengendalian otot, kekakuan, kelumpuhan, dan gangguan fungsi saraf lainnya. Cerebral palsy bukanlah suatu penyakit dan tidak bersifat progresif (semakin memburuk).


PENYEBAB
Penyebab pasti cerebral palsy belum diketahui secara pasti. Meski demikian, cerebral palsy bisa disebabkan oleh cedera otak yang terjadi saat :
- Bayi masih berada dalam kandungan
- Proses persalinan
- Bayi baru lahir
- Anak berumur kurang dari lima tahun
- Kadar bilirubin yang tinggi dalam darah.
- Penyakit berat pada bayi baru lahir
- Cedera pada pembuluh darah otak


GEJALA
Gejala muncul sebelum anak berusia dua tahun. Pada kasus yang berat, bisa muncul ketika anak berusia beberapa bulan. Gejala berupa kekakuan tubuh, perubahan bentuk lengan dan tungkai. Gejala lain berupa kecerdasan di bawah normal, keterbelakangan mental, kejang, gangguan menghisap atau makan, pernafasan tidak teratur, gangguan bicara, gangguan penglihatan, gangguan persendian.


PENANGANAN
Cerebral palsy tidak dapat disembuhkan dan merupakan kelainan yang berlangsung seumur hidup. Tapi banyak hal yang bisa dilakukan agar orang yang menderita cerebral palsy dapat hidup wajar dan layaknya orang normal, misalnya terapi fisik, kaca mata, pemberian alat bantu dengar, obat antikejang, obat pengendur otot, bedah ortopedik, terapi bicara.

Minggu, 27 Juni 2010

Neuralgia Trigeminal (Tic Douloureux)

DEFINISI
Neuralgia Trigeminal (tic douloureux) merupakan kelainan fungsi dari saraf trigeminal (saraf kranial V), yang membawa sensasi dari wajah ke otak. Kelainan fungsi saraf trigeminal menyebabkan serangan nyeri tajam yang hebat selama beberapa detik sampai beberapa menit. Neuralgia trigeminal terjadi pada dewasa, tetapi lebih sering ditemukan pada usia lanjut.


PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.


GEJALA
Nyeri bisa terjadi secara spontan, tetapi lebih sering timbul karena tersentuhnya titik tertentu (titik pemicu) atau karena aktivitas tertentu (misalnya menggosok gigi atau mengunyah). Serangan ulang dari nyeri yang luar biasa bisa dirasakan di setiap bagian pada wajah bagian bawah. Nyeri paling sering dirasakan di pipi dekat hidung atau di daerah rahang. Nyeri bisa terjadi sampai 100 kali/hari dan yerinya dapat melumpuhkan.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan nyerinya yang khas. Juga dilakukan pemeriksaan untuk menemukan penyebab lain dari nyeri di wajah (misalnya kelainan pada rahang, gigi atau sinus, atau penekanan saraf trigeminal oleh tumor atau suatu aneurisma).


PENGOBATAN
Serangan nyeri sifatnya berulang dan singkat, karena itu biasanya tidak diberi obat nyeri. Obat yang diberikan adalah anti kejang, yang akan menstabilkan selaput saraf. Biasanya diberikan karbamazepin, jika tidak berhasil atau menimbulkan efek samping yang berat, diganti dengan fenitoin. Pada beberapa kasus digunakan baklofen dan obat anti depresi. Biasanya terjadi perbaikan spontan, tetapi serangan nyeri bisa kambuh setiap saat.

Neuralgia trigeminal kadang disebabkan oleh penekanan arteri terhadap saraf yang terletak di dekat otak. Pada keadaan ini dilakukan pembedahan untuk memisahkan arteri dari saraf dan untuk mengurangi nyeri. Pada penderita yang tidak memberikan respon terhadap pemberian obat bisa dilakukan pemeriksaan dimana alkohol disuntikkan ke dalam saraf untuk menyumbat fungsinya sementara waktu. Jika tindakan ini menyebabkan berkurangnya nyeri, maka saraf bisa dipotong atau dihancurkan dengan menyuntikkan obat ke dalammnya. Hal ini merupakan pilihan terakhir dari pengobatan karena seringkali menyebabkan rasa tidak nyaman di wajah.

Benign Paroxysmal Positional Vertigo (Benign Positional Vertigo)/BPPV

DEFINISI
Benign Positional Vertigo (Benign paroxysmal positional vertigo), atau BPPV, adalah kekacauan biasa yang menyebabkan episode pendek resiko dalam merespon untuk merubah posisi kepala yang merangsang kanal semusirkular posterior dari telinga bagian dalam. Vertigo adalah sensasi pusing spesifik. Orang dengan vertigo merasa seolah-olah mereka, lingkungan mereka, atau keduanya sedang bergerak atau berputar.

Perubahan posisi kepala - biasanya membelokkan kepala di atas bantal sebelum bangun pagi hari, atau menengadah untuk mencapai rak tinggi sering memicu episode kekacauan ini. BPPV biasanya berkembang ketika partikel kalsium yang biasanya terlekat pada satu bagian telinga dalam (utricle dan saccule) tergusur dan pindah ke bagian telinga dalam lain (kanal semisirkular posterior). Telinga bagian dalam terdiri dari tiga kanal semisirkular, yang membantu keseimbangan. Kanal posterior, tidak seperti kanal anterior dan horisontal, adalah tempat terbaik untuk menerima hamper semua pelepasan partikel lewat gravitasi sepanjang malam. Sewaktu mereka berkumpul, mereka membentuk kotoran berkapur dan dan lebih lanjuta dapat membentuk masa yang melebih-lebihkan gerakan cairan pada kanal ketika kepala berganti posisi.

Menghasilkan perangsangan berlebih pada reseptor saraf (sel rambut) di dalam kanal posterior membuat otak merasa seolah-olah kepala sedang berpindah lebih cepat dan banyak daripada biasanya. Informasi ini tidak cocok dari mata dan dari posisi sensor sendi. Ketidakseimbangan ini menghasilkan episode singkat vertigo. Partikel mungkin lepas dari utricle dan saccule dengan bertambahnya umurg. Atau, pelepasan mungkin disebabkan oleh luka infeksi telinga, memperpanjang waktu istirahat di tempat tidur, pembedahan telinga, cedera kepala, atau tersekat pada arteri telinga dalam.

Vertigo jenis ini bisa menakutkan, tetapi biasanya tak berbahaya dan hilang sendiri. Mungkin disertai oleh mual, muntah, dan nystagmus khusus (gerakan mata terbelalak yang cepat pada satu arah bergantian dengan gerakan menurun yang lebih lambat hingga ke posisi semula). Episode vertigo memulai sesudah 5 sampai 10 detik setelah kepala dan bertahan kurang dari semenit. Episode biasanya reda dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Kadang-kadang, mereka menetap selama berbulan-bulan dan bisa menyebabkan dehidrasi karena mual dan muntah. Tidak terjadi kehilangan pendengaran atau telinga berdenging (tinnitus).


DIAGNOSA
Diagnosa berdasarkan deskripsi dari gejala dan situasi di mana mereka terjadi. Tindakan Dix Hallpike merangsang kanal posterior. Orang duduk di meja pemeriksaan dengan kepala diarahkan 45 derajat ke sebelah kanan. Lalu orang berbaring ke belakang agar kepala tetap ke arah 45 derajat dan tergantung dari meja periksa sekitar 20 derajat. Pada BPPV, ada kelambatan sekitar 5 sampai 10 detik sebelum vertigo dan nystagmus terhalangi, tetapi kelambatan mungkin menjadi panjang selama 30 detik. Gejala terakhir 10 sampai 30 detik. Fiksasi visual bisa memperpendek atau malah menghapuskan nystagmus, oleh sebab itu tindakan idealnya dilakukan dengan memakaikan penderita lensa Frenzel (yang membuatnya mustahil secara visual berfiksasi pada apa saja). Ketika tindakan diulang beberapa kali, intensitas vertigo dan nystagmus berkurang (habituation). Keadaan yang berbeda, posisi vertigo yang berhubungan dengan pusat menyebabkan gejala dengan segera. Vertigo berlanjut selama kepala dalam posisi yang sama, dan tidak ada habituation untuk mengulang tindakan. Tindakan Dix Hallpike dengan begitu bisa membantu dokter dalam membedakan penyebab yang berhubungan dengan telinga normal, seperti BPPV, dari penyebab penting yang lebih serius, seperti stroke dan multipel sklerosis.


PENGOBATAN
BPPV dengan mudah diobati. Partikel dengan sederhana perlu dikeluarkan dari kanal semisirkular posterior dan mengembalikannya ke mana mereka berasal. Hal ini menghendaki manuver seperti menjungkirbalikkan kepala di angkasa. Manuver ini disebut tindakan reposisi canalith atau manuver Epley, setelah dokter yang memeloporinya. Manuver ini dengan segera menyembuhkan vertigo sekitar 90% dari penderita. Mengulang manuver meningkatkan 5% lagi. Pada beberapa orang, vertigo berulang. Jika dilakukan, manuver ulang. Orang bisa diajar bagaimana caranya untuk melakukan manuver di rumah kalaupun vertigo berulang. Untuk 5% dari orang yang tidak disembuhkan dengan manuver, obat mungkin dipakai. Sangat jarang, pembedahan diperlukan. Kadangkala, kanal horisontal terkena, dan mengguling sepotong batang kayu sendiri bisa mengurangi gejala.

Manuver Epley : Pengobatan sederhana untuk vertigo
Beberapa orang mengalami vertigo kalau mereka mengubah posisi kepala mereka secara cepat, sepertii kalau menggulingkan kepala mereka di atas bantal, memandang ke bawah untuk mengikat sepatu mereka, atau menoleh ke atas untuk menggapai barang di atas rak tinggi. Vertigo ini biasanya karena BPPV. Terjadi kalau partikel kalsium sangat kecil lepas dari lokasi biasa mereka untuk membentuk kotoran, biasanya di kanal semisrkular posterior (salah satu kanal di telinga dalam). Gangguan sering bisa dilenyapkan dengan mempergunakan manuver Epley untuk mengeluarkan partikel dari kanal dan mengembalikan ke mana mereka berasal. Pada manuver ini, badan dan kepala orang digerakkan ke dalam posisi berbeda, beriringan. Masing-masing posisi ditahan selama sekitar 30 detik untuk membolehkan partikel pindah oleh gravitasi ke bagian kanal lain. Untuk memeriksa jika manuver berjalan, orang memindahkan kepala ke arah dimana dulunya menyebabkan vertigo. Jika vertigo tidak terjadi, manuver berjalan baik. Tetap dalam posisi semi-tegak selama 24 jam setelah manuver Epley, dulunya dianjurkan, tidak lagi perlu dipertimbangkan.
manuver epley
Akhirnya, kepala dan badan dibalik semakin banyak, sampai hidung menunjuk ke lantai dengan bulu burung. Orang kemudian duduk tegak tetapi menjaga kepala agar tetap dibelokkan sejauh mungkin. Satu kali orang lurus, kepala bisa menghadap ke depan.
Terlebih dulu, dengan orang duduk, kepala dibalik sekitar 45 ke sebelah kanan atau kiri, tergantung pada sisi pemicu vertigo. Orang kemudian berbaring dengan kepala bergantung di balik pinggir meja periksa (atau tempat tidur). Kotoran memicu sinyal dibesar-besarkan ke otak, menghasilkan vertigo.
manuver epley
Kepala dibelokkan lebih jauh ke sebelah kiri, agar telinga sejajar dengan lantai.
Kepala kemudian diubah ke arah yang lain dengan sudut yang sama.

