Tampilkan postingan dengan label Dunia Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Bayi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2011

Mengapa Rambut Bayi Rontok?

Masalah rambut rontok sepertinya bukan masalah orang dewasa saja. Bayi baru lahir ternyata juga bisa mengalami hal serupa. Namun Anda harus tahu, bahwa rambut rontok pada bayi umumnya normal.

Bayi cenderung kehilangan rambut mereka di awal kehidupannya. Seperti halnya pada orang dewasa, rambut bayi juga mengalami masa pertumbuhan dan istirahat. Dalam kasus bayi baru lahir semua folikel rambut memasuki masa istirahat pada waktu yang sama itu. Namun ada kondisi tertentu yang dapat menyebabkan kerontokan rambut pada bayi baru lahir. Berikut ini penyebab rambut rontok pada bayi:

* Tinea capitis, umumnya dikenal sebagai kurap pada kulit kepala dan merupakan infeksi jamur yang sering terlihat pada anak-anak. Hal ini terlihat seperti bercak bersisik dan mungkin terlihat seperti titik-titik hitam di kulit kepala.

* Alopecia Areata, ini adalah suatu kondisi yang menyebabkan rambut rontok diduga disebabkan serangan sistem kekebalan pada folikel rambut.

* Trikotilomania adalah hilangnya rambut sebagai akibat dari dorongan yang kuat untuk menarik-narik rambut. Trikotilomania merupakan suatu perilaku kompulsif, yang mungkin berasal dari adanya stres emosional maupun stres fisik.

* Posisi tidur. Tidur dalam posisi yang sama selama beberapa jam pada suatu waktu juga dapat menjadi salah satu penyebab hilangnya rambut bayi.

* Stres, demam dan perubahan hormonal. Sekitar 5 sampai 15 persen dari rambut di kulit kepala biasanya akan mengalami fase istirahat pada satu waktu. Namun stres, demam atau perubahan hormon dapat menyebabkan sejumlah besar rambut berhenti tumbuh sekaligus. Penanggalan rambut pada bayi umumnya dimulai ketika memasuki tahap pertumbuhan yakni sekitar usia tiga bulan.

* Kekurangan gizi: Vitamin H atau biotin adalah salah satu vitamin B kompleks yang membantu tubuh untuk mengubah karbohidrat menjadi glukosa untuk bahan bakar tubuh. Zinc, mineral penting, yang terlibat dalam berbagai aspek metabolisme seluler. Ini juga mendukung pertumbuhan dan perkembangan rambut bayi selama kehamilan, masa kanak-kanak dan remaja.

Masalah Endokrin: Pada beberapa anak, penyebab kerontokan rambut disebabkan oleh hipotiroidisme. Suatu kondisi dimana kelenjar tiroid kurang aktif dan rendahnya jumlah hormon tiroid untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.

Untuk mengatasi masalah rambut rontok pada bayi, Anda bisa menyiasatinya dengan berbagai cara berikut ini:

* Gunakan bantal pada bayi Anda dengan bentuk tapal kuda.

* Pijat dengan minyak. Memijat kepala bayi Anda dengan minyak tidak mencegah rambut rontok, tetapi dapat membantu dalam sirkulasi darah di kulit kepalanya.

* Cukur. Mencukur rambut bayi tidak berarti ada jaminan rambut tumbuh lebih tebal atau berkurang kerontokannya. Tetapi dengan mencukur rambut setidaknya ada kemungkinan tidak memiliki rambut rontok sama sekali.

* Jika mungkin Anda bisa mencoba untuk mengubah posisi tidur bayi setelah beberapa waktu.

* Jika kerontokan rambut bayi Anda masih berlanjut, lebih baik konsultasikan ke dokter anak dan biarkan dokter yang menanganinya.

Sumber: Lifemojo

Minggu, 26 Juni 2011

Tanda-tanda Bayi Mau Tumbuh Gigi

Tumbuh gigi pertama pada bayi biasanya berlangsung pada usia 5-11 bulan. Beberapa bayi terkadang merasa tidak nyaman dengan proses tumbuh gigi ini, karena itu orangtua bisa melakukan sesuatu untuk mengurangi rasa tidak nyamannya. Apa saja tanda-tanda bayi mau tumbuh gigi?

Gigi bayi yang pertama tumbuh, seperti dilansir dari WebMD, Minggu (26/6/2011), adalah gigi depan bawah. Kemudian gigi depan atas akan tumbuh 1-2 bulan setelah gigi depan bawah. Hingga pada usia 3 tahun normalnya anak-anak memiliki 20 gigi pertama (gigi primer).

Sebagian besar para ahli anak mengatakan tumbuh gigi tidak menyebabkan demam ataupun demam tinggi pada bayi. Kalau pun bayi mengalami demam, maka temperatur yang terjadi masih dalam tingkat rendah dan biasanya terjadi pada saat gigi tersebut muncul. Tapi jika bayi mengalami demam saat tumbuh gigi, kemungkinan hal tersebut hanya kebetulan saja atau ada kondisi lain yang menyebabkan anak demam.

Proses tumbuh gigi ini relatif tidak menimbulkan rasa sakit pada bayi, tapi jika disertai dengan timbulnya gejala rasa nyeri atau pembengkakan pada gusi biasanya akan terjadi 3-5 hari sebelum gigi pertama muncul.

Berikut beberapa tanda-tanda bayi yang mau tumbuh gigi:
1. Bayi sering mengeluarkan air liur (ileran) yang biasanya air liurnya yang menetes banyak menyebabkan ruam merah di dagu, wajah atau dada
2. Bayi sering menggigit-gigit jari atau mainannya karena membantu mengurangi tekanan pada gusi si bayi
3. Jadi malas makan dan minum karena mulut sakit
4. Terbangun di malam hari
5. Sedikit menjadi lebih rewel jika merasa gusinya mengalami pembengkakan.

Beberapa cara bisa dilakukan orangtua untuk mengurangi ketidaknyamanan si kecil seperti:
1. Gunakan jari yang bersih Anda untuk menggosok-gosok lembut gusi bayi selama 2 menit pada sewaktu-waktu. Meskipun awalnya bayi protes setelah itu mereka akan menemukan ketenangan.

2. Sediakan benda atau mainan yang aman dikunyah bayi

3. Jika kondisi ini tidak membantu meringankan kondisi bayi yang tidak nyaman, maka tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui adakah gejala lain yang menyertainya atau tidak.

Senin, 23 Mei 2011

Mengatasi Kepala Peyang Pada Bayi

baby sleepTidur terlentang pada bayi memang sangat berguna untuk mencega SIDS, namun jika bayi anda terlalu lama berada pada posisi tidur terlentang akan berakibat terjadinya ketidak normalan pada bentuk kepalanya yang disebut Flat head syndrome, atau lebih dikenal dengan kepala peyang.

Kepala peyang tak hanya bisa terjadi pada kepala bagian belakang saja, namun juga sisi samping kepala bayi. Hal ini biasanya disebabkan bayi terlalu lama berada pada posisi kepala miring ke kiri atau ke kanan saja saat tidur.

Selain posisi tidur, kepala peyang pada bayi juga disebabkan oleh beberapa penyebab, yaitu:

Craniosynostosis, yang merupakan sebuah keadaan medis dimana pembentukan antara tulang tenggkorak kepala pada bayi terbentuk secara prematur. Hal tersebut menyebabkan terjadinya ketidaknormalan pada bentuk tulang tengkorak kepala. Yang paling parah peyang yang disebabkan oleh Craniosynostosis dapat menyebabkan terjadinya penekanan pada otak bayi anda sehingga harus segera ditangani.

Tidur terlentang, meski baik untuk mencegah SIDS, tidur terlentang yang dilakukan secara terus-menerus dapat menyebabkan perubahan bentuk pada kepala bayi. Untuk itu sering-seringlah melakukan tummy time saat bayi anda bangun, untuk mengurangi frekuensi tidur terlentang pada bayi anda.


Sumber: http://bayikita.wordpress.com/2009/09/02/mengatasi-kepala-peyang-pada-bayi/


Artikel Terkait:
+ Cara Menyusui Bayi
+ Grafik Berat Badan Bayi
+ Kegemaran Bayi
+ Makanan Bayi
+ Tempat Tidur Bayi
+ Dunia Bayi

Senin, 28 Maret 2011

Merawat Gigi Bayi Usia 0 - 24 bulan

Umumnya penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari. Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi.

Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6 bulan:
  1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari
  2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.
  3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab
  4. Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.
Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:
  1. Tanyakan dokter anak atau dokter gigi anda apakah bayi anda mendapat cukup fluor
  2. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.
  3. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.
  4. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu
  5. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.
  6. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.
  7. Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.
  8. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.
Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:
  1. Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride
  2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih.
  3. Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.
  4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari)
  5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.
  6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak.
  7. Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
  8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.
  9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula.
dikutip dari pemaparan Drg.Yerika & Drg. Marshinta


Sumber:
http://www.infoanak.com/merawat-gigi-bayi-usia-0-24-bulan/

Artikel Terkait:

Selasa, 11 Januari 2011

Beberapa Posisi Menyusui yang Benar

Setelah ibu muda mengetahui hal-hal penting yang berkaitan dengan perisapan menyusui, ada baiknya kita tahu, bagaimana posisi menyusui yang benar. Tentunya, posisi menyusui sangat menentukan bagi kenyamanan bayi dan ibu sendiri. Apakah harus selalu menyusui dalam posisi berbaring? Tidak. Kita harus membiasakan bayi bisa menyusu dalam keadaan apapun. Baik kita tidur di rumah, berdiri, duduk, atau bahkan saat kita sedang berada di atas kendaraan.

  1. The cradle. Posisi ini sangat baik untuk bayi yang baru lahir. Bagaimana caranya? Pastikan punggung Anda benar-benar mendukung untuk posisi ini. Jaga bayi di perut Anda, sampai kulitnya dan kulit Anda saling bersentuhan. Biarkan tubuhnya menghadap ke arah Anda, dan letakkan kepalanya pada siku Anda.

  2. The cross cradle hold. Satu lengan mendukung tubuh bayi dan yang lain mendukung kepala, mirip dengan posisi dudukan tetapi Anda akan memiliki kontrol lebih besar atas kepala bayi. Posisi menyusui ini bagus untuk bayi prematur atau ibu dengan puting payudara kecil.

  3. The football hold. Caranya, pegang bayi di samping Anda dengan kaki di belakang Anda dan bayi terselip di bawah lengan Anda, seolah-olah Anda sedang memegang bola kaki. Ini adalah posisi terbaik untuk ibu yang melahirkan dengan operasi caesar atau untuk ibu-ibu dengan payudara besar. Tapi, Anda butuh bantal untuk menopang bayi.

