Senin, 01 Februari 2010

Dermatitis Stasis

DEFINISI
Dermatitis Stasis adalah suatu peradangan menahun (berupa kemerahan, pembentukan sisik dan pembengkakan) pada tungkai bawah yang teraba hangat, yang sering meninggalkan bekas berupa kulit yang berwarna coklat gelap.


PENYEBAB
Dermatitis stasis merupakan akibat dari penimbunan darah dan cairan di bawah kulit, sehingga cenderung terjadi pada penderita vena varikosa (varises) dan pembengkakan (edema).


GEJALA
Dermatitis stasis biasanya timbul di pergelangan kaki. Pada awalnya kulit menjadi merah dan sedikit bersisik. Setelah beberapa minggu atau beberapa bulan, warna kulit berubah menjadi coklat gelap. Pengumpulan darah dibawah kulit yang terjadi sebelumnya sering tidak dihiraukan, sehingga terjadi pembengkakan dan kemungkinan infeksi, yang akhirnya menyebabkan kerusakan kulit yang berat (ulserasi).



Dermatitis Stasis


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.


PENGOBATAN
Pengobatan jangka panjang bertujuan mengurangi kemungkinan penimbunan darah di dalam vena di sekitar pergelangan kaki. Mengangkat kaki dalam posisi yang lebih tinggi dari dada akan menghentikan penimbunan darah di dalam vena dan penimbunan cairan di dalam kulit. Menggunakan stoking penyangga yang tepat bisa membantu mencegah kerusakan kulit yang serius dengan cara mencegah penimbunan cairan di tungkai yang lebih bawah. Biasanya tidak diperlukan pengobatan tambahan.

Untuk dermatitis yang aktif, kompres yang menyejukkan (misalnya bantalan yang direndam dalam air ledeng), bisa membuat kulit terasa lebih baik dan bisa membantu mencegah infeksi. Jika keadaannya memburuk, bisa digunakan perban yang lebih menyerap. Bisa juga diberikan krim kortikosteroid yang sering dikombinasikan dengan pasta seng oksida.

Antibiotik diberikan hanya jika kulit telah terinfeksi. Kadang diambil kulit dari bagian tubuh lainnya untuk dicangkokkan guna menutupi luka terbuka yang sangat lebar. Beberapa penderita mungkin memerlukan sepatu Unna, yaitu suatu alat yang menyerupai pembalut gips yang berisi pasta gelatin yang mengandung seng.
Sepatu ini membantu melindungi kulit dari iritasi dan pasta membantu menyembuhkan kulit. Jika penderita merasa tidak nyaman mengenakan sepatu ini, pasta yang sama bisa digunakan dibawah balutan penyangga elastik.

Pada dermatitis stasis, kulit mudah teriritasi; karena itu sebaiknya penderita menghindari pemakaian krim antibiotik, krim anestetik, alkohol, lanolin atau bahan kimia lainnya sebab bisa memperburuk keadaan.

Dermatitis Perioral

DEFINISI
Dermatitis Perioral adalah suatu penyakit kulit yang ditandai oleh adanya beruntus-beruntus merah di sekitar mulut.


PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui. Dermatitis perioral terutama menyerang wanita yang berusia 20-60 tahun dan bisa muncul setelah pemakaian salep kortikosteroid di wajah untuk mengobati suatu penyakit.


GEJALA
Dermatitis perioral bisa sangat menyerupai jerawat atau rosasea. Diantara batas bibir dengan ruam kulit biasanya dipisahkan oleh daerah kulit yang normal. Bisa terasa sangat gatal dan bahkan sampai menyengat. Di sekitar bibir tampak beruntus-beruntus kecil kemerahan. Kadang beruntus-beruntus tersebut membentuk plak (daerah kemerahan yang menonjol) atau bercak (daerah kemerahan yang mendatar).




DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.


PENGOBATAN
Pengobatan yang terbaik adalah tetracyclin per-oral (melalui mulut). Jika penyakitnya berat dan pemberian antibiotik tidak dapat memperbaiki ruam kulit, maka diberikan obat jerawat isotretinoin.

Dermatitis Herpetiformis

DEFINISI
Dermatitis Herpetiformis adalah suatu penyakit kulit yang ditandai dengan adanya sekumpulan lepuhan kecil yang sangat gatal dan pembengkakan kulit yang menyerupai kaligata, yang sifatnya menetap. Penyakit ini terutama menyerang usia 15-60 tahun; jarang menyerang orang kulit hitam dan orang Asia.



Dermatitis Herpetiformis

PENYEBAB
Dermatitis herpetiformis adalah suatu penyakit autoimun. Gluten (protein) di dalam terigu, gandum dan gandum hitam mengaktifkan sistem kekebalan, yang menyerang bagian kulit dan menyebabkan timbulnya ruam dan gatal-gatal. Hampir semua penderita dermatitis herpetiformis juga menderita penyakit usus (penyakit seliak). Penderita juga memiliki kecenderungan untuk menderita penyakit tiroid.


GEJALA
Lepuhan-lepuhan kecil biasanya muncul secara bertahap; paling banyak ditemukan di sikut, lutut, bokong, punggung bagian bawah dan kepala bagian belakang. Kadang ditemukan di wajah dan leher. Penderita merasakan gatal-gatal dan rasa panas yang sangat hebat.



Dermatitis Lengan


Dermatitis Lutut


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan pemeriksaan gluten-sensitive enteropathy dan immunofluoresensi langsung terhadap contoh jaringan kulit yang terkena.


PENGOBATAN
Penyakit ini diobati dengan dapson dan pemulihan dicapai dalam waktu 1-2 hari. Dapson memiliki berbagai efek samping, terutama pada sel darah dan biasanya menyebabkan anemia. Karena itu kepada penderita yang mengkonsumsi dapson dilakukan pemantauan terhadap sel darah. Kebanyakan penyakit ini menetap lama sehingga penderita harus mengkonsumsi dapson selama bertahun-tahun. Penderita sebaiknya menjalani diet bebas gluten.