Kamis, 10 Juni 2010

Myelography

DEFINISI
Tes Myelography untuk mengevaluasi tulang belakangyang disebut rongga subarachnoid. Tes Myelography memerlukan penyuntikan cairan kontras khusus. Karena berat cairan kontras lebih berat dari cariran sumsum tulang belakang, maka cairan kontras tersebut akan mengalir di dalam rongga subarachnoid menuju daerah yang bebas pada saat posisi penderita tertelungkup di meja penyinaran yang dimiraingkan ke atas atau ke bawah. Tes Myelographymemungkinkan dokter melihat aliran cairan kontras dan menggambarkan rongga subarachnoid. Dilakukan penyinaran sinar-X untuk mendapat rekamanyang permanent.

Mengapa tes Myelography dilakukan

Myelography dilakukan karena beberapa alas an berikut ini :
  1. Untuk menemukan tumor dan herniasi ruas yang dapat menyumbat aliran cairan sumsum tulang belakang parsial atau total.
  2. Untuk membantu mendeteksi arachnoiditis, trauma pada jaringan sarfaf tulang belakang.
Apa yang harus Anda ketahui sebelum tes Myelography?
  1. Anda perlu berpuasa dan membatasi cairan selama 8 jam sebelum tes Myelography. Jika tes Myelography dijadwalkan siang hari dan kebijaksanaan rumah sakit mengijinkan, maka sebelum tes Myelography Anda boleh minum air putih.
  2. Anda akan diberitahu tentang tes Myelography, termasuk siapa yang akan melakukan tes Myelography, dimana dana berapa lama tes Myelography berlangsung (biasanya satu jam atau lebih). Anda perlu rawat inap semalam di rumah sakit.
  3. Katakan pada dokter jika Anda alergi terhadap yodium, kerang-kerangan (seperti udang atau kerang), atau cairan kontras yang digunakan pada tes-tes lain. Anda akan diberitahu tentang kemungkinan efek samping dari cairan kontras yang disuntikkan pada tes Myelography. Anda akan merasa sedikit nyeri karena posisi Anda selama tes Myelography dan pada saat memasukkan jarum.
  4. Katakan pada dokter jika Anda pernah mengalami kejang. Tepat sebelum tes Myelography, Anda harus melepas semua perhiasanatau benda-benda logam lain yang akan menghalangi sinar-X.
  5. Anda akan mendapat bebrapa obat, seperti enema, obat tidur untuk membuat Anda rileks, dan obat untuk mengurangi pembengkakan selama tes.
  6. Anda perlu menandatangani surat yang menyatakan persetujuan Anda untuk melakukan tes Myelography. Pastikan untuk membacanya dengan hati-hati dan tanyakan jika ada bagian yang tidak Anda mengerti.
Apayang terjadi selama tes Myelography?

  1. Anda akan dibaringkan di atas meja, dengan dagu menempel pada dada dan lutut menekuksamapai ke perut.
  2. Dokter memasukkan jarum pada punggung bawah, di daerah anatara dua ruas. Akan diambil sedikit cairan sumsum tulang belakan untuk pemeriksaan rutin.
  3. Perawat akan membaringkan Anda tertelungkup dan memasang tali pengaman pada punggung atas, di bawah lengan, dan pada pergelangan kaki Anda. Anda perlu meluruskan dagu Anda untuk mencegah aliran cairan kontras melewati daerah yang tidak diperiksa.
  4. Dokter menginjeksikan cairan kontras dan memiringkan meja sehingga cairan kontras mengalir pada daerah sumsum tulang belakang, Anda akan merasa terbakarsesaat pada saat injeksi. Setelah injeksi Anda akan merasa hangat dan merona, nyeri kepala sebentar, atau terasa asin di mulut, Anda bahkan merasa mual dan muntah.
  5. Katakan pada perawat atau dokter jika Anda mengalami nyeri kepala, kesulitan menelan atau pernafasan pendek. Selama tes Myelography Anda bisa beristirahat secara periodic.
  6. Dokter mengobservasi aliran cairan kontras dan melakukan penyinaran sinar-X. Setelah didapatkan hasil penyinaran yang memuaskan, dokter menarik jarum. Kemudia perawata membersihkan tempat tusukan dengan larutan antiseptic dan memasang perban.
Apa yang terjadi setelah tes Myelography?
  1. Biasanya Anda akan beristirahat di rumah sakit selama 6 sampai 24 jam dan mendapat oabt untuk nyeri. Perawat akan memeriksa ANda setiap setengah jam selama 4 jam dan kemudian setiap 4 jam.
  2. Minumlah cairan ekstra. Perawat akan meminta Anda buang air kecil sedikitnya satu kali dalam waktu 8 jam setelah tes Myelography .
  3. Katakan pada perawat jika Anda merasa nyeri pada punggung, nyeri kepala,a tau kaku leher. Jika tidak ada komplikasi, Anda bisa pulang dan kemablai ke diet normal da melakukan aktivitas setelah tes Myelography .
Apakah tes Myelography beresiko?

Pada umumnya, Myelography tidak dilakukan jika tekanan otak pada penderita meningkat, alergi terhadapa cairan kontras atau yodium, atau infkesi pada tempat penusukan jarum.

Apa yang dimaksud dengan hasil yang normal?

Tes Myelography dapat menunjukkan letak problem di dalam atau di sekitar jaringan saraf tulang belakang, seperti herniasi ruas dan tumor. Jika tes mengkonfirmasi tumor, penderita langsung dibawa ke ruang operasi.

Myelographydapat membatu menentukan letak atau mengkonfirmasi rupture ruas, penyempitan spinal, atau abses, serta kadang-kadang untuk konfirmasi keperluan pemebedahan. Tes Myelography juga dapat mendeteksi syringomyelia (kelainan yang ditandai pengisin cairan pada rongga di dalam jaringan saraf tulang belakang dan pelebaran sumsusm tulang belakang itu sendiri). Arachnoiditis, dan trauma pada jaringan saraf tulang belakang.

Rabu, 02 Juni 2010

Pusing (Pening)

DEFINISI
  • Pusing/pening bisa dihasilkan dari gangguan yang mempengaruhi bagian tubuh manapun yang mempengaruhi keseimbangan (seperti telinga bagian dalam dan mata) atau dari obat-obatan tertentu.
  • Deskripsi tentang masalah oleh penderita dan hasil pada pemeriksaan fisik bisa menduga penyebab, dimana bisa memerlukan tes tambahan.
  • Pengobatan tergantung pada penyebabnya dan bisa termasuk pengobatan untuk menghilangkan gejala-gejala yang menyertainya.
Pening/pusing tercatat sekitar 5 sampai 6% dari kunjungan ke dokter. Hal itu bisa terjadi pada usia berapapun tetapi menjadi lebih sering sebagaimana bertambahnya usia orang. Hal itu mempengaruhi sekitar 40% orang yang lebih tua dari 40 tahun kadang-kadang. Pada usia berapa pun, pening bisa menyebabkan masalah, terutama sekali ketika melakukan penghitungan atau tugas yang berbahaya, seperti berkendara atau mengoperasikan mesin berat. Orang yang mengalami pening yang berlangsung lama atau berhubungan dengan kegiatan sehari-hari harus mengunjungi dokter.

Dokter biasanya menggolongkan pening sebagai:
  • Pusing atau sakit kepala ringan.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Vertigo.
  • Campuran jenis di atas.
  • Bukan jenis di atas.
Tahukah Anda
  • Sekitar 95% waktu, pening, bahkan jika tidak berdaya, tidak dihasilkan dari gangguan yang serius.
  • Pada orang yang lebih tua, pening seringkali terjadi tetapi tidak mempunyai penyebab tunggal dan nyata.
Pening kemungkinan sementara atau kronis. Pening dipertimbangkan kronis jika berlangsung lebih dari sebulan. Pening kronis lebih sering terjadi pada orang yang lebih tua. Pening kronis seringkali sulit untuk dikelompokkan karena seringkali melibatkan lebih dari satu sebab dan karena hal ini terlihat berbeda pada waktu yang berbeda-misal, seperti seperti sakit kepala ringan suatu waktu dan seperti vertigo kemudian.


PENYEBAB
Meskipun pening kemungkinan mengganggu dan bahkan membuat tidak mampu, hanya sekitar 5% kasus dihasilkan dari gangguan serius. Pening memiliki banyak penyebab karena banyak bagian tubuh bekerja bersama untuk menjaga keseimbangan. Mereka termasuk telinga bagian dalam, mata (yang menyediakan isyarat penglihatan diperlukan untuk menjaga keseimbangan), otot dan persendian, otak (terutama batang otak dan cerebelum), dan syaraf yang menghubungkan semua bagian.

Setiap jenis pada pening cenderung mengalami penyebab khas. Misal, pusing dan sakit kepala ringan bisa terjadi dari mendadak jatuh pada tekanan darah atau dari gangguan lain yang diakibatkan suplai darah menuju otak yang tidak tercukupi. Pada gangguan ini, jantung kemungkinan tidak cukup memompa ke otak, atau arteri menuju otak kemungkinan tersumbat atau menyempit.

Kehilangan keseimbangan bisa diakibatkan dari gangguan penglihatan karena tubuh bergantung kepada isyarat penglihatan untuk menjaga keseimbangan. Kehilangan keseimbangan bisa juga diakibatkan gangguan musculoskeletal, yang menyebabkan kelemahan otot dan dengan demikian berhubungan dengan sulvant dan sedative) dan gangguan pada bagian dalam telinga. Penyebab lain termasuk penggunaan obat-obatan tertentu (seperti antikonvulsan dan sedative) dan gangguan dalam telinga.


GEJALA
Penggolongan Pusing/Pening
Jenis
Uraian
Beberapa Penyebab yang Mungkin
Pingsan Orang tersebut merasa gelap ketika berdiri. Tekanan darah jatuh ketika berdiri (orthostatic hypotension) Dehidrasi
Kehilangan darah parah
Penyumbatan aliran dari jantung (aortic valve stenosis)
Ritme jantung tidak normal
Kelebihan pengobatan (khususnya dengan penggunaan obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah).
Gangguan sistem saraf (diabetic auronomic neuropathy, multisystem atrophy)
Hilangnya keseimbangan Orang tersebut merasa goyah dan hampir jatuh bahkan ketika kekuatan otot adalah normal. Gangguan telinga dalam (vertigo).
Gangguan cerebellar (ataksia yang berhubungan dengan stroke, alcoholism kronis).
Gangguan basal ganglia (penyakit Parkinson, demensia tubuh Lewy, kelumpuhan supranuclear progressive).
Hilangnya perasa posisi pada kaki.
Penyakit neuropati atau tali tulang belakang.
Gangguan penglihatan (disebabkan oleh kacamata baru, penglihatan ganda, operasi katarak).
Pengobatan berlebihan dengan obat penenang, anticonsulvant, atau obat-obatan lain.
Keracunan alkohol.
Vertigo Orang tersebut atau orang di sekitarnya tampak bergerak atau berputar. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)
Vestibular neuritis.
Penyakit Meniere.
Infeksi bagian Tengah Telinga.
Migren.
Mabuk perjalanan.
Suplai darah yang berkurang menuju batang otak dan cerebellum (vertebrobasilar insufficiency), seperti terjadi selama stroke atau serangan ischemic transient (TIA transient ischemic attack).
Racun obat-obatan menuju telinga bagian dalam (antibiotik aminoglycoside, aspirin, cisplatin (obat kemoterapi), furosemide (diuretik), dan kuinin).
Vaguely “lightheaded” Pusing, lepas dari dunia atau dengan kata lain terperangkap dalam serangan panik. Bernafas dalam dan cepat yang tidak normal (hyperventilation dengan serangan panik
Gangguan kegelisahan.
Depresi dengan perasaan disassociation dari dunia.


DIAGNOSA
Sebelum pening bisa diobati, dokter harus memastikan penyebab dan asalnya. Dokter menanyakan orang tersebut untuk menjelaskan secara rinci sensasi yang dirasakan: apakah perasaan selama peristiwa tersebut adalah pusing, sakit kepala ringan, kehilangan keseimbangan, berputar atau bergerak sendiri atau sekitarnya (vertigo), atau rasa lainnya. Orang tersebut ditanyakan ketika pening mulai, berapa lama telah berlangsung, apa yang memicu atau menghilangkannya, dan apa gejala-gejala lain-sakit kepala, tuli, suara gaduh pada telinga (tinnitus), penglihatan terganggu, kelemahan, atau kesulitan berjalan-telah ada. Beberapa rincian membantu menunjuk dengan tepat secara alami pada pening dan bisa memberi perkiraan penyebab.