  4. Saddle hold. Ini merupakan cara yang menyenangkan untuk menyusui dalam posisi duduk. Ini juga bekerja dengan baik jika bayi Anda memiliki pilek atau sakit telinga. Caranya, bayi Anda duduk tegak dengan kaki mengangkangi Anda sendiri.

  5. The lying position. Menyusui dengan berbaring akan memberi Anda lebih banyak kesempatan untuk bersantai dan juga untuk tidur lebih banyak pada malam hari. Anda bisa tidur saat bayi menyusu. Dukung punggung dan kepala bayi dengan bantal. Pastikan bahwa perut bayi menyentuh Anda.

Sumber:
http://bayidananak.com/2010/03/29/beberapa-posisi-menyusui-yang-benar/

Kamis, 26 Agustus 2010

Displasia Bronkopulmoner

DEFINISI
Adalah cedera pada paru-paru akibat terapi oksigen dengan konsentrasi tinggi dan pemakaian ventilator. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada bayi prematur.


PENYEBAB
Displasia bronkopulmoner terjadi pada bayi yang mendapat ventilator dan terapi oksigen konsentrasi tinggi dalam jangka panjang. Pemberian terapi oksigen konsentrasi tinggi ini sebenarnya bertujuan untuk mengobati sindrom gawat pernafasan pada bayi baru lahir. Cedera paru-paru ini bisa disebabkan oleh meningkatnya tekanan dalam paru-paru karena ventilator mekanik atau karena keracunan oksigen yang terjadi akibat paparan oksigen dalam konsentrasi tinggi dan jangka panjang.


GEJALA
- Nafas cepat
- Warna kulit kebiruan
- Sesak nafas


PENANGANAN
Ventilator biasanya diperlukan untuk memberikan tekanan pada paru-paru agar jaringan paru mengembang dan memberi oksigen tambahan. Jika bayi sudah dapat menyesuaikan diri, maka tekanan dan konsentrasi oksigen akan dikurangi secara bertahap. Bayi bisa saja meninggal.

Pada bayi yang selamat, gangguan pernafasan akan hilang perlahan. Meski demikian, pada tahun-tahun pertama, bayi tersebut memiliki risiko tinggi terkena pneumonia. Pencegahan Untuk mencegah terjadinya displasia bronkopulmoner, sebaiknya alat bantu pernafasan dilepaskan secepat mungkin atau pemakaiannya dipersingkat.

Senin, 05 Juli 2010

Perlukah Kepala Bayi Digunduli sampai Plontos

bayi dan ibuKetika lahir, umumnya terdapat rambut sementara yang tipis dan halus di kepala bayi. Kebanyakan rambut ini akan rontok dengan sendirinya pada minggu-minggu selanjutnya, lalu tumbuhlah rambut permanen. Mau digunduli atau tidak, kembali pada pilihan masing-masing orangtua. Ada alasan kenapa rambut si kecil dipotong habis, yaitu:

- Untuk membersihkan kulit kepala
Saat melewati jalan lahir, banyak lemak dan lapisan rahim ibu yang menempel di tubuh bayi, termasuk di rambutnya. Nah, dengan mencukur rambut bayi, sisa-sisa lemak tersebut diharapkan akan ikut terbuang. Selain itu, bayi kerap gumoh selagi berbaring sehingga cairannya menempel di rambut. Dengan mencukur rambutnya, kotoran tersebut diharapkan tidak sampai melekat.

- Memudahkan deteksi iritasi atau luka
Kepala bayi yang plontos memudahkan orangtua untuk mengetahui bila ada sesuatu di kulit kepalanya, seperti iritasi, bisul, luka, kerak, dan sebagainya untuk ditangani segera.

- Agar tumbuhnya lebat dan hitam
Alasan ini semata-mata berdasar pada tradisi atau kepercayaan. Dari kacamata medis, tak ada kaitannya antara mencukur rambut dan ketebalan rambut. Tumbuh atau lebat-tipisnya rambut bayi bergantung pada faktor genetik. Kondisi ketika rambut dicukur habis dan rambut yang tumbuh tampak agak kasar-lah yang barangkali menjadi sangkaan orangtua bahwa rambut menjadi lebih tebal seusai dicukur.

Sumber: Kompas.com

Selasa, 22 Juni 2010

Tuberkulosis Pada Bayi

DEFINISI
Tuberkulosis adalah suatu infeksi oleh Mycobacterium tuberculosis yang menyerang berbagai organ, terutama paru-paru.


PENYEBAB
Penyebabnya adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. Janin bisa tertular tuberkulosis dari ibunya selama masih berada dalam kandungan, sebelum atau selama persalinan berlangsung (karena menghirup atau menelan cairan ketuban yang terinfeksi) maupun setelah lahir (karena menghirup udara yang terkontaminasi oleh percikan ludah yang terinfeksi).

Jika tidak diobati dengan antibiotik atau tidak diberikan vaksinasi, maka sekitar separuh bayi yang ibunya menderita tuberkulosis aktif akan menderita penyakit ini pada tahun pertama.


GEJALA
Gejalanya bisa berupa:
- demam
- tampak mengantuk
- tidak kuat menghisap
- gangguan pernafasan
- gagal berkembang (tidak terjadi penambahan berat badan)
- pembesaran hati dan limpa karena organ ini menyaring bakteri tuberkulosis sehingga menyebabkan aktivasi sel-sel darah putih.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada ibu hamil secara rutin dilakukan tes tuberkulin. Hasil yang positif sebaiknya diikuti dengan pemeriksaan rontgen dada. Tes tuberkulin seringkali dilakukan pada bayi yang ibunya memberikan hasil tes positif.

Jika diduga suatu tuberkulosis, maka dilakukan pembiakan cairan serebrospinal, cairan dari saluran pernafasan dan cairan lambung. Untuk mengetahui adanya infeksi pada paru-paru, dilakukan rontgen dada. Biopsi hati, kelenjar getah bening atau paru-paru dilakukan untuk memperkuat diagnosis.


PENGOBATAN
Jika seorang wanita hamil menunjukkan hasil tes yang positif tetapi tanpa gejala dan hasil rontgen dadanya normal, diberikan isoniazid. Tetapi pengobatan ini biasanya baru diberikan pada trimester ketiga atau setelah persalinan karena adanya resiko kerusakan hati pada wanita hamil.

Jika seorang wanita hamil memiliki gejala, diberikan antibiotik isoniazid, pirazinamid dan rifampin. Selama ibu masih bisa menularkan penyakitnya, bayi tidak boleh dirawat atau berada dekat ibu. Sebagai tindakan pencegahan, diberikan isoniazid kepada bayi.

Kepada bayi yang menderita tuberkulosis diberikan isoniazid, rifampin dan pirazinamid. Jika infeksi sudah sampai ke otak, diberikan kortikosteroid.

Bayi Baru Lahir & Bayi Normal

DEFINISI
PERAWATAN AWAL

Peralihan yang berhasil dari janin yang terendam dalam cairan ketuban dan sepenuhnya bergantung pada plasenta (ari-ari) untuk pemenuhan kebutuhan makanan dan oksigennya, menjadi bayi yang menangis keras dan bernafas menghirup udara, merupakan suatu keajaiban. Bayi baru lahir yang sehat memerlukan perawatan yang baik agar dapat tumbuh secara normal dan sehat.

Segera setelah lahir, dokter atau perawat dengan lembut akan membersihkan lendir dan benda-benda lain dari mulut, hidung dan tenggorokan bayi dengan alat penghisap. Bayi akan segera bernafas sendiri. Tali pusat dijepit pada dua tempat dan dipotong diantaranya. Bayi kemudian dikeringkan dan dibaringkan diatas selimut hangat yang steril atau di atas perut ibunya.

Bayi kemudian ditimbang dan diukur panjangnya. Dokter akan memeriksa adanya kelainan yang jelas terlihat, sedangkan pemeriksaan fisik secara lengkap akan dilakukan kemudian.

Kondisi bayi secara keseluruhan dinilai pada menit pertama dan 5 menit setelah kelahiran dengan menggunakan skor Apgar.
Skor Apgar adalah penilaian bayi baru lahir yang didasarkan pada:
- Warna kulit bayi (merah muda atau biru)
- Denyut jantung
- Pernafasan
- Respon bayi
- Ketegangan otot (lemah atau aktif).

Menjaga kehangatan bayi baru lahir adalah suatu hal yang sangat penting.
Sesegera mungkin bayi diberi baju dari bahan yang nyaman, dibedong dan kepalanya ditutup untuk mengurangi kehilangan panas tubuh. Diberikan tetes mata perak nitrat atau antibiotik untuk perlindungan terhadap infeksi akibat kontak dengan organisme berbahaya selama persalinan.

Setelah dipindahkan ke ruang perawatan, bayi ditempatkan dalam tempat tidur bayi yang kecil dalam posisi miring dan menjaganya tetap hangat. Menidurkan bayi dalam posisi miring akan mencegah penyumbatan saluran pernafasan oleh cairan atau lendir yang bisa menghalangi pernafasan.

Karena semua bayi baru lahir memiliki sedikit jumlah vitamin K, dokter atau perawat memberikan suntikan vitamin K untuk mencegah perdarahan (penyakit perdarahan pada bayi baru lahir). Larutan antiseptik dioleskan pada tali pusat yang baru dipotong untuk mencegah infeksi.

Sekitar 6 jam atau lebih setelah lahir, bayi dimandikan. Perawat mencoba untuk tidak membersihkan bahan putih berminyak (verniks kaseosa) yang menutupi hampir seluruh kulit bayi baru lahir, karena bahan ini membantu melindungi terhadap infeksi.

Penyebab bayi baru lahir lebih besar atau lebih kecil dari normal
  1. Lebih besar dari normal
    - Ibu menderita diabetes
    - Ibu dengan kelebihan berat badan
    - Bayi dengan kelainan jantung
    - Keturunan
  2. Lebih kecil dari normal
    - Ibu memakai obat atau alkohol selama kehamilan
    - Ibu merokok selama kehamilan
    - Ibu dengan konsumsi gizi yang buruk selama kehamilan
    - Ibu yang tidak melakukan perawatan kehamilan dengan baik
    - Bayi yang terinfeksi dalam kandungan
    - Bayi dengan kelainan kromosom.

PEMERIKSAAN FISIK

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dalam 12 jam pertama setelah bayi lahir.

Pemeriksaan dimulai dengan serangkaian pengukuran seperti:
- Menimbang berat badan, rata-rata bayi baru lahir beratnya adalah 3,5 kg
- Mengukur panjang badan, rata-rata panjang bayi baru lahir adalah 50 cm
- Mengukur lingkar kepala.

