Tampilkan postingan dengan label Hepatologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hepatologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Januari 2012

Hepatitis


Definisi
Hepatitis virus merupakan infeksi sistemik oleh virus disertai nekrosis sampai inflamaasi pada sel-sel hati yang menghasilkan kumpulan perubahan klinis, biokimiawi serta selular yang khas.
Menurut Sujono, Hepatitis adalah suatu proses peradangan difus pada jaringan yang dapat disebabkan oleh infeksi virus dan oleh reaksi toksik terhadap obat-obatan serta bahan-bahan kimia. (Sujono Hadi, 1999).
Etiologi
Penyebab utama hepatitis adalah : Virus dan Non Virus sedangkan insiden yang sering terjadi adalah hepatitis yang disebabkan oleh virus.
1.      Virus penyebab meliputi : Virus Hepatitis A (HVA), Virus Hepatitis B (HVB), Virus Hepatitis C (HCV), Virus Hepatitis D dan Virus Hepatitis E.
2.      Hepatitis non virus disebabkn oleh agen bakteri, cedera fisik atau kimia.
Patofisiologi
Berbeda dengan hepatitis A dan hepatitis E yang ditularkan melalui jalur fekal oral, hepatitis B, hepatitis C dan hepatitis D ditulrkan melalui darah. Virus tersebutdapat ditemukan didalam darah, saliva, semen, serta secret vagina serta ditularkan melalui membrane mukosa dan luka pada kulit.
Proses perjalanan penyakit yang berkembang menjadi disfungsi hepatoselular dapat disebabkan oleh penyebab yang menular seperti bakteri dan virus. Disfungsi hati terjadi akibat kerusakan pada sel-sel parenkim hati yang bisa secara langsung disebabkan oleh penyakit primer hati atau secara tidak langsung oleh obstruksi aliran empedu atau gangguan sirkulasi hepatic. Disfungsi hati bersifat akut dan kronik, namun demikian disfungsi yang kronis jauh lebih sering dari pada yang akut.
Tanda dan Gejala
1.      Fase Prodomal (1-3 minggu)
·           Gangguan gastrointestinal : Nausea, vomitus, anoreksia, konstipasi.
·           Nyeri perut kuadran kanan atas
·           Lemas
·           Hepatomegali
·           Urine pekat, feses pucat
2.      Fase Ikterus
·           Kuning pada jaringan permukaan kulit, semakin meningkat pada hari ke-2 dan menetap pada minggu ke 6-8.
·           Gangguan gastrointestinal berkurang sampai hilang
·           Hepar mengecil (atrofi)
3.      Fase post Ikterus (3-4 bulan)
·           Hepar mengalami regenerasi
·           Pasien merasa lebih baik
Komplikasi
·         Varices esophagus, lambung dan hemoroid
·         Penumpukan cairan dalam rongga abdomen (asites)
·         Defisiensi nutrisi yang terjadi akibat ketidakmampuan sel-sel hati untuk memetabolisme vitamin tertentu
·         Ensepalopati Hepatik dan koma hepatic
Pemeriksaan Diagnostik
·         Tes fungsi hati : Abnormal (4-10 kali dari normal). Untuk membedakan hepatitis virus dan non virus
·         AST (SGOT)/ALT (SGPT)
·         Leukopenia : Trombositopenia mungkin ada (Splenomegali)
·         Albumin serum : Menurun
·         Gula darah : Hiperglikemi transien atau hipoglikemia (gangguan fungsi hati)
·         Feses : Warna seperti tanah liat, steatorea (Penurunan fungsi hati)
·         Alkali fosfatase : Agak meningkat kecuali ada kolestasis berat
Penatalaksanaan
Tirah baring selama stadium akut, selanjutnya aktivitas dibatasi sampai gejala pembesaran hati dan kenaikan kadar bilirubun serta enzim hati dalam serum kembali normal. Obat-obatan tambahan seperti vitamin, asam-amino dan obat lipotropik tak diperlukan. Obat kortikosteroid tidak mengubah derajat nekrosis sel hati, tidak mempercepat penyembuhan, ataupun mempertinggi imunisasi hepatitis viral.

Hepatitis kronik tidak dianjurkan untuk istirahat di tempat tidur, aktivitas latihan kebugaran jasmani (physical fitness) dapat dilanjutkan secara bertahap. Tidak ada aturan diet tertentu tetapi alkohol dilarang. Sebelum pemberian terapi perlu dilakukan biopsi hati, adanya hepatitis kronik aktif berat merupakan petunjuk bahwa terapi harus segera diberikan. kasus dengan tingkat penularan tinggi harus dibedakan dari kasus pada stadium integrasi yang relatif noninfeksius; karena itu perlu diperiksa status HbeAg, antiHBe dan DNA VHB.

Pada kasus hepatitis karena obat atau toksin dan idiosinkrasi metabolik dapat diberikan cholestyramine untuk mengatasi pruritus yang hebat. Terapi-terapi lainnya hanya bersifat suportif.
Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Hepatitis download disini

Sabtu, 19 November 2011

Hepatitis C

Penyakit Hepatitis C merupakan penyakit yang menyerang hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C (VHC). 15% dari kasus yang terinfeksi Hepatitis C adalah akut, artinya secara otomatis tubuh membersihkannya dan tidak ada konsekwensinya. Sayangnya 85% dari kasus, yang terinfeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun. Dalam waktu tersebut, hati bisa rusak menjadi sirosis (pengerasan hati), stadium akhir penyakit hati dan kanker hati. Organ hati yang terserang virus ini akan membengkak dan lama-kelamaan akan henti fungsinya.