Salah satu tujuan seorang dokter ketika melakukan pemeriksaan fisik adalah untuk mereproduksi (menimbulkan) gejala-gejala tersebut. Penurunan tekanan darah pada saat berdiri (hipotensi orthostatic) adalah salah satu penyebab paling umum pada pusing/pening. Oleh karena itu, dokter berusaha untuk menimbulkan penurunan tekanan darah dengan mengubah posisi orang tersebut dan melihat apakah gejala-gejala tersebut terjadi ketika tekanan darah diubah. Dokter mengukur tekanan darah dan denyut ketika orang tersebut telah berbaring selama 5 sampai 10 menit, kemudian setelah duduk, dan lagi setelah berdiri. Meja pembaringan memudahkan dokter tersebut untuk melakukan tes lebih teliti. Perubahan pada tekanan darah kemungkinan disebabkan oleh dehidrasi, sehingga dokter melihat tanda dehidrasi dan meminta tes laboratorium.

Orang tersebut kemungkinan diminta untuk melakukan gerakan valsalva (mengeluarkan nafas dengan kuat bersamaan mulut tertutup seperti jika bersusah payah ketika buang air besar). Beberapa gerakan memperlambat denyut jantung sementara waktu, yang bisa menghasilkan pening. Electrocardiography (ECG), Holter monitoring untuk kelainan irama jantung, echocardiography, dan olahraga uji stress bisa juga dilakukan untuk meneliti fungsi jantung.

Beberapa tes bisa dipergunakan untuk menilai keseimbangan dan gaya berjalan, seperti tes Romberg. Tes keseimbangan lain, orang yang menapaki garis lurus dengan satu kaki di belkang yang lain.

Tes penglihatan dilakukan, dan mata kemungkinan diperiksa untuk gerakan yang tidak normal (seperti nystagmus). Jika dokter menduga vertigo, mereka melakukan tes khusus untuk menimbulkan gejala-gejala. Sebagai tambahan, tes pendengaran bisa digunakan untuk mendeteksi gangguan telinga dalam yang mempengaruhi baik keseimbangan dan pendengaran.

Prosedur diagnosa tambahan bisa termasuk computed tomography (CT) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada kepala. Prosedur ini biasanya sangat berguna jika dokter menduga bahwa suplai darah menuju otak tidak mencukupi dan menyebabkan gejala-gejala seperti stroke. Sebagai tambahan, CT angiography, magnetic resonance angiographyv (MRA), atau cerebral angiography (juga disebut kateter angiography karena sebuah kateter dimasukkan ke dalam arteri) bisa menunjukkan apakah arteri menuju otak menyempit atau tersumbat. CT angiography dan MRA tidak menyakitkan dan biasanya lebih dianjurkan daripada cerebral angiography.

Diagnosa lainnya dijalankan jika tidak muncul atau tidak nyata penyebab pening ditemukan, dokter tersebut bisa menanyakan kira-kira kemungkinan penyebab psikologi. Beberapa tes bisa membantu dokter mengidentifikasi depresi, gangguan somatization, dan masalah psikologi lain yang bisa mempengaruhi orang tersebut untuk pusing atau merasa tidak menyatu dengan dunia. Jika tidak ada penyebab yang teridentifikasi, dokter meneliti ulang orang tersebut secara bertahap.


PENGOBATAN
Pengobatan khusus bergantung pada penyebab yang dikenali. Mendapatkan cairan yang cukup sering memperbaiki tekanan darah rendah arthostatic yang diakibatkan dari dehidrasi. Obat-obatan (seperti mineralocorticoid dan midodrine) kemungkinan diperlukan untuk orang dengan hipotensi arthostatic yang disebabkan disfungsi pada sistem syaraf autonomi. Jika penyebab pening adalah sebuah obat, obat tersebut dihentikan atau dosisnya dikurangi. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) seringkali dapat diringankan dengan gerakan memutar kepala (gerakan epley) dilakukan di ruangan dokter. Jika dokter menduga gejala-gejala tersebut seperti stroke, kemudian faktor resiko diobati, beberapa obat-obatan antiplatelet diberikan dan kemungkinan dengan membypass atau menempatkan stent pada arteri yang tersumbat.

Tanpa memperhatikan apakah sebuah penyebab dikenali, obat-obatan kemungkinan diberikan untuk mengurangi gejala-gejala yang menyertai (seperti mual) atau untuk mencegah tekanan darah turun.

Pengaruh Usia
Sesuai usia orang, beberapa bagian tubuh yang berhubungan dengan fungsi keseimbangan kurang baik. Misal, melihat dalam cahaya yang samar menjadi lebih sulit, dan struktur pada telinga bagian dalam memburuk. Mekanisme yang mengendalikan tekanan darah menjadi kurang responsive terhadap perubahan pada kebutuhan tubuh untuk darah. Akibatnya, tekanan darah bisa turun ketika seseorang berdiri (menyebabkan hipotensi orthotastic) atau setelah makanan dimakan (menyebabkan hipotensi postprandial), dan orang tersebut merasa pusing. Biasanya, pusing tidak diakibatkan dari perubahan usia yang berhubungan sendiri. Hal ini lebih mungkin terjadi jika seseorang mengalami gangguan atau menggunakan obat yang menyebabkan pusing.

Gangguan yang menyebabkan pusing (seperti gangguan jantung dan stroke) lebih sering terjadi pada orang tua. Sehingga nyeri radang sendi yang mempengaruhi punggung bawah, paha, dan lutut dan membatasi berjalan. Orang tua bisa merasa atau takut ditinggalkan hanya ketika mereka juga kehilangan kebebasan mereka. Depresi bisa menyebabkan apatis dan merasa terbuang dari dunia. Juga, orang yang depresi seringkali kehilangan minat pada banyak kegiatan. Ketidakaktifan dari berbagai penyebab bisa mempercepat tulang keropos dan kelemahan otot yang tidak dipakai lagi. Orang bisa merasa lemah, goyah, pusing, dan cemas ketika berusaha untuk berjalan, takut jatuh dan patah paha.

Orang yang lebih tua lebih mungkin menggunakan obat-obatan yang bisa menyebabkan pening. Obat-obatan ini termasukyang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, rasa sakit dada (angina), gagal jantung, serangan, atau gelisah, seperti antibiotik tertentu, antihistamin, dan obat tidur. Beberapa antihistamin (seperti meclizine) digunakan untuk mengobati vertigo. Mereka lebih mungkin mengalami efek samping pada orang tua. Dengan demikian, orang tua harus menghindari menggunakan obat-obatan ini sebisa mungkin. Hal yang sama bisa dikatakan untuk antihistamin dan obat tidur OTC.

Dua gangguan pada telinga bagian dalam adalah penyebab pening pada orang tua: benign paroxysmal positional vertigo dan penyakit Meniere.

Pada orang tua, pening kronis meningkatkan resiko terjatuh dan patah dan mengurangi kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Pening kronis seringkali memiliki banyak penyebab dan dengan demikian sulit untuk diobati. Ketika penelitian tidak menduga penyebab tunggal, dokter berusaha untuk memperbaiki banyak faktor yang bisa menyebabkan pening sebisa mungkin.

Jika pening berlangsung lama meskipun diobati, orang bisa mempelajari strategi untuk membantu mereka lebih berfungsi, seperti berikut di bawah ini:
  • Menghindari gerakan yang memicu pening untuk mereka, seperti melihat ke atas atau membungkuk ke bawah.
  • Menyimpan benda pada tingkat yang mudah diraih.
  • Berdiri pelan-pelan setelah duduk atau berbaring.
  • Mengepalkan tangan mereka dan melenturkan kaki mereka sebelum berdiri.
  • Mempelajari olahraga yang dikombinasi dengan mata, kepala, gerakan tubuh untuk membantu mencegah pening.
  • Terapi fisik dan olahraga untuk menguatkan otot dan memelihara gaya berjalan bebas selama mungkin.

Subarachnoid Hemorrhage

DEFINISI
Subarachnoid hemorrhage adalah pendarahan ke dalam ruang (ruang subarachnoid) diantara lapisan dalam (pia mater) dan lapisan tengah (arachnoid mater) para jaringan yang melindungan otak (meninges).
  • Penyebab yang paling umum adalah pecahnya tonjolan pada pembuluh (aneurysm).
  • Biasanya, pecah pada pembuluh menyebabkan tiba-tiba, sakit kepala berat, seringkali diikuti kehilangan singkat pada kesadaran.
  • Computed tomography, kadangkala spinal tap belakang, dan angiography dilakukan untuk memastikan diagnosa.
  • Obat-obatan digunakan untuk menghilangkan sakit kepala dan untuk mengendalikan tekanan darah, dan operasi dilakukan untuk menghentikan pendarahan.
Subarachnoid hemorrhage adalah gangguan yang mengancam nyawa yang bisa cepat menghasilkan cacat permanen yang serius. Hal ini adalah satu-satunya jenis stroke yang lebih umum diantara wanita.


PENYEBAB
Subarachnoid hemorrhage biasanya dihasilkan dari luka kepala. Meskipun begitu, pendarahan mengakibatkan luka kepala yang menyebabkan gejala yang berbeda dan tidak dipertimbangankan sebagai stroke.

Subarachnoid hemorrhage dipertimbangkan sebagai sebuah stroke hanya ketika hal itu terjadi secara spontan-yaitu, ketika pendarahan tidak diakibatkan dari kekuatan luar, seperti kecelakaan atau jatuh. Pendarahan spontan biasanya diakibatkan dari pecahnya secara tiba-tiba aneurysm di dalam arteri cerebral. Aneurysms menonjol pada daerah yang lemah pada dinding arteri. Aneurysms biasanya terjadi dimana cabang nadi. Aneurysms kemungkinan hadir ketika lahir (congenital), atau mereka berkembang kemudian, setelah tahunan tekanan darah tinggi melemahkan dinding arteri. Kebanyakan subarachnoid hemorrhage diakibatkan dari aneurysm sejak lahir.

Agak sering terjadi, subarachnoid hemorrhage diakibatkan dari pecahnya jaringan tidak normal antara arteri dengan pembuluh (arteriovenous malformation) di otak atau sekitarnya. Arteriovenous malformation kemungkinan ada sejak lahir, tetapi hal ini biasanya diidentifikasikan hanya jika gejala terjadi. Jarang, penggumpalan darah terbentuk pada klep jantung yang terinfeksi, mengadakan perjalanan (menjadi embolus) menuju arteri yang mensuplai otak, dan menyebabkan arteri menjadi meradang. Arteri tersebut bisa kemudian melemah dan pecah.


GEJALA
Anda perlu tahu
Hampir setengah orang yang menderita subarachnoid hemorrhage meninggal sebelum mereka sampai di rumah sakit.
Sebelum pecah aneurysm biasanya tidak menyebabkan gejala-gejala sampai menekan saraf atau bocornya darah dalam jumlah sedikit, biasanya sebelum pecahnya besar (yang menyebabkan sakit kepala). Kemudian menghasilkan tanda bahaya, seperti berikut di bawah ini:
  • Sakit kapala, yang bisa tiba-tiba tidak seperti biasanya dan berat (kadangkala disebut sakit kepala thunderclap).
  • Nyeri muka atau mata.
  • Penglihatan ganda.
  • Kehilangan penglihatan sekelilingnya.
Tanda bahaya bisa terjadi hitungan menit sampai mingguan sebelum pecah. Orang harus melaporkan segala sakit kepala yang tidak biasa kepada dokter dengan segera.