Selanjutnya dokter akan menilai kulit, kepala dan wajah, jantung dan paru-paru, sistem saraf, perut dan alat kelamin bayi. Kulit biasanya kemerahan, walaupun jari-jari tangan dan jari-jari kaki nampak agak kebiruan karena sirkulasi darah yang kurang baik dalam jam-jam pertama kehidupan bayi baru lahir.

Persalinan normal dengan bagian kepala yang lebih dahulu keluar, akan mengakibatkan bentuk kepala bayi berubah dan hal ini menetap selama beberapa hari. Tulang-tulang yang membentuk tengkorak kepala saling bertumpuk untuk memudahkan lahirnya kepala melalui jalan lahir. Memar dan pembengkakan di kulit kepala adalah hal yang sering ditemui.

Pada persalinan sungsang dimana bokong lahir terlebih dahulu, biasanya tidak terjadi perubahan bentuk kepala bayi, sebagai gantinya anggota tubuh yang mengalami pembengkakan dan memar adalah bokong, alat kelamin dan kaki. Kadang-kadang bisa terjadi perdarahan dari tulang kepala dan lapisan penutupnya (periosteum), mengakibatkan timbulnya benjolan di kepala (sefal hematom) yang akan menghilang dalam beberapa minggu.

Penekanan selama proses persalinan normal bisa menimbulkan memar pada wajah. Tekanan ini juga bisa menyebabkan wajah terlihat tidak simetris. Asimetri pada wajah juga bisa terjadi karena kerusakan pada salah satu saraf wajah. Penyembuhan pada umumnya akan terjadi secara perlahan-lahan dalam beberapa minggu.

Pemeriksaan jantung dan paru-paru dilakukan dengan stetoskop untuk memeriksa adanya suatu kelainan. Kelainan pada salah satu dari organ ini juga bisa terlihat melalui warna kulit bayi dan keadaannya secara umum. Dilakukan pemeriksaan terhadap denyut nadi di lipat paha.

Dokter juga akan memeriksa adanya kelainan pada saraf-saraf dan menguji refleks bayi. Refleks penting pada bayi baru lahir adalah refleks Moro, refleks mencucur dan refleks menghisap:
  • Refleks Moro : bila bayi baru lahir dikejutkan, tangan dan kakinya akan terentang ke depan tubuhnya seperti mencari pegangan, dengan jari-jari terbuka.
  • Refleks Mencucur : bila salah satu sudut mulut bayi disentuh, bayi akan memalingkan kepalanya ke sisi tersebut.
    Refleks ini membantu bayi baru lahir untuk menemukan putting.
  • Refleks Menghisap : bila suatu benda diletakkan dalam mulut bayi, maka bayi akan segera menghisapnya.
Pemeriksaan daerah perut dilakukan dengan menilai bentuknya, dan memeriksa ukuran, bentuk dan posisi alat-alat dalam seperti ginjal, hati dan limpa. Pembesaran ginjal bisa menunjukkan adanya sumbatan pada aliran keluar dari air kemih.

Pemeriksaan lengan, tungkai dan pinggul dilakukan dengan menilai kelenturan dan kemampuan geraknya. Masalah yang sering dijumpai pada bayi baru lahir adalah dislokasi panggul. Keadaan ini bisa diatasi dengan memasang atau menyimpan dua atau tiga lapis popok pada bayi untuk menahan panggul pada posisi normalnya, sampai sembuh. Jika perlu, bisa dipasang bidai oleh seorang ahli tulang.

Pemeriksaan alat kelamin pada anak laki-laki salah satunya untuk memastikan bahwa kedua buah pelirnya lengkap dalam kantong buah zakar. Meskipun jarang dan tidak menimbulkan rasa nyeri pada bayi baru lahir, buah pelir bisa terpelintir (torsio testis), yang perlu diatasi dengan tindakan pembedahan darurat. Pada bayi perempuan, bibir vaginanya menonjol. Sisa hormon ibu yang didapat selama dalam kandungan akan menyebabkan bibir vagina ini membengkak selama beberapa minggu pertama.


BEBERAPA HARI PERTAMA

Segera setelah persalinan normal, ibu dibantu oleh petugas ruang persalinan untuk menggendong bayinya. Jika ibunya menginginkan, pemberian air susu ibu bisa dimulai pada saat ini. Sang ayah juga didorong untuk menggendong bayinya dan melewatkan saat-saat indah ini bersama.

Beberapa ahli percaya bahwa kontak fisik secara dini dengan bayi akan membantu terbentuknya ikatan yang kuat. Tetapi orang tua bisa membentuk ikatan yang kuat dengan bayinya meskipun pada jam-jam pertama mereka tidak bersama-sama.

Selama beberapa hari pertama setelah kelahiran anaknya, orang tua belajar untuk memberi makan, memandikan dan memakaikan baju bayi dan akan segera terbiasa dengan kegiatan ini. Meskipun ibu dan bayi harus tinggal selama seminggu bahkan lebih di rumah sakit, dewasa ini masa perawatan di rumah sakit hanya berkisar antara 2-3 hari saja.

Penjepit plastik pada tali pusar bayi akan dilepas dalam waktu 24 jam. Setelah itu tali pusat yang tersisa harus selalu dibasahi dengan larutan alkohol, untuk mempercepat pengeringan dan mengurangi resiko terjadinya infeksi. Penyunatan (sirkumsisi), kalau diinginkan, biasanya dilakukan dalam hari-hari pertama. Tetapi prosedur ini harus ditunda jika penis abnormal, dimana kulit depannya mungkin memerlukan reparasi melalui bedah plastik.

Keputusan untuk melakukan sunat tergantung sepenuhnya pada keyakinan orang tua bayi. Secara medis tindakan ini dimaksudkan untuk menghilangkan kelebihan kulit yang bisa menghambat aliran urin. Alasan lain seperti mengurangi resiko kanker penis masih dalam perdebatan.

Sunat bisa beresiko bila dalam keluarga ada riwayat penyakit kelainan darah. Sunat juga harus ditunda bila selama hamil ibunya mengkonsumsi obat-obatan yang meningkatkan resiko perdarahan seperti antikoagulan atau aspirin. Dokter akan menunggu sampai semua jenis obat-obatan ini tidak terdapat lagi dalam sirkulasi bayi. Bayi juga mendapat vitamin K untuk menghalangi anti pembekuan ini.

Kebanyakan bayi baru lahir akan mengalami ruam kulit dalam minggu-minggu pertama. Ruam biasanya muncul di tempat kulit bergesekan dengan baju seperti lengan, tungkai dan punggung. Tetapi bisa juga muncul di wajah.

Ruam ini cenderung menghilang sendiri tanpa pengobatan. Penggunaan lotion atau bedak, sabun wangi, air panas untuk mandi dan celana plastik untuk bayi akan memperburuk keadaan ini, terutama pada cuaca panas. Pengeringan dan pengelupasan kulit sering terjadi setelah beberapa hari, terutama di lipatan pergelangan tangan dan pergelangan kaki.

Bayi baru lahir memiliki beberapa benjolan keras dibawah kulitnya (nekrosis lemak subkutaneus), dimana penekanan tulang merusak beberapa jaringan lemak. Pada persalinan dengan pertolongan forsep, benjolan tertentu sering ditemukan di kepala, pipi dan leher. Benjolan bisa pecah menembus permukaan kulit, mengeluarkan cairan kuning jernih, tetapi biasanya akan segera sembuh. Bayi yang sebetulnya normal akan tampak sedikit kuning pada hari kedua. Yang harus diperhatikan adalah bila kuning muncul sebelum bayi berusia 24 jam.

Air kemih pertama yang dikeluarkan bayi bersifat pekat dan mengandung zat kimia urat yang tampak sebagai pewarnaan merah muda pada popok. Dokter akan memeriksa penyebabnya, bila bayi belum berkemih dalam 24 jam. Penundaan berkemih lebih sering terjadi pada bayi laki-laki. Penundaan ini mungkin disebabkan karena kulit depan penisnya terlalu erat atau karena pembengkakan sementara dari penis setelah disunat.

Tinja yang pertama keluar disebut mekonium, konsistensinya lengket berwarna hitam kehijauan. Setiap bayi harus mengeluarkan mekonium dalam 24 jam setelah kelahiran. Kegagalan pengeluaran mekonium biasanya disebabkan mengerasnya mekonium dalam usus bayi, yang biasanya bisa dikeluarkan dengan satu atau dua enema secara lembut. Cacat bawaan bisa menyebabkan penyumbatan yang lebih serius. Bayi baru lahir akan kehilangan 5-10% dari berat badannya dalam beberapa hari pertama.
Berat ini akan segera kembali setelah bayi mulai menerima makanan dari luar.


PEMBERIAN MAKAN

Bayi normal memiliki refleks mencucur dan refleks menghisap yang aktif, dan dapat segera mulai makan setelah lahir. Jika bayi tidak disusui oleh ibunya di ruang persalinan, pemberian makanan biasanya dimulai dalam 4 jam setelah kelahiran. Meludah dan memuntahkan lendir adalah hal yang biasa terjadi pada hari pertama. Jika hal ini terjadi lebih lama lagi, dokter atau perawat bisa membuang sisa lendir dari lambung dengan memasukkan selang secara perlahan melalui hidung menuju ke lambung. Bayi baru lahir yang diberi susu botol bisa muntah karena alergi terhadap susu. Sebagai gantinya diberikan formula yang rendah alergi.

Bila bayi masih muntah, harus dicari penyebabnya. Muntah terus menerus pada bayi yang mendapat ASI bisa disebabkan oleh sumbatan pada saluran cerna yang menghalangi pengosongan lambung. Bayi tidak pernah alergi terhadap ASI. Bayi baru lahir akan berkemih sebanyak 6-8 kali sehari. Mereka juga buang air besar setiap hari, menangis keras, keadaan kulitnya bagus dan mempunyai refleks menghisap yang kuat. Semua ciri-ciri ini menandakan bahwa bayi mendapat cukup ASI atau susu formula.
Penambahan berat badan akan memperkuat hal tersebut.

Waktu tidur yang panjang diantara waktu makan menunjukkan bahwa bayi mendapat susu dalam jumlah yang cukup. Meskipun kadang-kadang bayi yang mendapat ASI bisa tidur lama padahal tidak mendapatkan susu yang cukup. Karena itu, bayi yang mendapat ASI, harus diperiksa secara dini dan secara rutin oleh dokter untuk memastikan bahwa pemberian makanannya mencukupi.


Pemberian Susu botol

Bayi yang disusui melalui botol sering diberikan air suling yang steril pada saat pemberian makanan pertama, untuk meyakinkan bahwa mereka bisa mengisap dan menelan dan bahwa refleks muntahnya berfungsi dengan baik. Air ini tidak membahayakan bayi yang memiliki masalah pemberian makanan. Jika bayi tidak meludahkan air ini, bisa diberikan formula pada pemberian makanan berikutnya.