Model Virus Hepatitis C

Model Virus Hepatitis C

Tanda dan Gejala
 Sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya.
Namun tanda-tanda pada penyakit hepatitis seperti dibawah ini :
  • Mudah lelah dan letih
  • Hilang selera makan
  • Sakit perut
  • Sakit pada otot sendi
  • Urin menjadi gelap
  • Kulit atau mata menjadi kuning (disebut "jaundice") jarang terjadi

Cara Menentukan Diagnosa
  1. Liver Biopsi
  2. Blod Test
  3. Ultrasound

Penularan Hepatitis C 
Penularan Hepatitis C
  1. Biasanya terjadi melalui transfusi darah
  2. Penggunaan jarum suntik bergantian
  3. Berhubungan seksual dengan penderita penyakit hepatitis C Etc.

Pengobatan dan Pencegahan
Saat ini terapi yang dinilai efektif adalah Interveron dan Ribavirin
Untuk pencegahan :
  1. Skrining HCV terhadap donor darah
  2. Hindari NAPZA
  3. Jangan menggunakan alat cukur, jarum suntik, jarum tato, jarum tindik, sikat gigi dengan bergantian. Selalu gunakan alat sendiri 
  4. Berprilaku seks yang sehat dan aman


Kamis, 17 November 2011

Hepatitis B

Penyakit Hepatitis B
Hepatitis B Merupakan bentuk penyakit yang lebih serius dan menular yang tergolong berbahaya didunia. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang dapat menyerang setiap orang dalam semua golongan usia, virus ini menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati.

Penularan
Virus ini dapat ditularkan melalui cairan tubuh atau kontak dengan darah penderita.
Berikut ini cara penularannya :
  1. Secara Vertikal : Pada saat persalinan atau segera setelah persalinan, yaitu ibu yang terjangkit penyakit hepatitis B menularkan pada bayi yang dilahirkannya.
  2. Secara Horisontal : Penularanya melalui transfusi darah, penggunaan alat suntik bergantian, serta hubungan sexsual dengan penderita.
Tanda dan Gejala
Pada umumnya gejala pada penyakit hepatitis B terlihat ringan, berupa : Nafsu makan kurang, merasa tidak enak perut, mual sampai muntah, nyeri sendi dan disetrai bengkak pada abdomen kanan atas. setelah 7 hari air seni menjadi kuning seperti air teh, tampak kuning pada kulit dan sklera mata.

Pencegahan dan Pengobatan

Ada beberapa kemungkinan tanggapan dari kekebalan yang diberikan oleh tubuh kita terhadap penyakit hepatitis B yaitu jika tanggapan tubuh kita adekuat maka tubuh akan membersihkan virus sendiri (pasien bisa sembuh), sedangkan jika kekebalan tubuh lemah maka pasien tersebut akan menjadi carrier inaktif, dan jika kekebalan tubuh bersifat intermediate maka penyakit akan terus berkembang dan menjadi kronis. Untuk pengobatan sesuai dengan diagnosa yang ditegakkan.cara pemberian obat yaitu dengan cara Oral dan Injeksi.
  •  Secara Oral :
           1. Obat Lamivudine dikenal dengan nama 3TC
           2. Obat Adefovir dipivoxil (Hepsera)
           3. Obat Baraclude (Entecavir)
  •  Secara Injeksi :
           1. Injeksi Microsphere
           2. Injeksi Alfa Interferon

Langkah-langkah untuk pencegahan agar terhindar dari penyakit hepatitis B adalah dengan pemberian vaksin terutama pada mereka yang beresiko tinggi terkena virus ini.

Hepatitis A

Penyakit Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, Virus hepatitis A (VHA =Virus Hepatitis A) disebarkan oleh kotoran atau tinja penderita penyakit tersebut dan penularannya melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, akan tetapi tidak ditularkan melalui hubungan sexsual.
Masa inkubasi penyakit hepatitis A adalah 2-6 Minggu sejak penularan, setelah masa ini berlalu, baru penderita menunjukan beberapa tanda dan gejala terserang penyakit hepatitis A.
Tanda dan Gejala
Pada anak kecil yang terkena hepatitis A seringkali tidak ditemukan tanda-tanda yang signifikan, demam, nafsu makan menurun, mual dan mutah ciri  khas terjadi penyakit kuning (pada kulit dan mata), warna air kencing berubah menjadi warna tua, dan tinja menjadi pucat.
Pada penyakit hepatitis A ini dibagi kedalam 3 Stadium 
  1. Prodromal (pendahuluan) dengan gejala seperti : letih, lesu, demam, nafsu makan menurun serta mual dan muntah.
  2. Ikterik Stadium stadium dengan gejala : kuning pada kulit dan mata, dan
  3. Konvalesensi yaitu stadium penyembuhan
Penanganan dan Pengobatan
Menjaga kebersihan diri, istirahat dengan cukup, kurangi aktivitas berlebihan kunjungi pelayanan kesehatan terdekat (Puskesmas/dokter) biasanya untuk menurunkan demam diberikan obat antipiretik seperti Paracetamol, untuk mual dan muntah diberikan antiemetik seperti Metoclopramide, multivitamin untuk meningkatkan dayatahan tubuh.

Penyakit Hepatitis

Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel dan organ hati manusia. Penyakit hepatitis dikategorikan menjadi beberapa golongan, diantaranya Hepatitis A, B, C, D, E, F dan G. Di Indonesia penderita penyakit hepatitis umumnya cenderung lebih banyak dalam golongan hepatitis B dan hepatitis C.
Hepatitis A
Hepatitis B
Hepatitis C