Pecahnya bisa terjadi karena hal yang tiba-tiba, sakit kepala hebat yang memuncak dalam hitungan detik. Hal ini seringkali diikuti dengan kehilangan kesadaran yang singkat. Hampir separuh orang yang terkena meninggal sebelum sampai di rumah sakit. Beberapa orang tetap dalam koma atau tidak sadar. Yang lainnya tersadar, merasa pusing dan mengantuk. Mereka bisa merasa gelisah. Dalam hitungan jam atau bahkan menit, orang bisa kembali menjadi mengantuk dan bingung. Mereka bisa menjadi tidak bereaksi dan sulit untuk bangun. Dalam waktu 24 jam, darah dan cairan cerebrospinal di sekitar otak melukai lapisan pada jaringan yang melindungi otak (meninges), menyebabkan leher kaku sama seperti sakit kepala berkelanjutan, sering muntah, pusing, dan rasa sakit di punggung bawah. Frekwensi naik turun pada detak jantung dan bernafas seringkali terjadi, kadangkala disertai kejang.

Sekitar 25% orang mengalami gejala-gejala yang mengindikasikan kerusakan pada bagian spesifik pada otak, seperti berikut di bawah ini:
  • Kelelahan atau lumpuh pada salah satu bagian tubuh (paling sering terjadi).
  • Kehilangan perasa pada salah satu bagian tubuh.
  • Kesulitan memahami dan menggunakan bahasa (aphasia).
Gangguan hebat bisa terjadi dan menjadi permanen dalam hitungan menit atau jam. Demam adalah hal yang biasa selama 5 sampai 10 hari pertama. subarachnoid hemorrhage bisa menyebabkan beberapa masalah serius lainnya:
  • Hydrocephalus: dalam waktu 24 jam. Darah dari subarachnoid hemorrhage bisa menggumpal. Darah yang menggumpal bisa mencegah cairan di sekitar otak (cairan cerebrospinal) dari kekeringan seperti normalnya. Akibatnya, penumpukan darah di dalam otak, meningkatkan tekanan di dalam tengkorak. Hydrocephalus bisa menyebabkan gejala-gejala seperti sakit kepala, mengantuk, pusing, mual, dan muntah dan bisa meningkatkan resiko pada koma dan kematian.
  • Vasospasm: sekitar 3 sampai 10 hari setelah pendarahan, arteri di dalam otak bisa kontraksi (kejang), membatasi aliran darah menuju otak. Kemudian, jaringan otak bisa tidak mendapatkan cukup oksigen dan bisa mati, seperti stroke ischemic. Vasopasm bisa menyebabkan gejala yang serupa pada stroke ischemic, seperti kelemahan atau kehilangan perasa pada salah satu bagian tubuh, kesulitan menggunakan atau memahami bahasa, vertigo, dan koordinasi lemah.
  • Pecahan kedua: kadangkala pecahan kedua terjadi, biasanya dalam waktu seminggu.

DIAGNOSA
Jika orang mengalami secara tiba-tiba, sakit kepala hebat yang puncaknya dalam hitungan detik disertai oleh berbagai gejala yang diduga stroke, mereka harus segera pergi ke rumah sakit.

Computed tomography (CT) dilakukan untuk memeriksa pendarahan. Ketukan tulang belakang (lumbar puncture) dilakukan jika CT tidak meyakinkan atau tidak tersedia. Hal itu bisa mendeteksi darah apa saja di dalam cairan cerebrospinal. Ketukan tulang belakang tidak dilakukan jika dokter menduga bahwa tekanan di dalam tengkorak meningkat. Cerebral angiography dilakukan segera mungkin untuk memastikan diagnosa dan untuk mengidentifikasikan lokasi aneurysm atau arteriovenous malformation menyebabkan pendarahan. Magnetic resonance angiography atau CT angiography kemungkinan digunakan sebagai pengganti.


PENGOBATAN

Prognosis
Sekitar 35% orang meninggal ketika mereka mengalami subarachnoid hemorrhage yang menyebabkan aneurysm karena hal itu mengakibatkan kerusakan otak yang luas. 15% orang yang lainnya meninggal dalam beberapa minggu karena pendarahan dari pecahan kedua. Orang yang bertahan untuk 6 bulan tetapi yang tidak melakukan operasi untuk aneurysm memiliki 3% kemungkinan mengalami pecahan lainnya setiap tahun. Kelihatannya adalah baik ketika penyebabnya adalah arteriovenous malformation. Kadangkala, pendarahan disebabkan oleh kerusakan kecil yang tidak terdeteksi oleh cerebral angiography karena kerusakan telah tertutupi dengan sendirinya. Dalam beberapa kasus, kelihatannya adalah sangat baik.

Beberapa orang kebanyakan atau keseluruhan sembuh dan fungsi fisik setelah subarachnoid hemorrhage.

Orang yang mengalami subarachnoid hemorrhage dirawat di rumah sakit dengan segera. Istirahat total tanpa alasan adalah perlu. Analgesik seperti opoid (tetapi bukan aspirin atau obat-obatan anti-inflammatory nonsteroidal lainnya, yang dapat memperburuk pendarahan) diberikan untuk mengendalikan sakit kepala hebat. Pelembut tinja diberikan untuk mencegah bersusah payah selama buang air besar. Nimodipine, penghambat saluran kalsium, biasanya diberikan melalui mulut untuk mencegah vasospasm dan stroke ischemis berikutnya. Dokter melakukan penghitungan (seperti memberikan obat-obatan dan menyesuaikan jumlah cairan infus yang diberikan) untuk menjaga tekanan darah pada level rendah yang cukup untuk menghindari pendarahan lebih lanjut dan cukup tinggi untuk menjaga aliran darah menuju bagian-bagian rusak pada otak. Kadangkala, potongan tabung plastik (shunt) kemungkinan diletakkan di dalam otak untuk mengeringkan cairan cerebrospinal keluar dari otak. Prosedur ini menghilangkan tekanan dan mencegah hydrochepalus.

Untuk orang yang mengalami aneurysm, prosedur operasi dilakukan untuk mengisolasi, memblok, atau mendukung dinding pada arteri yang lemah dan dengan demikian mengurangi resiko fatal pada pendarahan kemudian. Prosedur ini sulit, dan dengan mengabaikan bagian mana yang digunakan, resiko kematian adalah tinggi, khususnya untuk orang yang dalam keadaan pingsan atau koma. Waktu yang paling tepat untuk operasi adalah kontroversial dan harus diputuskan berdasarkan keadaan orang tersebut. Kebanyakan ahli bedah saraf menganjurkan operasi dalam waktu 24 jam sejak dimulainya gejala, sebelum hydrocepalus dan vasopasm berkembang. Jika operasi tidak dapat dilakukan secepat ini, prosedur tersebut kemungkinan ditunda 10 hari untuk mengurangi resiko pada operasi, tetapi kemudian pendarahan lebih mungkin untuk terulang karena jangka waktu menunggu lebih lama.

Prosedur yang biasanya dipakai, disebut operasi neuroendovascular, meliputi memasukkan kawat bergulung ke dalam aneurysm. Gulungan dipasang menggunakan kateter yang dimasukkan ke dalam arteri dan disusupkan ke dalam aneurysm. Dengan begitu, prosedur ini tidak memerlukan pembukaan tengkorak. Dengan aliran darah yang lambat melalui aneurysm, gulungan menaikkan pembentukan gumpalan, yang menutup aneurysm dan mencegah dari pecah. Operasi neuroendovascular bisa sering dilakukan pada waktu yang sama dengan angiography cerebral, ketika aneurysm didiagnosa.

Jarang, penjepit (klip) baja ditempatkan melintangi aneurysm. Prosedur ini mencegah darah masuk ke aneurysm dan menghilangkan resiko pecah. Penjepit tinggal ditempatnya secara permanen. Kebanyakan penjepit yang diletakkan 15 sampai 20 tahun kemudian dipengaruhi oleh kekuatan magnet dan bisa berubah letak selama magnetic resonance imaging (MRI). Orang yang memiliki penjepit ini harus memberitahukan kepada dokter mereka jika MRI menjadi pertimbangan. Penjepit baru tidak bisa dipengaruhi oleh kekuatan magnet.

Apa yang perlu kita lakukan
Setelah stroke, orang tua lebih mengkin mengalami masalah, seperti luka tekanan, pneumonia, otot memendek secara permanen (contractures) yang membatasi gerakan, dan depresi. Orang yang lebih tua lebih mungkin telah siap mengalami gangguan yang membatasi pengobatan pada stroke. Misal, mereka bisa mengalami tekanan darah tinggi atau pendarahan lambung yang mencegah mereka dari menggunakan antikoagulan untuk mengurangi resiko pada darah menggumpal. Beberapa pengobatan, seperti endarterectomy, lebih mungkin menyebabkan komplikasi pada orang yang lebih tua. Meskipun demikian, keputusan pengobatan harus didasarkan pada kesehatan orang tersebut dibandingkan pada usia itu sendiri.

Beberapa gangguan yangs sering teradi pada orang yang lebih tua bisa berhubungan dengan kesembuhan mereka setelah stroke, seperti berikut di bawah ini:
  • Orang dengan dementia bisa tidak mengerti apa yang diperlukan oleh mereka untuk rehabilitasi.
  • Orang dengan gagal jantung atau gangguan jantung lainnya bisa beresiko memiliki stroke lainnya atau serangan jantung yang dipicu oleh usaha selama rehabilitasi.
Kesembuhan yang baik lebih mungkin ketika orang tua yang memiliki anggota keluarga atau perawat untuk menolong, keadaan tempat tinggal yang memberikan fasilitas kemudahan (misal, tempat tinggal di lantai bawah dan dekat dengan toko), dan sumber dana untuk membayar rehabilitasi.
Karena kesembuhan setelah stroke bergantung pada banyaknya factor medis, sosial, keuangan, dan gaya hidup, rehabilitasi dan perawatan orang tua harus didesign secara individual dan diatur oleh kelompok praktisi pemerhati kesehatan (termasuk perawat, psikolog, dan pekerja sosial seperti dokter atau terapis). Anggota tim bisa juga menyediakan informasi mengenai sumber dan strategi untuk membantu orang yang mengalami stroke dan pemberi perhatian mereka dengan kehidupan sehari-hari .

Selasa, 18 Mei 2010

Intracerebral Hemorrhage

DEFINISI
Intracerebral hemorrhage adalah pendarahan di dalam otak.
  • Intracerebral hemorrhage biasanya diakibatkan dari tekanan darah tinggi kronis.
  • Gejala awal seringkali sakit kepala hebat.
  • Diagnosa didasarkan pada gejala dan hasil penelitian fisik dan tes imaging.
  • Pengobatan bisa termasuk vitamin K, transfusi, dan, jarang, operasi untuk mengangkat darah yang terkumpul.
Intracerebral hemorrhage. berjumlah sekitar 10% dari seluruh stroke tetapi persentasenya kematian lebih tinggi dari disebabkan stroke. Di antara orang yang berusia lebih tua dari 60 tahun, intracerebral hemorrhage lebih sering terjadi dibandingkan subarachnoid hemorrhage.


PENYEBAB
Intracerebral hemorrhage sangat sering terjadi ketika tekanan darah tinggi kronis melemahkan arteri kecil, menyebabkannya menjadi pecah. Penggunaan kokain dan ampetamin bisa menyebabkan tekanan darah yang sangat tinggi dan pendarahan untuk sementara waktu. Pada beberapa orang yang tua, protein tidak normal disebut amyloid yang menumpuk pada arteri otak. Penumpukan ini (disebut amyloid angiopathy) melemahkan arteri dan bisa menyebabkan pendarahan.

Umumnya tidak banyak penyebabnya termasuk ketidaknormalan pembuluh darah yang ada ketika lahir, luka, tumor, peradangan pada pembuluh darah (vasculitis), gangguan pendarahan, dan penggunaan antikoagulan dalam dosis yang terlalu tinggi. Gangguan pendarahan dan penggunaan antikoagulan meningkatkan resiko sekarat dari intracerebral hemorrhage.