Di rumah sakit, bayi-bayi biasanya diberi makan setiap 4 jam untuk alasan efisiensi. Susu formula yang mengandung kalori dan vitamin yang memadai bisa diberikan dalam botol steril. Ibu tidak boleh memaksa bayinya untuk cepat-cepat menghabiskan susunya. Biarkanlah bayi minum sebanyak yang dia mau. Pemberian makanan ini harus ditingkatkan secara bertahap selama minggu pertama kehidupan bayi.

Formula bayi yang diperjualbelikan lebih disukai dari pada susu sapi, yang tidak tepat untuk minggu pertama kehidupan bayi. Meskipun susu sapi memiliki komposisi gizi yang seimbang untuk bayi, tetapi kandungan zat besinya kurang. Padahal zat besi penting untuk pembentukan sel darah merah.

Multivitamin yang diteteskan, yang mengandung vitamin A, C dan D, harus diberikan setiap hari kepada bayi yang mendapat formula atau ASI selama tahun pertama dan pada musim dingin, dimana sinar matahari dan aktivasi vitamin D terbatas. Fluor bisa ditambahkan ke dalam formula, jika tidak tersedia air yang mengandung fluor.

Bayi yang diberi susu botol harus diberi air putih diantara pemberian susunya, terutama jika cuaca panas atau lingkungannya panas dan kering.
Kadang-kadang bayi yang tidak cukup diberi makan bisa memerlukan pemberian makanan tambahan melalui infus. Dokter kemudian akan mencoba mencari tahu apa penyebabnya.


Pemberian Air Susu Ibu

Air susu ibu adalah makanan yang paling ideal untuk bayi.
Kelebihan yang dimiliki ASI dibandingkan susu botol adalah:
  • ASI menyediakan zat-zat gizi yang diperlukan bayi dalam bentuk yang paling mudah dicerna dan paling mudah diserap
  • ASI mengandung antibodi dan sel-sel darah putih yang melindungi bayi terhadap infeksi
  • ASI bisa merubah keasaman tinja dan flora usus sehingga melindungi bayi terhadap diare karena bakteri.
Karena sifat perlindungan tersebut, bayi yang diberi ASI pada umumnya lebih jarang terkena infeksi dibandingkan bayi yang diberi susu botol. Keuntungan bagi ibu adalah ikatan batin dengan bayi lebih kuat dan ibu merasa dekat dengan bayinya.

Cairan encer kekuningan, yang disebut kolostrum, mengalir dari puting ibu sebelum ASI diproduksi. Kolostrum kaya akan kalori, protein dan antibodi. Antibodi dalam kolostrum akan sangat berharga bila diserap langsung ke dalam tubuh dari lambung. Dengan jalan ini, bayi terlindungi dari penyakit yang antibodinya telah dibentuk oleh ibu.

Puting ibu tidak memerlukan persiapan khusus sebelum digunakan untuk menyusui. Mengeluarkan cairan secara manual sebelum persalinan bahkan pada awal persalinan, bisa menyebabkan infeksi payudara (mastitis). Secara alami, dihasilkan pelumas untuk melindungi permukaan areola dan puting yang dipersiapkan untuk diisap. Pelumas ini tidak boleh dibersihkan/diseka.

Ibu mengambil posisi yang nyaman dan santai, mungkin berbaring hampir mendatar dan berganti posisi untuk payudara kiri dan kanan. Bayi menghadap ke ibu. Ibu memegang payudaranya, dengan ibu jari dan telunjuk di puncak payudara dan jari lainnya di bawah payudara, dan menyentuhkan putingnya ke bibir bawah bayi. Ini akan merangsang bayi untuk membuka mulutnya (refleks mencucur) dan melahap payudara ibu. Ibu mendorong puting dan areola payudara ke dalam mulut bayi, memastikan bahwa puting berada di tengah-tengah untuk mencegah terjadinya luka pada puting payudara. Sebelum menjauhkan bayi dari puting payudara, ibu menghentikan kegiatan menyusui ini dengan memasukkan jarinya ke dalam mulut bayi dan dengan lembut menekan dagu bayi ke bawah.

Pada awalnya, bayi menyusu hanya beberapa menit setiap kalinya. Refleks umpan balik (refleks let-down) dalam tubuh ibu akan memacu pembentukan ASI. Pengisapan yang berlebihan pada awal menyusui harus dihindari. Puting yang luka merupakan akibat dari posisi menyusui yang salah dan lebih sulit untuk mengobatinya.

Pada sisi yang lain, produksi ASI tergantung pada waktu menyusui yang memadai. Waktu menyusui akan meningkat secara bertahap sampai produksi ASI benar-benar stabil. Mulanya bayi disusui sekitar 10 menit, kemudian disusui selama bayi menginginkannya.

Untuk anak pertama, produksi ASI biasanya terjadi dalam 72-97 jam setelah persalinan. Untuk anak berikutnya, ASI akan lebih cepat terbentuk. Jika ibu merasa lelah selama malam-malam pertama, pemberian ASI pada tengah malam (jam 2 malam) bisa diganti dengan air. Tetapi tenggang waktu antara menyusui tidak boleh lebih dari 6 jam.

Menyusui hendaknya berdasarkan kemauan bayi, tidak berdasarkan waktu. Demikian pula halnya dengan lamanya menyusui, harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan bayi. Ibu harus memeriksakan bayinya ke dokter, terutama pada anak pertama, pada 7-10 hari setelah persalinan sehingga dokter bisa mengetahui bagaimana proses menyusui berlangsung dan menjawab berbagai pertanyaan mengenai menyusui.

Payudara cenderung membengkak dan menimbulkan rasa tidak nyaman selama hari-hari pertama menyusui. Pembengkakan ini bisa dikurangi dengan lebih sering menyusui. Mengenakan BH yang nyaman selama 24 jam sehari bisa membantu mengurangi nyeri. Mengeluarkan ASI dengan tangan juga akan mengurangi tekanan.

Ibu mungkin perlu mengeluarkan ASInya secara manual sebelum menyusui agar mulut bayi dapat mencakup daerah areola yang membengkak. Tetapi pengeluaran berlebihan diantara waktu menyusui cenderung menyebabkan pembengkakan yang berlanjut dan pengeluaran secara manual seharusnya hanya dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

Posisi yang salah dari bayi juga bisa menyebabkan luka pada puting ibu. Kadang-kadang bayi menarik bibir bawahnya dan mengisapnya, menimbulkan iritasi pada puting. Bila hal ini terjadi, ibu dapat melepaskan bibir bayi dengan jari ibu.

Setelah menyusui, ASI yang tersisa di puting dibiarkan mengering dengan sendirinya, jangan dilap atau dicuci. Bisa juga dikeringkan dengan pengering rambut dengan panas yang rendah. Pada iklim yang sangat kering, lanolin hipoalergenik atau salep bisa dioleskan pada puting. BH yang dilapisi plastik harus dihindari.

Seorang ibu yang menyusukan ASInya, memerlukan zat gizi tambahan terutama kalsium. Hasil olahan susu merupakan sumber kalsium yang sangat baik. Tetapi jika ibu tidak menyukai susu, bisa diganti dengan kacang-kacangan dan sayuran hijau. Atau ibu juga bisa mengkonsumsi kalsium tambahan dalam bentuk tablet. Vitamin tambahan tidak diperlukan lagi bila kebutuhan gizi sudah terpenuhi dalam makanan ibu, yang terutama harus mengandung vitamin C, vitamin B6 dan vitamin B12 yang cukup.

Kapan saatnya bayi disapih (berhenti mendapatkan ASI), tergantung kepada kebutuhan dan keinginan dari ibu dan bayi. Pemberian ASI selama minimal 6 bulan akan sangat menguntungkan. Penyapihan secara bertahap akan lebih mudah, baik bagi ibu maupun bayi, dari pada pemberhentian secara tiba-tiba. Pada saat disapih, biasanya bayi diperkenalkan kepada makanan padat. ASI diberikan sebanyak 8-10 kali/hari, dan makanan padat diberikan sampai 3 kali/hari. Pemberian ASI secara bertahap lalu dikurangi.

Bila bayi sudah berumur 7 bulan, satu kali menyusui ASI hendaknya diganti dengan sebotol jus buah, ASI yang diperas atau formula. Belajar minum dari gelas merupakan saat perkembangan yang penting dan biasanya bisa terlaksana pada saat bayi berusia 10 bulan. Beberapa bayi tetap memerlukan 1-2 kali/hari menyusu kepada ibunya sampai berusia 18-24 bulan. Jika menyusui berlangsung lebih lama, anak juga harus diberi makanan padat dan diajari minum dengan gelas.


Pemberian Makanan Padat

Waktu untuk mulai memberikan makanan padat tergantung pada kebutuhan dan kesiapan bayi. Biasanya sebelum mencapai umur 6 bulan, bayi tidak memerlukan makanan padat, meskipun mereka sudah bisa menelan makanan pada usia 3 atau 4 bulan.

Kadang-kadang orang tua memaksakan bayi untuk banyak memakan makanan padat agar tidur lelap di malam hari. Tapi hal ini tidak akan berhasil dan bisa menimbulkan masalah pemberian makanan di kemudian hari. Banyak bayi yang mendapatkan makanan padatnya setelah minum susu botol atau ASl, sehingga kebutuhan menghisapnya sudah terpenuhi dan rasa laparnya sudah hilang.

Pertama kali biasanya diberikan bubur gandum, lalu buah-buahan dan sayuran. Alergi atau sensitivitas terhadap makanan lebih mudah diketahui bila bayi diberikan bubur, buah atau sayuran yang sama selama beberapa hari. Makanan ini hendaknya diberikan dengan sendok sehingga bayi belajar cara makan yang baru.

Kebanyakan makanan bayi yang diperjualbelikan, terutama jenis makanan penutup dan sup, mengandung tepung dalam kadar tinggi. Tepung tidak mengandung vitamin atau mineral, kalorinya tinggi dan sulit dicerna oleh bayi. Beberapa makanan bayi instan juga mengandung natrium dalam kadar sangat tinggi.

Makanan yang dibuat di rumah harganya jauh lebih murah dan nutrisinya jauh lebih baik. Daging dapat diberikan setelah bayi berumur 7 bulan. Daging lebih baik dibandingkan makanan kaya karbohidrat, karena bayi memerlukan protein dalam jumlah besar. Karena kebanyakan bayi tidak menyukai daging, pemberiannya harus hati-hati dan penuh perhatian.

Banyak anak alergi terhadap gandum, telur dan coklat sehingga pemberiannya pada bayi sebaiknya ditunda sampai usia 1 tahun. Memberikan makanan ini akan menyebabkan alergi di kemudian hari. Pemberian madu sebaiknya setelah usia 1 tahun, karena kemungkinan adanya spora Clostridium botulinum. Spora ini bisa menyebabkan botulisme pada bayi, tapi tidak berbahaya pada anak yang lebih tua.


PERKEMBANGAN FISIK

Perkembangan fisik bayi tergantung kepada faktor keturunan, gizi dan lingkungan. Kelainan fisik dan psikis juga bisa mempengaruhi pertumbuhannya. Pertumbuhan optimal memerlukan gizi dan kesehatan yang optimal pula. Panjang badan bayi bertambah sekitar 30% pada usia 5 bulan dan lebih dari 50% dalam setahun. Berat badannya akan menjadi dua kali lipat dalam 3 bulan dan tiga kali lipat dalam 1 tahun.

Organ-organ yang berbeda tumbuh dengan tingkatan yang berbeda. Misalnya sistem reproduksi berubah sangat sedikit sebelum masa pubertas. Sementara perkembangan otak hampir seluruhnya terpenuhi selama tahun pertama kehidupan seorang anak. Pada saat dilahirkan ukuran otak kira-kira 1/4 ukurannnya di saat dewasa. Pada usia satu tahun ukurannya 3/4 ukuran dewasa.

Fungsi ginjal pada akhir tahun pertama sudah mencapai fungsi dewasanya. Gigi depan bawah akan muncul pada umur 5-9 bulan. Gigi depan atas akan muncul pada umur 8-12 bulan.


PERKEMBANGAN PERILAKU & INTELEKTUAL

Tingkat perkembangan perilaku dan intelektual berbeda antara anak yang satu dengan lainnya. Kadang-kadang terdapat pola tertentu dalam suatu keluarga seperti terlambat berjalan atau terlambat bicara.

Faktor lingkungan seperti kurangnya stimulasi bisa menghambat perkembangan normal. Faktor fisik seperti tuli juga bisa memperlambat perkembangan bayi. Meskipun perkembangan anak-anak biasanya terus berkelanjutan, tapi bisa terhenti pada suatu fungsi tertentu, misalnya bicara.

Pada awalnya bayi tidur hampir sepanjang waktu. Bayi bisa makan, batuk bila saluran nafasnya terganggu dan menangis sebagai reaksi terhadap gangguan atau ketidaknyamanan.

Pada usia 6 minggu bayi akan melihat langsung pada objek yang berada langsung di depannya dan tersenyum bila diajak bicara. Kepalanya masih bergoyang kalau bayi ditarik ke posisi duduk.

Pada usia 3 bulan bayi tersenyum bila mendengar suara ibunya, membuat suara-suara pertamanya dan mengikuti objek bergerak. Kepala sudah mantap bila bayi dalam posisi duduk. Bayi akan menggenggam objek dalam tangannya.

Pada usia 6 bulan, bayi bisa duduk dengan bantuan dan berguling. Kebanyakan bayi bisa berdiri dengan bantuan dan bisa memindahkan suatu benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain. Bayi mengeluarkan suara bila sedang bermain. Pada usia 9 bulan bayi bisa duduk dengan baik dan merangkak, menarik dirinya ke posisi berdiri dan mengatakan "mama" dan "papa" dengan jelas. Pada usia 12 bulan bayi biasanya sudah bisa berjalan dengan memegang tangan seseorang dan mengucapkan beberapa kata.


PEMERIKSAAN PADA TAHUN PERTAMA

Tes penyaringan (screening test) dimaksudkan untuk mengetahui adanya kelainan pada tahap awal. Diagnosis dini dan pengelolaan tepat bisa mengurangi atau mencegah kelainan yang akan mempengaruhi perkembangan kesehatan bayi.

Sebelum meninggalkan rumah sakit, bayi baru lahir diambil darahnya untuk sejumlah pemeriksaan laboratorium. Contohnya untuk mengetahui kadar hormon tiroid dalam darah, karena kadar yang rendah bisa menyebabkan kretinisme, suatu kelainan tiroid menahun yang ditandai dengan perkembangan fisik dan mental yang terhambat. Seorang bayi baru lahir dengan kadar hormon tiroid yang rendah mendapatkan pengobatan hormon tiroid per-oral (melalui mulut) pada hari ke 7-10. Penyakit lainnya, fenilketonuria, jika tidak diobati bisa menyebabkan keterbelakangan mental.

Banyak tes uji saring lainnya yang bisa dilakukan. Contohnya uji saring terhadap homosistinuria, penyakit kemih sirup mapel, galaktosemia dan penyakit sel sabit. Kadang-kadang uji saring ini dilakukan berdasarkan latar belakang suku bangsa dan genetik dari orang tuanya.

Panjang badan, berat badan dan lingkar kepala selalu diperiksa pada setiap kunjungan rutin ke dokter dalam tahun pertama. Pada setiap kunjungan dokter akan mendengarkan bunyi jantung bayi dengan stetoskop. Suatu kelainan bunyi bisa menandakan adanya penyakit jantung. Pada setiap kunjungan, dokter juga akan memeriksa perut bayi karena beberapa kanker yang jarang seperti tumor Wilms dan neuroblastoma dapat diketahui hanya sejalan dengan pertumbuhan bayi.

Bayi yang dilahirkan prematur secara berkala akan menjalani pemeriksaan mata untuk menemukan adanya retinopati karena prematuritas.


IMUNISASI

Anak-anak harus diimunisasi untuk melindungi mereka terhadap penyakit menular. Vaksin sangat aman dan efektif, walaupun beberapa anak bisa saja mengalami reaksi ringan setelah diimunisasi. Kebanyakan vaksin diberikan melalui suntikan dan beberapa melalui mulut, misalnya polio.

Vaksin pertama yang diterima bayi adalah vaksin Hepatitis B, lalu dosis pertama vaksin ini diberkan selama minggu pertama kehidupan, kadang keitka bayi masih di rumah sakit. Imunisasi rutin lainnya dimulai pada minggu ke 6-8. Imunisasi tidak boleh ditunda, meskipun bayi sedang mengalami demam ringan karena infeksi ringan biasa.

Banyak vaksin memerlukan lebih dari satu dosis untuk memberikan perlindungan penuh. Jadwal imunisasi yang harus diberikan bukanlah jadwal yang kaku. Orang tua sebaiknya berusaha membawa anaknya untuk imunisasi sesuai jadwal, tapi bila terjadi penundaan, hasil akhir kekebalan yang didapat tidak akan terpengaruh. Juga tidak diperlukan pengulangan serial vaksin dari awal. Beberapa vaksin dianjurkan diberikan pada keadaan tertentu. Misalnya, vaksin Hepatitis A diberikan kepada orang-orang yang melanjutkan sekolahnya atau bepergian ke luar negeri.

Pada satu kali kunjungan ke dokter, mungkin diberikan lebih dari satu vaksin. Tetapi beberapa vaksin sering dicampurkan dalam satu suntikan, misalnya vaksin pertusis, difteri, tetanus dan Hemophilus influenzae tipe B. Suatu vaksin kombinasi mengurangi jumlah suntikan tetapi tidak menjamin kemanan dan efektivitas vaksinnya. Untuk membantu mencegah gastroenteritis berat karena infeksi rotavirus, bisa diberikan vaksin rotavirus per-oral (melalui mulut).


KEJADIAN PENTING DALAM TAHUN PERTAMA

1 bulan
- Membawa tangannya menuju ke mata dan mulut
- Menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri jika ditengkurapkan
- Mengikuti pergerakan benda pada jarak sekitar 15 cm dari garis tengah mukanya (tepat di depannya)
- Bereaksi terhadap suara berupa kaget, menangis atau terdiam
- Berpaling kepada suara atau bunyi yang dikenalnya
- Memperhatikan wajah seseorang

3 bulan
- Mengangkat kepala 45 derajat (mungkin sampai 90 derajat) jika ditengkurapkan
- Membuka dan menutup tangannya
- Jika diberdirikan diatas permukaan yang datar, kakinya menekan ke bawah
- Mengikuti gerakan mainan yang bergoyang dan berusaha mencapainya
- Mengikuti pergerakan benda di depan wajahnya, dari kanan ke kiri atau sebaliknya
- Memperhatikan wajah lebih seksama
- Tersenyum mendengar suara ibunya
- Mulai mengeluarkan suara-suara

5 bulan
- Mulai bisa menegakkan kepalanya dengan mantap
- Berguling dari tengkurap ke terlentang
- Menggapai benda
- Mengenali orang pada jarak tertentu
- Mendengarkan suara orang dengan seksama
- Tersenyum spontan
- Menjerit dengan gembira

7 bulan
- Duduk tanpa bantuan
- Bila diberdirikan, bisa menahan beberapa berat badannya
- Memindahkan benda dari tangan kanan ke tangan kiri atau sebaliknya
- Memperhatikan benda yang dijatuhkan
- Bereaksi bila namanya dipanggil
- Bereaksi bila dilarang
- Mengoceh, menggabungkan vokal dan konsonan
- Bergoyang dengan penuh suka cita bila diajak bermain
- Bermain ciluk-ba

9 bulan
- Berusaha menggapai mainan yang berada diluar jangkauannya
- Tampak keberatan bila mainannya diambil
- Merangkak atau melata pada tangan dan lutunya
- Berusaha untuk berdiri
- Berdiri dengan berpegangan
- Mengucapkan 'mama' atau 'papa'

12 bulan
- Duduk dari posisi tengkurap
- Berjalan dengan berpegangan, mungkin melangkah 1-2 langkah tanpa bantuan
- Berdiri tegak tanpa bantuan untuk beberapa saat
- Memanggil orangtuanya dengan menyebut 'mama' atau 'papa'
- Minum dari gelas
- Bertepuk tangan dan melambaikan tangannya.

Minggu, 06 Juni 2010

Besar Untuk Masa Kehamilan (BMK, LGA, Large for Gestational Age)

DEFINISI
Seorang bayi baru lahir (apakah prematur, matur atau post-matur) yang lebih besar dibandingkan dengan umur kehamilannya dikatakan sebagai Besar Untuk Masa Kehamlan (BMK, LGA, Large for Gestational Age).


PENYEBAB
Penyebab utama dari bayi yang sangat besar adalah diabetes yang diderita oleh ibunya selama kehamilan. Gula di dalam darah ibu melewati plasenta; sebagai respon terhadap tingginya kadar gula, maka pankreas janin menghasilkan sejumlah besar insulin. Hal ini menyebabkan janin tumbuh sangat besar. Semakin jelek pengontrolan tehadap diabetes ibu, semakin besar bayi yang akan dilahirkan nanti.


GEJALA
Ukuran bayi yang sangat besar bisa menyebabkan kesulitan dalam persalinan melalui vagina, sehingga kemungkinan terjadinya cedera semakin besar. Karena itu, bayi BMK biasanya harus dilahirkan melalui operasi sesar.