GEJALA
Intracerebral hemorrhage mulai dengan tiba-tiba. Dalam sekitar setengah orang, hal itu diawali dengan sakit kepala berat, seringkali selama aktifitas. Meskipun begitu, pada orang tua, sakit kepala kemungkinan ringan atau tidak ada. Dugaan gejala terbentuknya disfungsi otak dan menjadi memburuk sebagaimana peluasan pendarahaan.

Beberapa gejala, seperti lemah, lumpuh, kehilangan perasa, dan mati rasa, seringkali mempengaruhi hanya salah satu bagian tubuh. Orang kemungkinan tidak bisa berbicara atau menjadi pusing. Penglihatan kemungkinan terganggu atau hilang. Mata bisa di ujung perintah yang berbeda atau menjadi lumpuh. Pupil bisa menjadi tidak normal besar atau kecil. Mual, muntah, serangan, dan kehilangan kesadaran adalah biasa dan bisa terjadi di dalam hitungan detik sampai menit.


DIAGNOSA
Dokter bisa seringkali mendiagnosa intracerebral hemorrhage berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Meskipun begitu, computed tomography (CT) atau Magnetic resonance imaging (MRI) juga dilakukan. Kedua tes bisa membantu dokter membedakan stroke yang mengeluarkan darah dari stroke ischemic. Tes tersebut bisa juga menunjukkan seberapa jaringan otak yang telah rusak dan apakah tekanan meningkat pada daerah otak. Kadar gula darah diukur karena kadar gula darah yang rendah bisa menyebabkan gejala yang serupa pada mereka yang terkena stroke.


PENGOBATAN
Pendarahan intracerebral lebih mungkin menjadi fatal dibandingkan stroke ischemic. Pendarahan tersebut biasanya besar dan catastrophic, khususnya pada orang yang mengalami tekanan darah tinggi yang kronis. Lebih dari setengah orang yang mengalami pendarahan besar meninggal dalam beberapa hari. Mereka yang bertahan hidup biasanya kembali sadar dan beberapa fungsi otak bersamaan dengan waktu. Meskipun begitu, kebanyakan tidak sembuh seluruhnya fungsi otak yang hilang.

Pengobatan pada pendarahan intracerebral berbeda dari stroke ischemic. Anticoagulant (seperti heparin dan warfarin), obat-obatan trombolitik, dan obat-obatan antiplatelet (seperti aspirin) tidak diberikan karena membuat pendarahan makin buruk. Jika orang yang menggunakan antikoagulan mengalami stroke yang mengeluarkan darah, mereka bisa memerlukan pengobatan yang membantu penggumpalan darah seperti :
  • Vitamin K, biasanya diberikan secara infuse.
  • Transfusi atau platelet.
  • Transfusi darah yang telah mempunyai sel darah dan pengangkatan platelet (plasma segar yang dibekukan).
  • Pemberian infus pada produk sintetis yang serupa pada protein di dalam darah yang membantu darah untuk menggumpal (faktor penggumpalan).
Operasi untuk mengangkat penumpukan darah dan menghilangkan tekanan di dalam tengkorak, bahkan jika hal itu bisa menyelamatkan hidup, jarang dilakukan karena operasi itu sendiri bisa merusak otak. Juga, pengangkatan penumpukan darah bisa memicu pendarahan lebih, lebih lanjut kerusakan otak menimbulkan kecacatan yang parah. Meskipun begitu, operasi ini kemungkinan efektif untuk pendarahan pada kelenjar pituitary atau pada cerebellum. Pada beberapa kasus, kesembuhan yang baik adalah mungkin.

Hemorrhagic Stroke

DEFINISI
Stroke Hemorrhagic meliputi pendarahan di dalam otak (intracerebral hemorrhage) dan pendarahan di antara bagian dalam dan luar lapisan pada jaringan yang melindungi otak (subarachnoid hemorrhage).

Terdapat dua jenis utama pada stroke yang mengeluarkan darah : (intracerebral hemorrhage dan (subarachnoid hemorrhage. Gangguan lain yang meliputi pendarahan di dalam tengkorak termasuk epidural dan hematomas subdural, yang biasanya disebabkan oleh luka kepala. Gangguan ini menyebabkan gejala yang berbeda dan tidak dipertimbangkan sebagai stroke.

Pecah dan retak : Penyebab Hemorrhagic Stroke
hemorrhagic stroke
Ketika pembuluh darah pada otak lemah, tidak normal, atau di bawah tekanan yang tidak semestinya, stroke yang mengeluarkan darah bisa terjadi. Pada stroke yang mengeluarkan darah, pendarahan bisa terjadi di dalam otak, sebagai intracerebral hemorrhage. Atau pendarahan bisa terjadi diantara bagian dalam dan tengah lapisan pada jaringan yang melindungi otak (pada ruang subarachnoid), sebagai subarachnoid hemorrhage.

Senin, 10 Mei 2010

Serangan Iskemik Sesaat

DEFINISI
Serangan Iskemik Sesaat (Transient Ischemic Attacks, TIA) adalah gangguan fungsi otak yang merupakan akibat dari berkurangnya aliran darah ke otak untuk sementara waktu. TIA lebih banyak terjadi pada usia setengah baya dan resikonya meningkat sejalan dengan bertambahnya umur. Kadang-kadang TIA terjadi pada anak-anak atau dewasa muda yang memiliki penyakit jantung atau kelainan darah.


PENYEBAB
Serpihan kecil dari endapan lemak dan kalsium pada dinding pembuluh darah (ateroma) bisa lepas, mengikuti aliran darah dan menyumbat pembuluh darah kecil yang menuju ke otak, sehingga untuk sementara waktu menyumbat aliran darah ke otak dan menyebabkan terjadinya TIA.

Resiko terjadinya TIA meningkat pada:
- tekanan darah tinggi
- aterosklerosis
- penyakit jantung (terutama pada kelainan katup atau irama jantung)
- diabetes
- kelebihan sel darah merah (polisitemia).


GEJALA
TIA terjadi secara tiba-tiba dan biasanya berlangsung selama 2-30 menit, jarang sampai lebih dari 1-2 jam.

Gejalanya tergantung kepada bagian otak mana yang mengalami kekuranan darah:
- Jika mengenai arteri yang berasal dari arteri karotis, maka yang paling sering ditemukan adalah kebutaan pada salah satu mata atau kelainan rasa dan kelemahan
- Jika mengenai arteri yang berasal dari arteri vertebralis, biasanya terjadi pusing, penglihatan ganda dan kelemahan menyeluruh.

Gejala lainnya yang biasa ditemukan adalah:
- Hilangnya rasa atau kelainan sensasi pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh
- Kelemahan atau kelumpuhan pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh
- Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran
- Penglihatan ganda
- Pusing
- Bicara tidak jelas
- Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
- Tidak mampu mengenali bagian tubuh
- Gerakan yang tidak biasa
- Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih
- Ketidakseimbangan dan terjatuh
- Pingsan.

Gejala-gejala yang sama akan ditemukan pada stroke, tetapi pada TIA gejala ini bersifat sementara dan reversibel. Tetapi TIA cenderung kambuh; penderita bisa mengalami beberapa kali serangan dalam 1 hari atau hanya 2-3 kali dalam beberapa tahun. Sekitar sepertiga kasus TIA berakhir menjadi stroke dan secara kasar separuh dari stroke ini terjadi dalam waktu 1 tahun setelah TIA.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Karena tidak terjadi kerusakan otak, maka diagnosis tidak dapat ditegakkan dengan bantuan CT scan maupun MRI. Digunakan beberapa teknik untuk menilai kemungkinan adanya penyumbatan pada salah satu atau kedua arteri karotis.

Aliran darah yang tidak biasa menyebabkan suara (bruit) yang terdengar melalui stetoskop. Dilakukan skening ultrasonik dan teknik Doppler secara bersamaan untuk mengetahui ukuran sumbatan dan jumlah darah yang bisa mengalir di sekitarnya. Angiografi serebral dilakukan untuk menentukan ukuran dan lokasi sumbatan.

Untuk menilai arteri karotis biasanya dilakukan pemeriksaan MRI atau angiografi, sedangkan untuk menilai arteri vertebralis dilakukan pemeriksaan ultrasonik dan teknik Doppler. Sumbatan di dalam arteri vertebral tidak dapat diangkat karena pembedahannya lebih sulit bila dibandingkan dengan pembedahan pada arteri karotis.


PENGOBATAN
Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah stroke. Faktor resiko utama untuk stroke adalah tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, merokok dan diabetes; karena itu langkah pertama adalah memperbaiki faktor-faktor resiko tersebut. Obat-obatan diberikan untuk mengurangi kecenderungan pembentukan bekuan darah, yang merupakan penyebab utama dari stroke.

Salah satu obat yang paling efektif adalah Aspirin. Kadang diberikan dipiridamol, tetapi obat ini hanya efektif untuk sebagian kecil penderita. Untuk yang alergi terhadap Aspirin, bisa diganti dengan tiklopidin. Jika diperlukan obat yang lebih kuat, bisa diberikan antikoagulan (misalnya heparin atau warfarin).

Luasnya penyumbatan pada arteri karotis membantu dalam menentukan pengobatan. Jika lebih dari 70% pembuluh darah yang tersumbat dan penderita memiliki gejala yang menyerupai stroke selama 6 bulan terakhir, maka perlu dilakukan pembedahan untuk mencegah stroke. Sumbatan yang kecil diangkat hanya jika telah menyebabkan TIA yang lebih lanjut atau stroke.

Pada pembedahan enarterektomi, endapan lemak (ateroma) di dalam arteri dibuang. Pembedahan ini memiliki resiko terjadinya stroke sebesar 2%. Pada sumbatan kecil yang tidak menimbulkan gejala sebaiknya tidak dilakukan pembedahan, karena resiko pembedahan tampaknya lebih besar.

Enarterektomi

Sabtu, 08 Mei 2010

Sakit Kepala Cluster

DEFINISI
Sakit Kepala Cluster adalah jenis sakit kepala migren yang jarang terjadi, yang menyebabkan nyeri yang luar biasa. Paling sering menyerang pria di atas 30 tahun.


PENYEBAB
Serangan bisa disebabkan oleh alkohol dan kekurangan oksigen (misalnya di daerah pegunungan).


GEJALA
Suatu serangan hampir selalu dimulai secara tiba-tiba dan berakhir dalam waktu 1 jam. Serangan seringkali dimulai dengan rasa gatal atau meler pada salah satu sisi hidung, yang mendahului nyeri hebat pada sisi kepala yang sama dan menjalar ke sekitar mata. Setelah serangan, kelopak mata pada sisi yang sama bisa menutup dan pupil seringkali mengecil.

Serangan datang dalam kelompok, berkisar dari 2 serangan/minggu sampai beberapa serangan/hari. Sebagian besar episode sakit kepala cluster berlangsung selama 608 minggu dan kadang lebih lama, yang diikuti dengan interval bebas sakit kepala selama beberapa bulan sebelum serangan muncul lagi.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas.


PENGOBATAN
Suntikan sumatriptan bisa segera menghilangkan nyeri tapi tidak mencegah serangan berikutnya. Selama suatu serangan, menghirup oksigen kadang bisa mengurangi nyeri.


PENCEGAHAN
Untuk mencegah serangan bisa diberikan ergotamin, kortikosteroid atau metisergid.

Kamis, 29 April 2010

Delirium

DEFINISI
Delirium adalah keadaan yang yang bersifat sementara dan biasanya terjadi secara mendadak, dimana penderita mengalami penurunan kemampuan dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi linglung, mengalami disorientasi dan tidak mampu berfikir secara jernih.


PENYEBAB
Delirium merupakan suatu keadaan mental yang abnormal, bukan suatu penyakit; dengan sejumlah gejala yang menunjukkan penurunan fungsi mental. Berbagai keadaan atau penyakit (mulai dari dehidrasi ringan sampai keracunan obat atau infeksi yang bisa berakibat fatal), bisa menyebabkan delirium.