Pada saat lahir, ketika tali pusar dipotong, gula dari ibu tiba-tiba berhenti mengalir ke janin, tetapi kadar insulin janin tetap tinggi. Kadar gula darah janin akan segera turun sehingga terjadi hipoglikemia dalam waktu 1-2 jam setelah bayi dilahirkan. Mungkin tidak akan tampak gejala-gejala dari hipoglikemia atau mungkin bayi akan tampak gelisah, kesadarannya menurun atau mengantuk, tidak mau menyusu dan bahkan ada yang sampai kejang.

Bayi yang lahir dari ibu yang menderita diabetes memiliki jumlah sel darah merah yang tinggi. Karena itu mereka cenderung memiliki kadar bilirubin yang tinggi, yang menyebabkan terjadinya jaundice. Keadaan ini bisa diatasi dengan fototerapi atau kadang dilakukan transfusi ganti. Bayi dari ibu yang menderita diabetes cenderung memiliki paru-paru yang belum matang dan menderita sindroma gawat pernafasan, meskipun tidak lahir prematur.

Kecil Untuk Masa Kehamilan (KMK, SGA, Small for Gestational Age)

DEFINISI
Jika seorang bayi baru lahir (apakah prematur, cukup umur ataupun post-matur) lebih kecil dibandingkan dengan umur kehamilannya, maka dikatakan sebagai Kecil Untuk Masa Kehamilan (KMK, SGA, Small for Gestational Age).


PENYEBAB
Seorang bayi baru lahir bisa kecil karena faktor keturunan (orang tuanya juga kecil atau penyakit keturunan) atau karena fungsi plasenta telah menurun (sehingga memberikan lebih sedikit oksigen dan zat gizi kepada bayi). Penurunan fungsi plasenta bisa terjadi jika selama kehamilan, ibu menderita tekanan darah tinggi, penyakit ginjal atau diabetes kronis.

KMK juga cenderung terjadi pada bayi yang lahir dari ibu yang kecanduan narkotik atau kokain serta perokok berat. Kadang KMK terjadi jika ibu atau janin menderita infeksi sitomegalovirus, campak Jerman atau toksoplasmosis.


GEJALA
Berbeda dengan bayi prematur, bayi KMK yang cukup umur telah memiliki organ dalam yang sempurna. Jika selama di dalam rahim pertumbuhannya menjadi lambat akibat asupan gizi yang kurang, maka segera setelah dilahirkan, ketika mulai diberikan zat gizi yang adekuat, pertumbuhannya akan menjadi pesat.

Janin yang tumbuh secara lambat karena fungsi plasenta yang buruk bisa mengalami kekurangan oksigen selama persalinan. Setiap kontraksi, arteri ibu yang menuju ke plasenta pada saat melewati rahim akan mengalami tekanan sehingga aliran darah ke plasenta berkurang. Jika sebelum persalinan fungsi plasenta berada di garis perbatasan, maka berkurangnya aliran darah selama persalinan bisa membahayakan penghantaran oksigen dan menyebabkan terjadinya cedera pada janin.

Bayi yang selama proses persalinan mengalami kekurangan oksigen akan mengeluarkan tinja pertamanya (mekonium) ke dalam cairan ketuban. Jika bayi menghirup cairan ketuban yang mengandung mekonium, maka paru-parunya akan terkena. Mekonium bisa menyumbat beberapa bronki sehinga sebagian paru-paru menjadi kolaps. Mekonium yang terhirup ke dalam paru-paru juga bisa menyebakban peradangan atau pneumonitis. Kedua keadaan di atas bisa menyebakan kelainan fungsi paru-paru.

Komplikasi dari KMK adalah hipoglikemia pada beberapa jam dan beberapa hari setelah dilahirkan, karena cadangan gulanya berkurang.

Rabu, 12 Mei 2010

Postmaturitas (Kelahiran Janin Usia Tua)

DEFINISI
Post-maturitas adalah suatu keadaan dimana bayi lahir setelah usia kehamilan melebihi 42 minggu. Ketika usia kehamilan memasuki 40 minggu, plasenta mulai mengecil dan fungsinya menurun. Karena kemampuan plasenta untuk menyediakan makanan semakin berkurang, maka janin menggunakan persediaan lemak dan karbohidratnya sendiri sebagai sumber energi. Akibatnya, laju pertumbuhan janin menjadi lambat.

Jika plasenta tidak dapat menyediakan oksigen yang cukup selama persalinan, bisa terjadi gawat janin, sehingga janin menjadi rentan terhadap cedera otak dan organ lainnya. Cedera tersebut merupakan resiko terbesar pada seorang bayi post-matur dan untuk mencegah terjadinya hal tersebut, banyak dokter yang melakukan induksi persalinan jika suatu kehamilan telah lebih 42 minggu.


PENYEBAB
Penyebab terjadinya post-maturitas biasanya tidak diketahui.


GEJALA
Gambaran fisik bayi post-matur:
- Panjangnya cukup umur, tetapi berat badannya rendah sehingga tampak kurus
- Matang, berada dalam keadaan siaga
- Lemak di bawah kulitnya sedikit sehingga kulit pada lengan dan tungkainya tampak menggelambir
- Kulitnya kering dan mengelupas
- Kuku jari kaki dan kuku jari tangannya panjang
- Kuku jari kaki, kuku jari tangan dan pusarnya berwana kehijauan atau kecoklatan karena mekonium (tinja pertama bayi).


KOMPLIKASI
  1. Hipoglikemia, karena cadangan energi pada saat dilahirkan sangat rendah dan bahkan akan lebih rendah lagi jika pasokan oksigen selama persalinan juga rendah
  2. Sindroma aspirasi mekonium.

Selasa, 20 April 2010

Cedera Lahir

DEFINISI
Jalan lahir dibentuk oleh tulang panggul ibu. Dalam keadaan normal, bayi memiliki ruang yang cukup untuk dilaluinya di sepanjang jalan lahir. Tetapi jika jalan lahir sempit atau janinnya besar (seperti pada ibu penderita diabetes), maka bisa terjadi kesulitan dalam melewati jalan lahir atau bisa terjadi cedera. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bayi terlalu besar untuk dapat melewati jalan lahir, maka dilakukan operasi sesar untuk mengurangi kemungkinan terjadinya cedera pada bayi.

Selama proses persalinan berlangsung, hampir setiap bagian dari bayi bisa mengalami cedera. Kebanyakan bersifat ringan dan segera membaik. Yang paling sering terjadi adalah memar. Tulang tengkorak bayi tidak saling berhubungan, sehingga ketika melewati jalan lahir, kepala bayi bisa disesuaikan dengan jalan lahir. Hal ini adalah normal dan dalam beberapa hari, bentuk kepala akan kembali normal. Cedera kepala yang serius dan cedera otak yang hebat, saat ini jarang terjadi.

Pada persalinan yang sulit, bisa terjadi peregangan saraf, terutama saraf yang menuju ke lengan sehingga terjadi kelumpuhan sementara ataupun menetap pada lengan (kelumpuhan Erb). Kadang terjadi patah tulang selangka dan biasanya segera membaik tanpa meninggalkan gejala sisa.

Jumat, 26 Maret 2010

Anemia Pada Bayi

DEFINISI
Anemia adalah suatu penyakit yang ditandai dengan terlalu sedikitnya jumlah sel darah merah (eritrosit) di dalam darah.


PENYEBAB
Anemia pada bayi baru lahir bisa terjadi akibat:
  • Kehilangan darah
  • Penghancuran sel darah merah yang berlebihan
  • Gangguan pembentukan sel darah merah.
Hilangnya sejumlah besar darah selama proses persalinan bisa terjadi jika plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya (abrupsio plasenta) atau jika terdapat robekan pada tali pusar. Bayi tampak sangat pucat, tekanan darahnya rendah dan sesak nafas.

Anemia pada bayi prematur biasanya disebabkan oleh hilangnya darah (karena pemeriksaan darah berulang untuk keperluan tes laboratorium) dan berkurangnya pembentukan sel darah merah. Dalam keadaan normal, sumsum tulang tidak membentuk sel darah merah yang baru selama 3-4 minggu setelah bayi lahir. Anemia akan semakin memburuk karena laju pertumbuhan bayi lebih cepat dibandingkan dengan laju pembentukan sel darah merah yang baru. Tetapi bayi prematur biasanya tidak menunjukkan gejala-gejala anemia dan keadaan ini akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 bulan.

Penghancuran sel darah merah terjadi pada:
  • Penyakit hemolitik pada bayi baru lahir : sejumlah besar sel darah merah dihancurkan oleh antibodi yang dihasilkan oleh ibu selama janin berada dalam kandungan
  • Bayi yang menderita kelainan bentuk sel darah merah, misalnya sferositosis (sel darah merah berbentuk sferis)
  • Kelainan hemoglobin (protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah), misalnya penyakit sel sabit atau talasemia
  • Infeksi selama bayi berada dalam kandungan (misalnya toksoplasmosis, campak Jerman, penyakit sitomegalovirus, herpes simpleks atau sifilis). Jika sel darah dihancurkan, hemoglobin diubah menjadi bilirubin. Kadar bilirubin yang tinggi di dalam darah (hiperbilirubinemia) menyebabkan sakit kuning (jaundice) dan pada kasus yang berat, bisa menyebabkan kerusakan otak (kern ikterus).
Anemia karena kekurangan zat besi bisa terjadi pada bayi berusia 3-6 bulan jika diberikan susu sapi atau susu formula yang tidak diperkaya dengan zat besi.


PENGOBATAN
Jika kehilangan darah terjadi selama proses persalinan, segera diberikan transfusi darah. Jika penyebabnya adalah penghancuran sel darah merah yang berlebihan, dilakukan transfusi ganti, dimana darah bayi diganti dengan darah segar. Sel darah merah yang rusak, bilirubin dan antibodi dari tubuh ibu dibuang. Pada anemia karena kekurangan zat besi diberikan zat besi tambahan. Jika terjadi gejala anemia yang berat, dilakukan transfusi darah.

Selasa, 02 Maret 2010

Prematuritas (Kelahiran Prematur)

DEFINISI
Prematuritas adalah suatu keadaan yang belum matang, yang ditemukan pada bayi yang lahir pada saat usia kehamilan belum mencapai 37 minggu. Prematuritas (terutama prematuritas yang ekstrim) merupakan penyebab utama dari kelainan dan kematian pada bayi baru lahir. Beberapa organ dalam bayi mungkin belum berkembang sepenuhnya sehingga bayi memiliki resiko tinggi menderita penyakit tertentu.


PENYEBAB
Penyebab terjadinya kelahiran prematur biasanya tidak diketahui. Lima belas persen dari kelahiran prematur ditemukan pada kehamilan ganda (di dalam rahim terdapat lebih dari 1 janin).