Keadaan ini paling sering terjadi pada usia lanjut dan penderita yang otaknya telah mengalami gangguan, termasuk orang yang sakit berat, orang yang mengkonsumsi obat yang menyebabkan perubahan fikiran atau perilaku dan orang yang mengalami demensia.

Penyebab delirium:
  • Alkohol, obat-obatan dan bahan beracun
  • Efek toksik dari pengobatan
  • Kadar elektrolit, garam dan mineral (misalnya kalsium, natrium atau magnesium) yang tidak normal akibat pengobatan, dehidrasi atau penyakit tertentu
  • Infeksi akut disertai demam
  • Hidrosefalus bertekanan normal, yaitu suatu keadaan dimana cairan yang membantali otak tidak diserap sebagaimana mestinya dan menekan otak
  • Hematoma subdural, yaitu pengumpulan darah di bawah tengkorak yang dapat menekan otak.
  • Meningitis, ensefalitis, sifilis (penyakit infeksi yang menyerang otak)
  • Kekurangan tiamin dan vitamin B12
  • Hipotiroidisme maupun hipotiroidisme
  • Tumor otak (beberapa diantaranya kadang menyebabkan linglung dan gangguan ingatan)
  • Patah tulang panggul dan tulang-tulang panjang
  • Fungsi jantung atau paru-paru yang buruk dan menyebabkan rendahnya kadar oksigen atau tingginya kadar karbon dioksida di dalam darah
  • Stroke.

GEJALA
Delirium dapat diawali dengan berbagai gejala, dan kasus yang ringan mungkin sulit untuk dikenali. Tingkah laku seseorang yang mengalami delirium bervariasi, tetapi kira-kira sama seperti orang yang sedang mengalami mabuk berat. Ciri utama dari delirium adalah tidak mampu memusatkan perhatian. Penderita tidak dapat berkonsentrasi, sehingga mereka memiliki kesulitan dalam mengolah informasi yang baru dan tidak dapat mengingat peristiwa yang baru saja terjadi.

Hampir semua penderita mengalami disorientasi waktu dan bingung dengan tempat dimana mereka berada. Fikiran mereka kacau, mengigau dan terjadi inkoherensia. Pada kasus yang berat, penderita tidak mengetahui diri mereka sendiri. Beberapa penderita mengalami paranoia dan delusi (percaya bahwa sedang terjadi hal-hal yang aneh).

Respon penderita terhadap kesulitan yang dihadapinya berbeda-beda; ada yang sangat tenang dan menarik diri, sedangkan yang lainnya menjadi hiperaktif dan mencoba melawan halusinasi maupun delusi yang dialaminya. Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka sering terjadi perubahan perilaku. Keracunan obat tidur menyebabkan penderita sangat pendiam dan menarik diri, sedangkan keracunan amfetamin menyebabkan penderita menjadi agresif dan hiperaktif.

Delirium bisa berlangsung selama berjam-jam, berhari-hari atau bahkan lebih lama lagi, tergantung kepada beratnya gejala dan lingkungan medis penderita. Delirium sering bertambah parah pada malam hari (suatu fenomena yang dikenal sebagai matahari terbenam). Pada akhirnya, penderita akan tidur gelisah dan bisa berkembang menjadi koma (tergantung kepada penyebabnya).


Membedakan Delirium Dengan Psikosa

Gejala Umum Delirium
(penyakit fisik)
GEjala Umum Psikosa
(kelainan mental)
Bingung tentang waktu, tanggal, tempat atau identitas Biasanya sadar akan waktu, tempat & identitas
Sulit memusatkan perhatian Mampu memusatkan perhatian
Lupa akan peristiwa yg baru saja terjadi Berfikir tidak logis tetapi ingat akan peristisa yg baru saja terjadi
Tidak mampu berfikir secara logis atau melakukan perhitungan sederhana Mampu melakukan perhitungan sederhana
Demam atau pertanda infeksi lainnya Riwayat kelainan psikis sebelumnya
Halusinasi (lihat) Halusinasi (dengar)
Terdapat bukti pemakaian obat -
Tremor -


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya dan sesegera mungkin ditentukan penyebabnya. Dilakukan pemeriksaan fisik lengkap dan dititikberatkan pada respon neurologis penderita. Pemeriksan lainnya yang biasa dilakukan adalah pemeriksaan darah, rontgen dan pungsi lumbal.


PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya;
- infeksi diatasi dengan antibiotik
- demam diatasi dengan obat penurun panas
- kelainan kadar garam dan mineral dalam darah diatasi dengan pengaturan kadar cairan dan garam dalam darah.

Untuk meringankan agitasi diberikan obat-obat benzodiazepin (misalnya diazepam, triazolam dan temazepam). Obat anti-psikosa (misalnya haloperidol, tioridazin dan klorpromazin) biasanya diberikan hanya kepada penderita yang mengalami paranoid atau sangat ketakutan atau penderita yang tidak dapat ditenangkan dengan benzodiazepin.

Jika penyebabnya adalah alkohol, diberikan benzodiazepin sampai masa agitasi penderita hilang.

Demensia

DEFINISI
Demensia adalah penurunan kemampuan mental yang biasanya berkembang secara perlahan, dimana terjadi gangguan ingatan, fikiran, penilaian dan kemampuan untuk memusatkan perhatian, dan bisa terjadi kemunduran kepribadian. Pada usia muda, demensia bisa terjadi secara mendadak jika cedera hebat, penyakit atau zat-zat racun (misalnya karbon monoksida) menyebabkan hancurnya sel-sel otak. Tetapi demensia biasanya timbul secara perlahan dan menyerang usia di atas 60 tahun.

Namun demensia bukan merupakan bagian dari proses penuaan yang normal. Sejalan dengan bertambahnya umur, maka perubahan di dalam otak bisa menyebabkan hilangnya beberapa ingatan (terutama ingatan jangka pendek) dan penurunan beberapa kemampuan belajar. Perubahan normal ini tidak mempengaruhi fungsi.

Lupa pada usia lanjut bukan merupakan pertanda dari demensia maupun penyakit Alzheimer stadium awal. Demensia merupakan penurunan kemampuan mental yang lebih serius, yang makin lama makin parah. Pada penuaan normal, seseorang bisa lupa akan hal-hal yang detil; tetapi penderita demensia bisa lupa akan keseluruhan peristiwa yang baru saja terjadi.


PENYEBAB
Yang paling sering menyebabkan demensia adalah penyakit Alzheimer. Penyebab penyakit Alzheimer tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan faktor genetik, karena penyakit ini tampaknya ditemukan dalam beberapa keluarga dan disebabkan atau dipengaruhi oleh beberapa kelainan gen tertentu.

Pada penyakit Alzheimer, beberapa bagian otak mengalami kemunduran, sehingga terjadi kerusakan sel dan berkurangnya respon terhadap bahan kimia yang menyalurkan sinyal di dalam otak. Di dalam otak ditemukan jaringan abnormal (disebut plak senilis dan serabut saraf yang semrawut) dan protein abnormal, yang bisa terlihat pada otopsi.

Demensia sosok Lewy sangat menyerupai penyakit Alzheimer, tetapi memiliki perbedaan dalam perubahan mikroskopik yang terjadi di dalam otak. Penyebab ke-2 tersering dari demensia adalah serangan stroke yang berturut-turut. Stroke tunggal ukurannya kecil dan menyebabkan kelemahan yang ringan atau kelemahan yang timbul secara perlahan. Stroke kecil ini secara bertahap menyebabkan kerusakan jaringan otak, daerah otak yang mengalami kerusakan akibat tersumbatnya aliran darah disebut infark.

Demensia yang berasal dari beberapa stroke kecil disebut demensia multi-infark. Sebagian besar penderitanya memiliki tekanan darah tinggi atau kencing manis, yang keduanya menyebabkan kerusakan pembuluh darah di otak. Demensia juga bisa terjadi setelah seseorang mengalami cedera otak atau cardiac arrest.

Penyebab lain dari demensia adalah:
- Penyakit Pick
- Penyakit Parkinson
- AIDS
- Penyakit Creutzfeldt-Jakob

Hidrosefalus bertekanan normal terjadi jika cairan yang secara normal mengelilingi otak dan melindunginya dari cedera, gagal diserap sebagaimana mestinya. Hidrosefalus ini menyebabkan demensia yang tidak biasa, dimana tidak hanya menyebabkan hilangnya fungsi mental tetapi juga terjadi inkontinensia air kemih dan kelainan berjalan.

Orang yang menderita cedera kepala berulang (misalnya petinju) seringkali mengalami demensia pugilistika (ensefalopati traumatik progresif kronik); beberapa diantaranya juga menderita hidrosefalus. Usia lanjut yang menderita depresi juga mengalami pseudodemensia. Mereka jarang makan dan tidur serta sering mengeluh tentang ingatannya yang berkurang; sedangkan pada demensia sejati, penderita sering memungkiri hilangnya ingatan mereka.


GEJALA
Demensia biasanya dimulai secara perlahan dan makin lama makin parah, sehingga keadaan ini pada mulanya tidak disadari. Terjadi penurunan dalam ingatan, kemampuan untuk mengingat waktu dan kemampuan untuk mengenali orang, tempat dan benda. Penderita memiliki kesulitan dalam menemukan dan menggunakan kata yang tepat dan dalam pemikiran abstrak (misalnya dalam pemakaian angka). Sering terjadi perubahan kepribadian.

Demensia karena penyakit Alzheimer biasanya dimulai secara samar. Gejala awal biasanya adalah lupa akan peristiwa yang baru saja terjadi; tetapi bisa juga bermula sebagai depresi, ketakutan, kecemasan, penurunan emosi atau perubahan kepribadian lainnya. Terjadi perubahan ringan dalam pola berbicara; penderita menggunakan kata-kata yang lebih sederhana, menggunakan kata-kata yang tidak tepat atau tidak mampu menemukan kata-kata yang tepat.

Ketidakmampuan mengartikan tanda-tanda bisa menimbulkan kesulitan dalam mengemudikan kendaraan. Pada akhirnya penderita tidak dapat menjalankan fungsi sosialnya. Demensia karena stroke kecil memiliki perjalanan penyakit dengan pola seperti menuruni tangga. Gejalanya memburuk secara tiba-tiba, kemudian agak membaik dan selanjutnya akan memburuk kembali ketika stroke yang berikutnya terjadi. Mengendalikan tekanan darah tinggi dan kencing manis kadang dapat mencegah stroke berikutnya dan kadang terjadi penyembuhan ringan.

Beberapa penderita bisa menyembunyikan kekurangan mereka dengan baik. Mereka menghindari aktivitas yang rumit (misalnya membaca atau bekerja). Penderita yang tidak berhasil merubah hidupnya bisa mengalami frustasi karena ketidakmampuannya melakukan tugas sehari-hari. Penderita lupa untuk melakukan tugasnya yang penting atau salah dalam melakukan tugasnya.


Membedakan Delirium Dengan Demensia

Delirium Demensia
Terjadi secara tiba-tiba Terjadi secara perlahan
Berlangsung selama beberapa minggu Bisa menetap
Berhubungan dengan pemakaian obat atau gejala putus obat, penyakit berat, kelainan metabolisme Bisa tanpa penyakit
Hampir selalu memburuk di malam hari Sering bertambah buruk di malam hari
Tidak mampu memusatkan perhatian Perhatiannya 'mengembara'
Kesiagaan berfluktuasi dari letargi menjadi agitasi Kesiagaan seringkali berkurang
Orientasi terhadap lingkungan bervariasi Orientasi terhadap lingkungan terganggu
Bahasanya lambat, seringkali tidak dapat dimengerti & tidak tepat Kadang mengalami kesulitan dalam menemukan kata-kata yg tepat
Ingatannya bercampur baur, linglung Ingatannya hilang, terutama untuk peristiwa yang baru saja terjadi


DIAGNOSA
Diagnosis demensia ditegakkan berdasarkan penilaian menyeluruh, dengan memperhatikan usia penderita, riwayat keluarga, awal dan perkembangan gejala serta adanya penyakit lain (misalnya tekanan darah tinggi atau kencing manis). Dilakukan pemeriksaan kimia darah standar. Pemeriksaan CT scan dan MRI dimaksudkan untuk menentukan adanya tumor, hidrosefalus atau stroke.

Jika pada seorang lanjut usia terjadi kemunduran ingatan yang terjadi secara bertahap, maka diduga penyebabnya adalah penyakit Alzheimer. Diagnosis penyakit Alzheimer terbukti hanya jika dilakukan otopsi terhadap otak, yang menunjukkan banyaknya sel saraf yang hilang. Sel yang tersisa tampak semrawut dan di seluruh jaringan otak tersebar plak yang terdiri dari amiloid (sejenis protein abnormal). Metode diagnostik yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit ini adalah pemeriksaan pungsi lumbal dan PET (positron emission tomography), yang merupakan pemerisaan skening otak khusus.


PENGOBATAN
Sebagian besar kasus demensia tidak dapat disembuhkan. Obat takrin membantu penderita dengan penyakit Alzheimer, tetapi menyebabkan efek samping yang serius. Takrin telah digantikan oleh donepezil, yang menyebabkan lebih sedikit efek samping dan memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer selama 1 tahun atau lebih. Ibuprofen juga bisa memperlambat perjalanan penyakit ini. Obat ini paling baik jika diberikan pada stadium dini.

Demensia karena stroke yang berturut-turut tidak dapat diobati, tetapi perkembangannya bisa diperlambat atau bahkan dihentikan dengan mengobati tekanan darah tinggi atau kencing manis yang berhubungan dengan stroke. Jika hilangnya ingatan disebabakan oleh depresi, diberikan obat anti-depresi. Jika didiagnosis secara dini, maka demensia karena hidrosefalus bertekanan normal kadang dapat diatasi dengan membuang cairan yang berlebihan di dalam otak melalui selang drainase (shunting).

Untuk mengendalikan agitasi dan perilaku yang meledak-ledak, yang bisa menyertai demensia stadium lanjut, sering digunakanobat anti-psikosa (misalnya tioridazin dan haloperidol). Tetapi obat ini kurang efektif dan menimbulkan efek samping yang serius. Obat anti-psikotik efektif diberikan kepada penderita yang mengalami halusinasi atau paranoia.

Membantu penderita demensia dan keluarganya:
  1. Mempertahankan lingkungan yang familiar akan membantu penderita tetap memiliki orientasi. Kalender yang besar, cahaya yang terang, jam dinding dengan angka-angka yang besar atau radio juga bisa membantu penderita tetap memiliki orientasi.
  2. Menyembunyikan kunci mobil dan memasang detektor pada pintu bisa membantu mencegah terjadinya kecelekaan pada penderita yang senang berjalan-jalan.
  3. Menjalani kegiatan mandi, makan, tidur dan aktivitas lainnya secara rutin, bisa memberikan rasa keteraturan kepada penderita.
  4. Memarahi atau menghukum penderita tidak akan membantu, bahkan akan memperburuk keadaan.
  5. Meminta bantuan organisasi yang memberikan pelayanan sosial dan perawatan, akan sangat membantu.

PROGNOSIS

Perkembangan demensia pada setiap orang berbeda. Demensia karena AIDS biasanya dimulai secara samar tetapi berkembang terus selama beberapa bulan atau tahun. Sedangkan demensia karena penyakit Ceutzfeldt-Jakob biasanya menyebabkan demensia hebat dan seringkali terjadi kematian dalam waktu 1 tahun.

Pada sebagian besar demensia stadium lanjut, terjadi penurunan fungsi otak yang hampir menyeluruh. Penderita menjadi lebih menarik dirinya dan tidak mampu mengendalikan perilakunya. Suasana hatinya sering berubah-ubah dan senang berjalan-jalan (berkelana). Pada akhirnya penderita tidak mampu mengikuti suatu percakapan dan bisa kehilangan kemampuan berbicara.


PENCEGAHAN
Meskipun penelitian masih berlangsung, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah atau menunda terjadinya demensia.
  1. Jagalah agar pikiran Anda aktif. Kegiatan merangsang secara mental dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk menangani atau mengkompensasi perubahan yang berhubungan dengan demensia. Ini mencakup hal-hal seperti teka-teki dan permainan kata, belajar bahasa, bermain alat musik, membaca, menulis, melukis atau menggambar. Tidak hanya kegiatan ini dapat menunda mulainya dementia, tetapi juga dapat membantu menurunkan efek - semaikn sering aktivitas, semakin memberi efek menguntungkan.
  2. Jadilah aktif secara fisik dan sosial. Fisik dan kegiatan sosial dapat menunda mulainya dementia dan juga mengurangi gejala. Semakin sering aktivitas, semakin signifikan efeknya. Contoh aktivitas fisik berjalan kaki, berenang dan menari. Kegiatan sosial meliputi perjalanan, menonton teater dan pameran seni, dan bermain kartu atau permainan.
  3. Turunkan kadar homosistein Anda. Penelitian awal menunjukkan bahwa tiga dosis tinggi vitamin B - asam folat, B-6 dan B-12 - membantu menurunkan kadar homosistein dan berguna untuk memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer.
  4. Turunkan kadar kolesterol Anda. Endapan yang terjadi dalam otak orang-orang dengan kolesterol tinggi merupakan salah satu penyebab demensia vaskular. Jadi, menurunkan kadar kolesterol Anda dapat membantu mencegah kondisi ini. Statin obat-obatan, yang membantu menurunkan kadar kolesterol, juga dapat membantu menurunkan risiko berkembangnya demensia.
  5. Kendalikan diabetes. Mengontrol diabetes dapat mengurangi resiko terkena penyakit Alzheimer dan demensia vaskular.
  6. Menurunkan tekanan darah Anda. Menjaga tekanan darah pada tingkat normal dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan demensia vaskular.
  7. Kejarlah pendidikan. Orang-orang yang telah menghabiskan lebih banyak waktu di pendidikan formal tampaknya memiliki insiden lebih rendah dari penurunan mental, bahkan ketika mereka memiliki kelainan otak. Para peneliti berpendapat bahwa pendidikan dapat membantu Anda mengembangkan jaringan sel saraf otak yang kuat yang mengkompensasi kerusakan sel saraf yang disebabkan oleh penyakit Alzheimer.
  8. Pertahankan pola makan yang sehat. Diet yang sehat adalah penting karena berbagai alasan, tetapi studi menunjukkan bahwa makanan yang kaya buah-buahan, sayuran dan omega-3 asam lemak, umumnya ditemukan di ikan dan kacang-kacangan tertentu, dapat memiliki efek perlindungan dan menurunkan resiko terkena demensia.
  9. Dapatkan vaksinasi. Mereka yang menerima vaksinasi untuk influenza, tetanus, difteri dan polio tampaknya secara signifikan mengurangi risiko penyakit Alzheimer, jadi tetap jalani vaksinasi Anda dapat memiliki efek perlindungan terhadap berkembangnya demensia.

Minggu, 18 April 2010

Stupor & Koma

DEFINISI
Tingkat aktivitas di dalam otak yang normal bervariasi secara konstan. Aktivitas pada saat terjaga sangat berbeda dengan aktivitas ketika tertidur. Aktivitas otak ketika mengikuti ujian sangat berbeda dengan aktivitas otak ketika bersantai di pantai.

Semua perbedaan tersebut merupakan keadaan yang normal dan otak bisa berubah dengan cepat dari satu tingkat kesiagaan ke tingkat lainnya. Selama keadaan siaga yang abnormal (perubahan tingkat kesadaran), otak tidak mampu berubah dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Salah satu bagian otak yang terletak jauh di dalam batang otak berfungsi mengendalikan tingkat kesadaran dan secara ritmis merangsang otak untuk terjaga dan siaga. Dalam keadaan normal, rangsangan kesadaran menerima masukan visual dari mata, suara dari telinga, sentuhan dari kulit dan masukan dari setiap organ sensorik lainnya untuk melengkapi tingkat kesiagaan yang tepat.

Jika sistem rangsangan atau hubungannya dengan bagian otak yang lain tidak bekerja sebagaimana mestinya, maka sensasi tidak lagi mempengaruhi tingkat rangsangan dan kesiagaan otak secara tepat. Jika hal ini terjadi, maka akan timbul gangguan kesadaran. Gangguan kesadaran ini bisa berlangsung singkat atau lama dan bisa bersifat ringan atau sama sekali tidak memberikan respon.


PENYEBAB
Berbagai penyakit, cedera atau kelainan yang serius bisa mempengaruhi otak dan menyebabkan stupor atau koma. Penurunan kesadaran sekejap bisa terjadi karena cedera kepala ringan, kejang atau berkurangnya aliran darah ke otak, seperti yang terjadi pada saat pingsan atau stroke.

Keadaan tidak sadar yang berlangsung lama bisa disebabkan oleh cedera kepala yang lebih berat, penyakit yang berat (misalnya ensefalitis), reaksi racun terhadap obat tertentu atau pemakaian obat penenang atau zat lainnya secara sengaja. Metabolisme tubuh yang mengatur kadar garam, gula dan bahan kimia lainnya dalam darah, juga bisa mempengaruhi fungsi otak.


Keadaan Yang Berhubungan Dengan Gangguan Kesadaran

Keadaan Akibat Yang Mungkin Terjadi
Stroke Penderita bisa masuk ke dalam keadaan koma, segera setelah terjadinya stroke atau beberapa jam kemudian
Cedera kepala, perdarahan otak Penderita bisa masuk ke dalam keadaan koma segera atau beberapa jam kemudian
Penyebab koma bisa berupa cedera langsung pada otak atau perdarahan di dalam tengkorak
Infeksi
(meningitis, ensefalitis, sepsis)
Infeksi otak atau infeksi berat di luar otak bisa menyebabkan demam tinggi, adanya zat racun dalam darah & tekanan darah rendah, yang bisa mempengaruhi fungsi otak & menyebabkan koma
Kekurangan oksigen Hanya beberapa menit setelah kekurangan oksigen, otak bisa mengalami kerusakan menetap
Kekurangan oksigen paling sering terjadi pada cardiac arrest akut & agak sering terjadi pada penyakit paru yg berat
Menghirup karbonmonoksida konsentrasi tinggi
(misalnya dari asap mobil atau sistem pemanas ruangan)
Karbonmonoksida menempel pada hemoglobin sel darah merah dan mempengaruhi kemampuan sel darah merah dalam mengangkut oksigen
Keracunan karbonmonoksida yg berat dapat menyebabkan koma atau kerusakan otak menetap karena kekurangan oksigen
Kejang epileptik Jarang terjadi koma setelah kejang, tetapi kalaupun terjadi, biasanya berlangsung selama beberapa menit
Efek racun dari obat yg diresepkan, obat terlarang atau alkohol Keracunan alkohol bisa menyebabkan keadaan stupor atau koma, terutama jika kadar alkohol dalam darah lebih dari 0,2%
Banyak obat-obatan, baik yg diresepkan maupun obat terlarang, yang bisa menyebabkan koma
Gagal ginjal atau gagal hati Koma merupakan pertanda buruk dari gagal hati
Gagal ginjal jarang menyebabkan koma karena darah bisa dibersihkan melalui dialis
Kadar gula darah yg rendah atau tinggi Kadar gula darah yg rendah (hipoglikemia) bisa menyebabkan koma. Segera diberikan glukosa intravena untuk mencegah kerusakan otak yg permanen
Kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemia) juga bisa menyebabkan koma, tetapi lebih jarang terjadi dan tidak seberat hipoglikemia
Suhu tubuh yg rendah atau tinggi Demam yang sangat tinggi (diatas 42o Celsius) bisa merusak otak & menyebabkan koma
Suhu dibawah 31o Celsius (hipotermia) bisa menyebabkan stupor atau koma
Pingsan (sinkop) Koma karena pingsan hanya berlangsung selama beberapa detik, kecuali ketika terjatuh penderita mengalami cedera kepala
Kelainan psikis Malingering (pura-pura sakit atau terluka), histeria dan kataton (keadaan skizofrenik dimana penderita tampak berada dalam keadaan stupor) bisa menyerupai keadaan kehilangan kesadaran


GEJALA
Beberapa istilah kedokteran digunakan untuk menggambarkan tingkat kesadaran yang abnormal:
  • Delirium dan status konfusional menunjukkan keadaan terjaga penuh tetapi terjadi kebingungan; penderita merasa bingung akan kejadian di masa lalu dan sekarang, agitasi dan seringkali tidak mampu mengartikan dan memahami secara tepat.
  • Obtundasi adalah berkurangnya rangsangan.
  • Hipersomnia merupakan tidur yang sangat lama dan sangat dalam, dimana penderita hanya dapat dibangunkan dengan rangsangan yang sangat kuat.
  • Stupor adalah keadaan tidak responsif yang dalam, dimana penderita terbangun hanya jika diguncang secara berulang, dengan suara yang keras, dicubit, ditusuk dengan jarum atau dirangsang dengan rangsangan yang serupa.
  • Koma adalah suatu keadaan seperti terbius atau tidur dalam, dimana penderita tidak dapat dibangunkan sama sekali. Dalam keadaan koma bahkan terjadi gangguan respon yang paling primitif (misalnya menghindari nyeri).