Faktor resiko yang mungkin berperan dalam terjadinya persalinan prematur adalah:
- Kehamilan usia muda (usia ibu kurang dari 18 tahun)
- Pemeriksaan kehamilan yang tidak teratur
- Golongan sosial-ekonomi rendah
- Keadaan gizi yang kurang
- Penyalahgunaan obat.

Masalah pada ibu biasanya berupa:
- Riwayat persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya
- Kadar alfa-fetoprotein tinggi pada trimester kedua yang penyebabnya tidak diketahui
- Penyakit atau infeksi yang tidak diobati (misalnya infeksi saluran kemih atau infeksi selaput ketuban)
- Kelainan pada rahim atau leher rahim
- Ketuban pecah sebelum waktunya
- Plasenta previa.
- Pre-eklamsi (suatu keadaan yang bisa terjadi pada trimester kedua kehamilan, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, adanya protein dalam air kemih dan pembengkakan tungkai)
- Diabetes mellitus
- Penyakit jantung.


GEJALA
Gambaran fisik bayi prematur:
  • Ukuran kecil
  • Berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg)
  • Kulitnya tipis, terang, dan berwarna pink (tembus cahaya)
  • Vena di bawah kulit terlihat (kulitnya transparan)
  • Lemak bawah kulitnya sedikit sehingga kulitnya tampak keriput
  • Rambut yang jarang
  • Telinga tipis dan lunak (lembek)
  • Tangisannya lemah
  • Kepala relatif besar
  • Jaringan payudara belum berkembang
  • Otot lemah dan aktivitas fisiknya sedikit (seorang bayi prematur cenderung belum memiliki garis tangan atau kaki seperti pada bayi cukup bulan)
  • Reflek menghisap dan reflek menelan yang buruk
  • Pernapasan yang tidak teratur
  • Kantung zakar kecil dan lipatannya sedikit (anak laki-laki)
  • Labia mayora belum menutupi labia minora (pada anak perempuan).


KOMPLIKASI
  1. Sindroma gawat pernapasan (penyakit membran hialin).
    Paru-paru yang matang sangat penting bagi bayi baru lahir. Agar bisa bernapas dengan bebas, ketika lahir kantung udara (alveoli) harus dapat terisi oleh udara dan tetap terbuka. Alveoli bisa membuka lebar karena adanya suatu bahan yang disebut surfaktan, yang dihasilkan oleh paru-paru dan berfungsi menurunkan tegangan permukaan.

    Bayi prematur seringkali tidak menghasilkan surfaktan dalam jumlah yang memadai, sehingga alveolinya tidak tetap terbuka. Diantara saat-saat bernapas, paru-paru benar-benar mengempis akibatnya terjadi Sindroma Distres Pernapasan. Sindroma ini bisa menyebabkan kelainan lainnya dan pada beberapa kasus bisa berakibat fatal. Kepada bayi diberikan oksigen; jika penyakitnya berat, mungkin mereka perlu ditempatkan dalam sebuah ventilator dan diberikan obat surfaktan (bisa diteteskan secara langsung melalui sebuah selang yang dihubungkan dengan trakea bayi).

  2. Ketidakmatangan pada sistem saraf pusat bisa menyebabkan gangguan refleks menghisap atau menelan, rentan terhadap terjadinya perdarahan otak atau serangan apneu.
    Selain paru-paru yang belum berkembang, seorang bayi prematur juga memiliki otak yang belum berkembang. Hal ini bisa menyebabkan apneu (henti nafas), karena pusat pernapasan di otak mungkin belum matang. Untuk mengurangi frekuensi serangan apneu bisa digunakan obat-obatan. Jika oksigen maupun aliran darahnya terganggu, otak yang sangat tidak matang sangat rentan terhadap perdarahan (perdarahan intraventrikuler) atau cedera.

  3. Ketidakmatangan sistem pencernaan menyebabkan intoleransi pemberian makanan.
    Pada awalnya, lambung yang berukuran kecil mungkin akan membatasi jumlah makanan/cairan yang diberikan, sehingga pemberian susu yang terlalu banyak dapat menyebabkan bayi muntah.

    Pada awalnya, lambung yang berukuran kecil mungkin akan membatasi jumlah makanan/cairan yang diberikan, sehingga pemberian susu yang terlalu banyak dapat menyebabkan bayi muntah.

  4. Retinopati dan gangguan penglihatan atau kebutaan (fibroplasia retrolental)

  5. Displasia bronkopulmoner.

  6. Penyakit jantung.

  7. Jaundice.
    Setelah lahir, bayi memerlukan fungsi hati dan fungsi usus yang normal untuk membuang bilirubin (suatu pigmen kuning hasil pemecahan sel darah merah) dalam tinjanya. Kebanyakan bayi baru lahir, terutama yang lahir prematur, memiliki kadar bilirubin darah yang meningkat (yang bersifat sementara), yang dapat menyebabkan sakit kuning (jaundice).

    Peningkatan ini terjadi karena fungsi hatinya masih belum matang dan karena kemampuan makan dan kemampuan mencernanya masih belum sempurna. Jaundice kebanyakan bersifat ringan dan akan menghilang sejalan dengan perbaikan fungsi pencernaan bayi.

  8. Infeksi atau septikemia.
    Sistem kekebalan pada bayi prematur belum berkembang sempurna. Mereka belum menerima komplemen lengkap antibodi dari ibunya melewati plasenta (ari-ari).
    Resiko terjadinya infeksi yang serius (sepsis) pada bayi prematur lebih tinggi. Bayi prematur juga lebih rentan terhadap enterokolitis nekrotisasi (peradangan pada usus).

  9. Anemia.

  10. Bayi prematur cenderung memiliki kadar gula darah yang berubah-ubah, bisa tinggi (hiperglikemia maupun rendah (hipoglikemia).

  11. Perkembangan dan pertumbuhan yang lambat.

  12. Keterbelakangan mental dan motorik.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran fisik dan usia kehamilan.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan pada bayi prematur:
- rontgen dada untuk melihat kematangan paru-paru,
- analisa gas darah,
- kadar gula darah,
- kadar kalsium darah,
- kadar bilirubin.


PENGOBATAN
Jika kemungkinan akan terjadi kelahiran prematur, biasanya diberikan obat tokolitik untuk menghentikan kontraksi dan kortikosteroid untuk mempercepat pematangan paru-paru bayi.

Makanan diberikan melalui sebuah selang yang dimasukkan ke dalam lambung bayi karena fungsi menghisap dan menelan pada bayi prematur masih belum matang. Pada prematur yang ekstrim, makanan diberikan melalui infus. Pada usia sekitar 34 minggu, bayi mulai disusui ASI atau susu botol.

Bayi prematur sangat cepat kehilangan panas dan mengalami kesulitan dalam mempertahankan suhu tubuh, sehingga mereka biasanya ditempatkan di dalam suatu inkubator. Mungkin bayi memerlukan bantuan respirator dan tambahan oksigen.


PENCEGAHAN
Salah satu langkah terpenting dalam mencegah prematuritas adalah mulai melakukan pemeriksaan kehamilan sedini mungkin dan terus melakukan pemeriksaan selama kehamilan. Statistik menunjukkan bahwa perawatan kehamilan yang dini dan baik bisa mengurangi angka kejadian prematuritas, kecil untuk kehamilan dan angka kesakitan akibat persalinan dan pada masa baru lahir.

Senin, 15 Februari 2010

Hypogammaglobulinemia Sementara Pada Bayi

DEFINISI
Hypogammaglobulinemia sementara pada bayi adalah gangguan imunodefisiensi dimana produksi kekebalan tubuh oleh bayi terhambat. Saat lahir, sistem kekebalan tubuh tidak sepenuhnya terbentuk. Kebanyakan antibodi pada bayi yang dihasilkan oleh si ibu ditransfer melalui plasenta sebelum lahir. Antibodi yang berasal dari si ibu melindungi bayi melawan infeksi sampai bayi mulai menghasilkan antibodi sendiri, biasanya pada usia 6 bulan.

Bayi yang mengalami hypogammaglobulinemia sementara pada bayi tidak mulai menghasilkan antibodi sampai usia tersebut. Akibatnya, kadar antibodi menjadi mulai rendah pada usia 3 sampai 6 bulan dan kembali normal pada sekitar usia 12 sampai 36 bulan. Gangguan ini lebih sering terjadi pada bayi prematur, karena mereka menerima beberapa antibodi dari ibu. Meskipun gangguan tersebut ada ketika lahir, hal ini tidak menurun.

Kebanyakan bayi dengan gangguan tersebut memiliki beberapa antibodi. Oleh karena itu, mereka tidak memiliki masalah dengan infeksi dan tidak memerlukan pengobatan. Meskipun begitu, beberapa bayi, terutama mereka yang lahir prematur, sering mengalami infeksi. Immune globulin bisa mencegah dan membantu mengobati infeksi. Biasanya diberikan untuk sekitar 6 sampai 12 bulan. Antibiotik diberikan ketika diperlukan. Tidak mempengaruhi jangka hidup.

Rabu, 03 Februari 2010

Tempat Tidur Bayi

Biasanya, inilah barang yang pertama kali dibeli oleh para calon orang tua baru, sebuah tempat tidur mungil dimana bayi pertama mereka menghabiskan hari-harinya berbaring dan beristirahat. Banyak jenis tempat tidur yang dijual dengan berbagai bentuk dan fungsi, kecil dan besar, dan seringkali orang tua bertanya-tanya bagaimanakah cara memilih tempat tidur yang tepat untuk bayi mereka.Pastikan bahwa tempat tidurnya cukup lebar dan tidak terlalu sempit sehingga bayi anda memiliki cukup ruang untuk bergerak.

Semakin lebar tempat tidur semakin bagus sehingga bayi anda tidak stres. Tempat tidur yang lebar juga dapat dipakai sebagai ruang bermain yang aman untuk bayi anda sehingga anda tak perlu was-was akan keamanannya dan tak harus memindahkannya kesana kemari untuk mencari tempat yang lebih luas. Jangan terlalu banyak meletakkan barang di dalam tempat tidurnya karena dapat mengganggu ruang geraknya.

Pilihlah kasur yang tidak terlalu tipis namun juga tidak terlalu tebal dan cukup nyaman sebagai alas tidurnya. Lebih baik memilih tempat tidur yang dilengkapi dengan kelambu sehingga anda tak perlu lagi harus menggunakan obat nyamuk berbahaya untuk melindungi si kecil dari gigitan nyamuk.

Pastikan juga anda menggunakan selimut dan sprei dari bahan katun karena selain dapat menyerap keringat, bahan tersebut juga nyaman untuk bayi anda. Pilihlah bantal mungil yang tipis dan tidak terlalu tebal. Bila bayi anda tidur, singkirkan semua boneka yang ada di dalam box bayi karena debu yang menempel pada boneka dapat menyebabkan bayi anda sakit.