DIAGNOSA
Dilakukan pemeriksaan terhadap saluran udara dan pernafasan, tekanan darah serta denyut jantung. Suhu yang tinggi bisa merupakan pertanda adanya infeksi; suhu yang sangat rendah menunjukkan bahwa penderita telah terpapar oleh dingin dalam wakatu yang cukup lama. Pada kulit dicari tanda-tanda cedera, suntikan obat atau reaksi alergi; pada kulit kepala dicari tanda-tanda luka robek dan memar. Pemeriksaan neurologis dilakukan meskipun tanpa kerjasama dari penderita yang sedang dalam keadaan tidak sadar.

Pernafasan Cheyne-Stokes merupakan pertanda dari adanya kerusakan otak; suatu pola pernafasan yang tidak biasa, dimana penderita bernafas sangat cepat, lalu lebih lambat dan kemudian tidak bernafas sama sekali selama beberapa detik. Sikap tubuh yang tidak biasa, terutama kekakuan deserebrasi, dimana rahang terkatup dan leher, punggung, lengan serta tungkai kaku dan tegang, juga merupakan pertanda khusus dari kerusakan otak. Kelemahan menyeluruh di seluruh tubuh menunjukkan hilangnya aktivitas secara total di bagian penting tertentu dari sistem saraf pusat.

Pemeriksaan mata dilakukan untuk menilai posisi pupil, kemampuan gerak, ukuran, kemampuan untuk mengikuti benda yang bergerak, reaksi terhadap cahaya serta gambaran retina. Ukuran pupil yang tidak sama besar bisa merupakan pertanda adanya tekanan di otak.

Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengukur kadar gula darah, sel darah merah (untuk anemia), sel darah putih (untuk infeksi), garam, alkohol (untuk keracunan) dan oksigen serta karbondioksida. Pemeriksan air kemih dilakukan untuk mengetahui adanya gula dan zat racun. Pemeriksaan tambahan lainnya adalah CT scan atau MRI kepala, untuk menyingkirkan kemungkinan adanya cedera otak atau perdarahan. Jika diduga suatu infeksi maka dilakukan pungsi lumbal untuk menilai cairan serebrospinal.


PENGOBATAN
Penderita segera dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dan denyut jantung, tekanan darah, suhu serta jumlah oksigen dalam darahnya dipantau secara ketat. Diberikan oksigen dan dipasang infus untuk memasukkan obat. Biasanya segera diberikan glukosa secara intravena.

Jika diduga penyebabnya adalah narkotika, maka diberikan nalokson sebagai penawar. Jika diduga telah menelan zat racun, segera dilakukan kuras lambung untuk menentukan isi lambung dan untuk mencegah semakin banyaknya zat yang terserap. Untuk mempertahankan denyut jantung dan tekanan darah yang normal, diberikan darah, cairan dan obat-obatan.

Jika koma sangat dalam, biasanya otak mengalami kerusakan sehingga tidak dapat menjalankan fungsi yang sangat penting, seperti bernafas. Karena itu untuk membantu fungsi paru-paru, biasanya digunakan respirator.


PROGNOSIS

Kemungkinan penyembuhan dari koma yang dalam selama lebih dari beberapa jam sulit diramalkan. Jika penyebabnya adalah cedera kepala, bisa terjadi penyembuhan, bahkan jika koma berlangsung selama beberapa minggu (tetapi tidak lebih dari 3 bulan). Penyembuhan total setelah mengalami koma selama 1 bulan karena jantung berhenti atau karena kekurangan oksigen, jarang terjadi.

Kadang setelah mengalami cedera kepala, kekurangan oksigen atau kerusakan otak yang berat, penderita bisa masuk ke dalam status vegetatif. Pola tidur dan terjaga relatif normal, penderita bisa bernafas dan menelan secara spontan dan bahkan bisa memberikan reaksi yang mengejutkan terhadap suara keras. Tetapi penderita kehilangan seluruh kemampuan berfikir dan perilaku sadarnya, baik untuk sementara waktu maupun selamanya. Sebagian besar penderita memiliki refleks abnormal yang khas, seperti kekakuan atau sentakan pada lengan dan tungkainya.

Status locked-in adalah suatu keadaan yang jarang terjadi, dimana penderita sadar dan mampu berfikir tetapi mengalami kelumpuhan hebat, sehingga hanya bisa berkomunikasi dengan cara membuka atau menutup matanya. Hal ini bisa terjadi bersamaan dengan kelumpuhan saraf tepi yang berat atau dengan stroke akut.

Kehilangan kesadaran yang paling berat adalah kematian otak. Pada keadaan ini secara permanen otak telah kehilangan seluruh fungsi vitalnya, termasuk kesadaran dan kemampuan mempertahankan pernafasan. Tanpa bantuan respirator dan obat-obatan, penderita akan segera meninggal. Secara hukum seseorang dikatakan meninggal jika otaknya telah berhenti berfungsi, meskipun jantungnya masih berdenyut. Dokter dapat menyatakan kematian otak dalam waktu 12 jam setelah berusaha memperbaiki semua kelainan medis, tetapi otak masih tidak memberikan respon, mata tidak bereaksi terhadap cahaya dan penderita tanpa bantuan respirator penderita tidak bernafas.

EEG (elektroensefalogram) tidak menunjukkan adanya fungsi otak. Penderita kematian otak yang mendapatkan bantuan respirator bisa memiliki beberapa refleks jika medula spinalisnya masih berfungsi.

Kelainan Penciuman & Pengecapan

DEFINISI
Kelainan Penciuman dan Pengecapan jarang berakibat fatal sehingga tidak mendapatkan perhatian medis yang khusus. Tetapi kelainan ini bisa menyebabkan penderita menjadi putus asa karena mempengaruhi kemampuannya untuk menikmati makanan, minuman dan bau yang menyenangkan. Kelainan ini juga mempengaruhi kemampuan penderita untuk mengenali bahan kimia dan gas yang berbahaya, yang dapat menimbulkan akibat yang serius.

Penciuman dan pengecapan sangat berhubungan erat. Serabut pengecap di lidah menentukan rasa; saraf-saraf di hidung menentukan penciuman. Kedua sensasi tersebut dihubungkan ke otak, yang kemudian menggabungkan informasi yang didapat untuk mengenal dan mengapresiasikan rasa. Beberapa rasa (seperti asin, pahit, manis dan asam) bisa dikenal tanpa penciuman, tetapi untuk mengenali rasa yang lebih kompleks (misalnya frambos) diperlukan gabungan dari indera penciuman dan pengecapan.


GEJALA
Anosmia

Anosmia adalah hilangnya atau berkurangnya kemampuan untuk membaui, merupakan kelainan yang paling sering ditemui. Penciuman bisa dipengaruhi oleh beberapa perubahan di dalam hidung, di dalam saraf yang berasal dari hidung menuju ke otak atau di dalam otak. Misalnya jika rongga hidung tersumbat karena pilek, maka penciuman bisa berkurang karena bau tidak sampai ke penerima bau. Kemampuan membaui akan mempengaruhi rasa sehingga pada penderita pilek, rasa dari makanan terasa kurang enak.

Sel-sel penciuman kadang mengalami kerusakan sementara oleh virus flu, beberapa penderita tidak dapat membaui atau merasa dengan baik selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu setelah mengalami flu. Terkadang hilangnya penciuman atau pengecapan berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bersifat menetap. Sel-sel penciuman bisa mengalami kerusakan atau kehancuran oleh infeksi sinus hidung yang serius atau karena terapi penyinaran untuk kanker.

Penyebab tersering dari hilangnya penciuman yang menetap adalah cedera kepala. Serabut-serabut dari saraf olfaktorius (saraf yang mengandung penerima bau) terletak pada dasar tengkorak yang memisahkan rongga intrakranial dengan rongga hidung.


Hipersomnia

Hipersomnia adalah penciuman yang berlebihan, lebih jarang terjadi.


Disosmia
Disosmia adalah berubahnya penciuman yang menyebabkan penderita merasa mencium bau yang tidak enak.

Disosmia bisa disebabkan oleh:
- Infeksi di dalam sinus
- Kerusakan parsial pada saraf olfaktorius
- Kebersihan mlut yang jelek, sehingga terjadi infeksi mulut yang berbau tidak enak dan tercium oleh hidung
- Depresi.

Beberapa penderita kejang yang penyebabnya berasal dari bagian otak yang merasakan bau (saraf olfaktorius) akan merncium bau yang tidak menyenangkan (halusinasi olfaktori). Hal ini merupakan bagian dari kejang, bukan merupakan disosmia.


Ageusia

Ageusia merupakan berkurangnya atau hilangnya pengecapan.

Penyebabnya adalah berbagai keadaan yang mempengaruhi lidah:
- Mulut yang sangat kering
- Perokok berat
- Terapi penyinaran pada kepala dan leher
- Efek samping dari obat (misalnya vinkristin-obat antikanker atau amitriptilin-obat antidepresi).


Disgeusia

Disgeusia adalah berubahnya pengecapan.

Penyebabnya bisa berupa:
- Luka bakar pada lidah (bisa menyebabkan kerusakan sementara pada jonjot-jonjot pengecap)
- Bell's palsy (bisa menyebabkan berkurangnya pengecapan pada salah satu sisi lidah)
- Depresi.


DIAGNOSA
Untuk menguji penciuman, bisa digunakan wewangian yang berasal dari minyak wangi, sabun dan makanan (misalnya kopi atau cengkeh). Untuk menguji pengecapan bisa digunakan gula (manis), jus jeruk (asam), garam (asin) dan aspirin-kuinin-lidah buaya (pahit). Keadaan mulut juga diperiksa, untuk melihat kemungkinan adanya infeksi atau kekeringan (terlalu sedikit ludah). Jarang diperlukan pemeriksaan CT scan maupun MRI kepala.


PENGOBATAN
Tergantung kepada penyebabnya, bisa dilakukan hal-hal berikut:
- Merubah atau menghentikan pemakaian obat-obat yang diduga menjadi penyebab terjadinya kelainan ini
- Menjaga agar mulut tetap basah dengan cara mengulum permen
- Menunggu beberapa minggu untuk melihat perkembangan selanjutnya.

Tambahan seng (bisa dibeli bebas maupun dengan resep dokter) bisa mempercepat penyembuhan, terutama pada kelainan yang timbul setelah serangan flu.