Pilihlah tempat tidur yang dapat digerakkan atau diayunkan karena bayi menyukai gerakan searah. Saat ini juga dijual tempat tidur yang memiliki vibrator yang dapat menyenangkan bayi anda. Bayi menyukai gerakan yang searah dan tempat tidur yang dapat diayun dapat menenangkan bayi. Bila anda baru akan membeli tempat tidur bayi, cobalah untuk membeli tempat tidur yang dapat diayun-ayun.

Tapi bila anda sudah memiliki tempat tidur bayi bekas anak pertama atau bekas kolega anda, anda juga dapat menidurkan bayi di ayunan bayi yang dapat anda buat sendiri dari kain. Bayi yang diayun-ayun dengan gerakan yang pelan dan terarah dapat tertidur dengan cepat.

Bagi masyarakat Indonesia, biasanya bayi tidur sekamar atau bahkan seranjang dengan orang tuanya. Terkadang para orang tua merasa tidak tega harus meninggalkan bayinya yang masih kecil di kamar lain.

Hal ini berbeda dengan masyarakat barat yang memisahkan bayinya untuk tidur di kamar bayi itu sendiri sejak mereka masih berumur hari. Biasanya mereka memasang semacam walkie-talkie yang dibiarkan menyala sepanjang malam sehingga bila bayi mereka menangis orang tua dapat mendengarnya.

Hal ini dimaksudkan untuk melatih kemandirian bayi mereka sejak kecil dan juga memberikan privasi kepada kedua orang tua. Namun hal ini tergantung pilihan anda, jika anda tidak tega untuk tidur terpisah dengan buah hati anda, jangan menidurkan bayi anda di ruangan terpisah. Namun perlu diingat bahwa anda dan pasangan anda pun berhak atas privasi dan pada umur tertentu, anda harus tidur terpisah dengan anak anda.

Selain meningkatkan kemandirian, hal ini juga menghindarkan anak anda terbangun dan memergoki anda sedang berhubungan badan dengan pasangan anda. Hal ini akan sangat tidak baik untuk perkembangan psikologisnya.

Minuman Bayi

Tak kalah pentingnya, minuman untuk bayi juga harus diperhatikan. Selain untuk penambah cairan tubuh bayi dan menghindarkan dehidrasi, pada bayi minuman juga sebagai sumber nutrisi. Bayi dapat diberi minuman berupa susu, sari buah dan juga air. Pemberian minuman untuk bayi berbeda-beda tergantung dari usia bayi tersebut.Susu adalah sumber nutrisi penting yang diberikan sejak bayi baru dilahirkan. Susu yang pertama diberikan kepada bayi adalah Asi dan selanjutnya dapat diselingi dengan susu kaleng.

Bagi bayi berumur 0-3 bulan, susu adalah makanan utamanya, dan semakin bertambah usia bayi, selanjutnya susu merupakan komplimen makanan. Susu mengandung berbagai macam nutrisi yang baik untuk perkembangan otak, tubuh, sistem kekebalan tubuh dan juga tulang.

Bahan-bahan yang terkandung dalam susu membuat bayi dapat berkembang dengan lebih cepat. Saat ini terdapat banyak sekali kemasan susu di pasaran dengan harga dan komposisi yang bervariasi, dan produsen telah melengkapi susu dengan nutrisi yang sangat lengkap, seperti protein, karbohidrat, laktosa, vitamin, mineral, kalsium dan lain sebagainya.

Semakin mahal harga susu, semakin banyak nutrisi penting yang terkandung di dalamnya yang penting untuk perkembangan tubuh. Produsen susu menambah berbagai nutrisi ke dalam produk susu yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang bayi, juga terhadap performa fisik dan daya ingat. Hindari penambahan gula kedalam susu karena beberapa produsen susu telah menambahkan gula ke dalam produknya.

Selain susu, buah-buahan juga memiliki berbagai nutrisi yang penting dan alami. Berbagai vitamin dapat anda temukan seperti vitamin C yang bagus untuk daya tahan tubuh bayi, vitamin A untuk mata, D untuk kesehatan tulang dan sebagainya.

Anda dapat memberikan jus, atau sari buah kepada bayi anda dan jangan lagi ditambahkan gula. Namun harus diingat bahwa pemberian sari buah disesuaikan dengan umur bayi. Alangkah baiknya jika anda mengkonsultasikannya terlebih dahulu kepada dokter anak sebelum memberikan buah hati anda sari-sari alami dari buah-buahan.

Yang paling penting dan tidak boleh dilupakan adalah pemberian air untuk bayi anda. Walaupun susu dan sari buah telah mengandung air, tapi air putih tetaplah yang terbaik untuk mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna yang tidak terserap oleh tubuh bayi dan dibuang melalui kencing serta keringat.

Pastikan bahwa yang diminum adalah air yang tidak panas dan tidak dingin, sehingga tidak mempengaruhi sistem pencernaannya. Apabila bayi sudah cukup umur anda juga dapat memperkenalkannya dengan jenis minuman lain tapi tetap hindarilah memberikan minuman bersoda karena selain dapat menyebabkan gigi bayi rusak, juga dapat menyebabkan anak anda ketagihan.

Pakaian Bayi

Hal lain yang harus diperhatikan oleh orang tua adalah pakaian. Pakaian bayi adalah hal yang sangat penting karena harus dapat melindungi kulit bayi yang masih sensitif. Pakaian untuk bayi berbeda-beda tergantung iklim lingkungan sekitar dimana bayi tinggal.

Di daerah yang sering hujan atau daerah pegunungan yang udaranya lebih dingin tentu saja bayi membutuhkan pakaian yang lebih tebal supaya badannya terasa hangat, sedangkan untuk bayi yang tinggal di daerah dataran rendah membutuhkan pakaian berbahan lebih tipis supaya bayi tidak kegerahan.

Jangan memberikan pakaian terlalu tebal kepada bayi yang baru lahir karena kulit bayi masih sangat sensitif. Pemakaian gurita, yaitu kain yang memiliki banyak tali yang dililitkan ke perut adalah saran yang tepat namun jangan terlalu erat. Gurita baik digunakan untuk menutupi pusar bayi yang belum kering supaya tidak terkena infeksi. Karena bayi seringkali bergerak, menutupi pusar menghindarkan pusar bayi bergesekan dengan benda-benda di sekitarnya seperti selimut, popok dan sebagainya.

Gurita ini dipakai untuk bayi yang baru lahir hingga berumur 1 minggu atau 10 hari. Kadangkala, para ibu seringkali membungkus bayi yang baru lahir dengan kain. Orang jawa menyebutnya ‘dikelungkup’, maksudnya untuk menjaga bayi tetap hangat dan nyaman dan menghindarkan bayi dari masuk angin. Cara ini juga dipercaya dapat membuat kaki bayi tetap lurus dan tidak bengkok hingga dia dewasa nanti.

Bayi yang berumur kurang dari 3 bulan harus menggunakan pembungkus jari tangan dan kaki. Di usia tersebut, bayi masih suka menyentuh mukanya dan pemakaian pembungkus jari ini dimaksudkan supaya bayi tidak melukai wajahnya dengan kukunya sendiri, selain menghindari infeksi. Pemakaian pembungkus kaki dimaksudkan untuk tetap menjaga bayi supaya tetap hangat.
Tak cukup hanya mengutamakan kenyamanan, yang paling harus diperhatikan oleh ibu adalah menjaga kehegienisan pakaian bayi mereka. Pakaian yang dikenakan harus bersih dan kering.

Ganti pakaian basah sesegera mungkin karena bila tidak maka selain tidak nyaman bagi bayi juga dapat menyebabkan timbulnya jamur yang bisa membuat bayi gatal-gatal dan timbul biang keringat. Segeralah ganti popok yang basah bila bayi pipis atau buang air besar, karena bila tetap dipakai, popok yang basah tersebut dapat menyebabkan infeksi. Selain itu, ibu juga harus memperhatikan kebersihan tubuh bayi.

Segera usap bila bayi terkena cairan susu atau yang lain dan pastikan kulit bayi kembali kering. Berikan bedak di setiap lipatan badan bayi untuk menghindarkan luka. Pastikan pakaian bayi anda cukup nyaman, tidak terlalu tebal namun juga tidak terlalu tipis. Pilihlah bahan katun yang dapat menyerap keringatnya dan juga menghindari gatal-gatal. Anda juga dapat memakaikan pakaian dalam bayi seperti singlet atau kaus tambahan yang tipis untuk melindungi bayi dari masuk angin.

Begitu juga untuk selimut, pilihlah bahan yang tidak terlalu tebal sehingga tidak membuat bayi terlalu gerah. Untuk bayi yang sudah berumur lebih dari 3 bulan, ibu dapat memakaikan singlet karena bayi sudah mulai beradaptasi dengan suhu udara sekitar.

Kehadiran Bayi : "Selamat Datang"

Setelah sekian lama akhirnya saat yang ditunggu-tunggupun muncul. Sang buah hati datang ke pelukan dari hasil buah kasih 2 insan. Hadirnya seorang bayi merupakan sesuatu yang diidam-idamkan semua pasangan di dunia. Keceriaan yang didatangkan si bayi tak hanya menggembirakan kedua orang tuanya tetapi juga seluruh keluarga kedua belah pihak.

Bayi dianggap suatu berkah yang tak ternilai dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Segala hal dipersiapkan dengan baik jauh hari sebelum si jabang bayi dilahirkan, seperti nama, peralatan dan perlengkapan bayi, dekorasi kamar dan sebagainya. Tak hanya itu, kesiapan jangka panjang pun seperti asuransi pendidikan terkadang dipersiapkan sejak awal oleh para orang tua supaya nantinya anak mereka dapat tumbuh dan menjadi anak kebanggaan keluarga.Sebagai mahluk yang baru saja hadir di dunia, bayi sangat sensitif. Semua organnya masih lemah dan masih belum berfungsi secara maksimal.

Oleh karena itu perawatan bayi tidak boleh sembarangan. Perawatan bayi terutama yang baru lahir terkadang menjadi sangat merepotkan terutama bagi orang tua yang baru dikaruniai bayi pertama, terlebih jika mereka adalah pasangan mandiri yang tidak tinggal bersama dengan mertua mereka. Oleh karena itu membekali diri dengan berbagai informasi mengenai bayi sangatlah penting untuk dilakukan.

Beberapa informasi mengenai perawatan bayi bisa didapatkan di situs ini. Pakarbayi.com menyediakan informasi yang akan sangat berguna untuk merawat bayi anda. Anda pun dapat menambahkan informasi dan bertukar pendapat dengan user lain mengenai bagaimana merawat dan membesarkan buah kasih anda.